Pasrahnya Lelaki Tangguh

Pasrahnya Lelaki Tangguh
* GARIS TANGAN * " Kemenangan Sebenarnya "


__ADS_3

Bab 4


Hilang sudah harapannya untuk meminta kepada Shinta agar menjelaskan kedatangannya ke tempat ibu Sarinah, untuk pengobatan menangani keluhan sakit apa.


Tidak pernah terpikirkan olehnya kalau situasinya akan menjadi seperti ini.


Dalam kondisi seperti sekarang, dia bertindak seperti orang yang kurang pikir, tapi masih untung dia terbiasa dalam latihan di atas Kapal, bagaimana dia harus mengambil sikap bilamana dalam keadaan darurat.


Baik itu yang disebabkan oleh ; Fenomena Alam, tindakan ancaman, yang datangnya dari perseorangan ataupun kelompok semacam ******* misalnya, maupun yang di akibatkan oleh perbuatan khilaf anggota dari kapal itu sendiri.


Yang dapat mengakibatkan penyimpangan fungsi dari peralatan yang ada, yang lebih parah lagi, berakibat terjadi kerusakan pada alat penggerak kapal berupa mekanik ataupun elektriknya.


kesemuanya yang berada di kapal itu adalah barang milik perusahaan.


Namun yang harus mendapat perhatian lebih di banding lainnya, adalah ancaman kehilangan jiwa.


Dalam situasi seperti itu, di wajibkan bagi personel kapal untuk mempunyai gagasan, dalam bentuk tindakan yang konkret sebagai loyalitas kepada perusahaan.


Pada ujung yang mengerucut, muara semua tindakan itu di butuhkan adalah untuk tujuan menyelamatkan asset milik perusahaan.


Aji., seperti mendapat gagasan yang baik , oleh ala bisa karena biasa.


Mungkin semua ini imbas dari latihan yang terus menerus di laksanakan baik berupa simulasi ataupun dalam bentuk theory semata, di bawah pengarahan perwira di kapal yang tingkatannya lebih senior.


Tiba-tiba saja, tersirat dalam benaknya saat ini adalah Mety. Adik dari Shinta.


" Pas ! ... Mety adalah kunci sebuah harapan dalam upaya membela haknya berupa tindakan yang konkret untuk merehabilitasi nama baik dirinya, keluarga, terutama untuk kedua orang tuanya, yang tercemar.


...*****...


" Baiklah. sekalian jalan dengan tujuan yang utama adalah ke rumah Mety, kemudian baru ke rumah Fitrie,


Tapi yang pertama-tama dia ingin lakukan adalah menemui Mety, adiknya Shinta di Serang, untuk meminta nomor ponsel kakaknya nya.


Dengan harapan semoga Meity bisa di minta kerjasamanya.


...ΩΩΩΩΩ...


Shinta telah menghilang dari penglihatannya, sudah pasti di bawa pulang ke Majalaya dengan pengawalan ketat dari dua orang yang berpenampilan tidak umum.


Oleh Budi Andika di akuinya sebagai saudara sepupunya.

__ADS_1


Jelas.., tidak akan ada lagi cerita berulang, sebagaimana dia duduk berhimpitan dengan Shinta, dan merasakan hangat pelukannya, seperti tadi malam di Bus PO. MAJU LANCAR., antara Merak dan Jakarta.


Kejadian langka, yang tidak mudah untuk bisa terlupakan. Bagaikan back sound dari tayangan sebuah Sinetron, dengan tembang lawas nya Oddy Agam, yang berjudul, " Antara Merak dan Jakarta ".


Beda cerita, di sini mereka di bawah pengawasan sang pengawal pribadi dari Boss Budi Andika, seorang Eksekutif muda, pengusaha yang sukses rekanan dari berbagai lembaga institusi Pemerintah.


Saat ini sedang berjalan gencar-gencarnya pembangunan di bidang Infra struktur di bumi pertiwi..


Budi Andika, adalah salah satu yang turut bersumbangsih membuat berdirinya gedung mewah, Jembatan penghubung pusat industri ke daerah sebagai lahan distribusi. Juga jalan hotmix beraspal yang membentang hingga ribuan kilometer.


...ΩΩΩΩΩ...


Budi Andika teramat menyayangi dan mencintai calon istrinya, Shinta.


Bahkan pernah berucap, akan merencanakan menghadiahkan Tiara bersusun., disaat upacara nikahnya nanti, dia menginginkan Shinta tampil anggun, se anggun Ratu Bilqis dari kerajaan Sheba.


Dia mencintai calon istrinya dengan caranya sendiri.


Statusnya saat ini dia sebagai seorang duda yang cerai mati.


Istrinya yang wafat saat menjalani proses melahirkan anak pertama mereka, dari hasil pernikahannya dengan Budi Andika.


...ΩΩΩΩΩ...


Maka rasa takut pada dirinya akan kehilangan lagi, bisa lebih besar di banding perasaan yang pernah ada, walau perasaan itu terlintas hanya sepintas.


Sementara di lain hati, bagi Shinta lelaki seperti Aji adalah sebuah misteri, dan keunikan yang menarik.


Namun apa daya, mereka berdua harus berpisah. Tidak akan lagi ada harapan akan terjadi saling bertukar cerita, tertawa bersama, seperti kemarin terasa hidup ini begitu bermakna dan indah. Walau hanya sehari.


Seharusnya ada lambaian tangan sebagai ucapan terakhir bagi mereka berdua, walau dengan terpaksa karena di bawahan sorotan tajam mata kedua pengawal pribadi yang hampir tanpa berkedip mengawasi.


Mereka taat dalam tugasnya menjalankan perintah sang majikan , ' Budi Andika'.


...ΩΩΩΩΩ...


Pesan singkat dari Anggi ," Ji, cepat kembal ada yang ingin di bicarakan sehubungan dengan kepergianmu ke Rumingkang kemarin." Itu pun telah di bacanya


Dia balikkan arah mobilnya kembali ke Jakarta, untuk memenuhi isi dari tulisan tersebut.


Tidak kurang dari dua jam, dia sudah berada di halaman rumah Anggi. Karena mobil yang dikendarainya berjalan lumayan pesat,

__ADS_1


dipijaknya pedal gas mobilnya se bisa mungkin.


Sehingga kendaraan lainnya yang berada di kanan mobilnya, saat berpapasan merasakan suara seolah mendapat gesekan akibat terpaan angin nya.


Lumayan keras seperti suara sebuah benda yang di


hempas oleh tiupan angin yang kuat.


...*****...


" Kak Anggi, aku datang...!." seru Aji


" Alhamdulillah kamu datang juga.kakak mengira kau tuh langsung pergi ke Serang." ujar Anggi.


Sembari masuk ke ruangan dalam rumah, Aji bertanya , " Memangnya ada apa sih Kak, koq pakai tanda Penting.segala ?"


" Kalau kakak nggak tulis kalimat teramat penting dengan tanda kutip, nanti dari Cengkareng, kau tancap pedal gas mobilmu tujuan Pandeglang.


Ngomong ya ngomong, wanita bernama Shinta yang kau ajak kemari, itu kenal dimana Ji?" ujar Anggi.


Tanpa ada yang di sembunyikan, di ceritakannya kepada Anggi, awal mula bertemu hingga dirinya sekarang berada dihadapan kakaknya.


" Oh ..dia pemilik pabrik tenun merek " NUKIAT ABADI" di Majalaya itu, dia orangnya?!"


" Ya kak, katanya sih, dia generasi ke tiga dari kakek buyutnya sebagai orang kepercayaan dari pemilik tunggal yang syah. Konon Orang Belanda.


" Kakek buyutnya sebagai pendiri kerajinan tangan rakyat, yang konon asal.mulanya dikerjakan dengan tangan, seperti itu yang Shinta ceritakan kepadaku kak." Papar Aji, kepada Anggi


" Shinta seorang pengusaha sukses yang merakyat, kakak bisa melihat sendiri penampilannya yang sederhana, jauh dari kesan glamor, tidak seperti pada umumnya pengusaha muda ." Timpal Aji.


" Kalau kakak suka yang mana ,? Penampilan macam dia atau yang Glamor .?" Tanya Aji.


" Mana-mana sajalah Kakak sih yang penting baik, tapi nih, macam ada apa-apanya kau Ji? Koq kakak di pinta untuk menilai segala, memangnya kau sedang menjalankan seleksi calon? Sergah Anggi.


" Nggak ada kak. Ini intermeso saja,"


" Tidak apa-apa kalau benar pun. Ji, kau tahu kenapa aku meminta kau untuk datang kemari ? Karena.." Sampai di kalimat itu, Anggi berhenti dan menghala nafasnya.."


" Karena apaan itu kak.? Desak Aji tidak sabar


" Kemarin kau kan bilang ke Kakak, kau pergi ke Pandeglang, kau sempat bertemu dengan siapa tuh ? di sana " Ujarnya serius

__ADS_1


__ADS_2