Pasrahnya Lelaki Tangguh

Pasrahnya Lelaki Tangguh
* GARIS TANGAN * " Gelora Api Cinta "


__ADS_3

Bab 5


Janji adalah utang, yang harus di bayar dengan perbuatan sesuai dengan apa yang telah di janjikan.


Haruki menunggu kedatangan Aji yang pagi itu mau datang. Tetapi entah kenapa tidak seperti biasanya, sahabatnya ini sudah dua jam meleset dari waktu yang telah di janjikannya untuk datang dan bertemu


.


matahari sudah muncul di ufuk timur dan sinarnya mulai terasa menghangatkan permukaan bumi di sekitar tempat tinggalnya di perumahan kelapa gading, tempat Haruki saat ini dengan kesabaran ekstra, menunggu kedatangan sohibnya.


Kring!!.. suara dering di Hp genggamnya, ketika di lihatnya siapa gerangan yang memanggilnya di pagi yang baru muncul ini, ketika di layar monitor terlihat tulisan sebuah nama yang tidak asing baginya, Ibu Murni Marjani bagian administrasi di bengkel Nagasaki Motor Service.


Belum lagi suasana yang segar ini di nikmati sepenuhnya, di dengarnya suara , " Halo , selamat pagi pak Haruki!"


" Ya selamat pagi ibu Murni " Jawab Haruki.


" Pak Haruki, Tuan Shintaro pesan, hari ini bapak di pinta untuk segera datang, ada beberapa kendaraan klien yang minta pelayanan secepatnya." Ujar ibu Murni.


" Siap Bu...! Saya akan segera berangkat." Jawab Haruki, yakin.


Setelah di akhirinya percakapan melalui ponselnya, dia pun bergegas bersiap-siap untuk pergi guna memenuhi permintaan dari owner bengkel resmi mobil Mitsubishi, tempatnya bekerja.


Kelihatannya bengkel itu sudah mulai sibuk melayani mobil yang datang, ada yang dengan memberitahu terlebih dahulu, ada juga yang datang tanpa memberi info lebih awal akan rencana kedatangannya.


Pagi ini beberapa dari pelanggan jasa tetap nya, datang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.


Bengkel ini mulai mengalami kenaikan dari segi omset penghasilan, berbanding lurus dengan jumlah


kendaraan konsumen yang semakin meningkat jumlahnya.


Biaya operasional pun mengalami penambahan, seperti untuk pengadaan suku cadang, maupun kelengkapan sarana service lainnya, seperti oli pelumas, dan lain sebagainya.


Semua alat-alat dan perlengkapan itu dalam tanggung jawab Haruki, selaku bagian pengadaan, di samping jabatan rangkapnya di bidang pemasaran.


Sang Boss pemegang tampuk pimpinan di Bengkel Nagasaki Motor Service, menyadari kemajuan usahanya ini adalah berkat andil dari kegigihan seorang pekerja yang membidangi Marketing, juga merangkap sebagai koordinator di seksi pengadaan dan perencanaan.


Dia adalah Haruki putra dari rekan bisnis yang sudah dianggapnya sebagai saudaranya sendiri, ini bukan tanpa alasan, karena Ayah Haruki sebagai orang kepercayaannya, yang kini sudah resmi menjadi Warga Negara Indonesia.


Sedangkan Tuan Shintaro masih belum mengantongi kewarganegaraan Indonesia nya, jadi semua surat- surat legalitas izin usaha termasuk kepemilikan resmi Bengkel ini, di atas kertas adalah atas nama Papi nya Haruki.


...*********...


Aji bukan karena lupa atau sengaja, untuk datang terlambat dalam memenuhi janji bertemu dengan Haruki, atas pertimbangan takut sohibnya iru sudah berangkat ketempat kerjanya yang terkadang suka ada panggilan mendadak, dia akan merasa sungkan apabila datang kesana langsung dan sendirian.

__ADS_1


Dia hafal betul kebiasaan Sohibnya, yang senantiasa memberikan info dalam kondisi yang sewaktu-waktu bisa saja berubah, kemarin dia mengatakan bisa menerima kedatangannya di pagi ini.


Namun hingga saat ini tidak ada info bahwa Haruki ada dirumah, artinya Aji bisa segera merapat kesana.


Kalau Haruki tidak berada di rumah, sepengetahuan dia penghuni yang ada di sana, selain Maemunah satunya lagi seorang wanita berhijab, yang Aji belum tahu siapa namanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩ...


" Aji...! Kemarin kau Bilang pada Kakak, hari ini mau ada urusan ke Jakarta Utara, untuk ketemu Haruki, koq belum berangkat? hujan sudah reda." Ujar Anggi mengingatkan.


" Rencananya sih memang seperti itu kak, tetapi benar nih, kakak bisa mengurus sendiri surat IMB rumah yang masih saja belum kunjung selesai itu?" Jawab Aji.


" Ya Aji, kakak bisa koq pergi sendiri, selesaikan saja lebih dahulu, urusanmu itu !" Timpal Anggie.


" Baiklah Kak kalau begitu, Sebenarnya, aku pun agak malas untuk bepergian hari ini, mana ini hari jum'at, aku hafal betul sama si Haruki, kalau dia tidak sibuk-sibuk amat, pasti dia menyempatkan untuk meninggalkan pesan, tumben Kali ini tidak, dia coba kirim SMS via WA, juga tidak menjawab !


Ditelepon juga tidak ngangkat, tetapi biarlah akunya juga terlambat untuk berangkat, seharusnya tadi sedikit lebih pagi.


Bisa juga tadi dia kesal menungguku terlalu.lama, aku berangkat ya kak?!" Teriaknya, pamit untuk pergi menemui sohibnya.


Tadi Haruki terburu-buru pergi karena penggilan yang mendadak, sehingga tidak sempat untuk pamit kepada dua orang yang ada dirumahnya.


Begitu teringat akan Aji, yang kemarin dijanjikannya untuk menemuinya pagi ini di rumahnya, terbayang olehnya betapa sohibnya itu akan kecewa manakala dari Jakarta Selatan menempuh jarak yang lumayan jauh kerumahnya di Jakarta Utara, tapi orang yang akan ditemuinya tidak ada di tempat ?.


Serta Merta dia keluarkan Ponsel dari saku jaketnya dan., " Sial..! pantesan si Aji tidak ada kontak ke gua,


kagak tahunya habis baterai nya, Anjiiir !! " Dia ngedumel sendirian menumpahkan perasaan jengkelnya.


" Gua harus buru-buru sampai ke bengkel nih, biar cepat ngasih tahu orang rumah, kalau si Aji mau datang kesitu, yang gua takutkan, dia kepergok dengan dua orang di sana, masih mending kalau cuma ketemu si Mae, nah..., kalau ketemu ama ...."


Belum selesai monolog di dalam batinnya, tiba-tiba


terdengar Decit suara ban dari Kendaraan yang sedang di rem. Cekiiiiit reghhh!!.


Sebuah mobil Box dengan ukuran cukup besar berhenti beberapa meter melewati motor Aji yang sedang terparkir, namun bagian belakang Mogenya sedikit menjorok keluar, ke bahu jalan.


Mobil itu mundur beberapa meter dari posisi tadi dia berhenti, dengan menjulurkan kepalanya sambil menoleh ke belakang, dari tempat duduk sebelah kiri


mobil Box itu terdengar teriakannya.


" Wey .!! parkir motornya kurang tengah..! Luh mau Moddarr ya .?!" teriaknya.


Bisa dipastikan orang tersebut kernet dari mobil Box itu, untuk sesaat kemudian, mobil itu pun kembali melanjutkan perjalanannya.

__ADS_1


Haruki tidak melayani umpatan orang tersebut, dia menyadari setelah melihat dengan seksama, saking terburu-buru nya tadi untuk berhenti, rupanya dia memarkirkan motornya kurang sedikit lagi ke pinggir.


Sesaat kemudian.....


Segera dia hidupkan mesin motornya, untuk kemudian diapun berlalu dari tempat itu.


Sementara itu, Aji yang kepalang terlambat dan Haruki pun belum memberi Khabar kepadanya dimana dia berada saat ini, sehingga membuatnya tidak terbebani oleh kedatangannya yang memang sudah kepalang jauh meleset dari waktu yang telah di sepakati mereka berdua, yang sedianya pagi sebelum Haruki Pergi ke bengkel.


Padahal Haruki paling alergi kalau menemui orang yang telah membuat janji dengannya, kemudian orang tersebut meleset dari waktu yang telah di sepakati, dengan alasan yang tidak masuk kedalam analisanya, maka akan sangat sulit kedepannya untuk bisa bikin janji Ketemu lagi dengannya.


Akan tetapi dia yakin, keterlambatan Aji, tidak ada unsur kesengajaan.


Berapa tahun persahabatannya telah terjalin, di antara mereka sudah saling memahami, dan saling menghargai satu sama lain , juga saling menerima kekurangan yang ada pada diri masing-masing.


Mereka berdua, sama berstatus Jomblo, yang di takdirkan belum bertemu atau belum menemukan pengganti atas kegagalan jalinan hubungan asmara yang tidak berlanjut, karena yang satu di pisahkan oleh takdir yang tidak mungkin Manusia mampu untuk mencegahnya, karena Kematian.


Sedangkan yang satunya lagi karena kekeliruan dalam menafsirkan tentang arti sebuah Kejujuran.


Padahal kejujuran itu sendiri, adalah modal untuk


keniscayaan, dan kebaikan buah yang akan di petik hasilnya nanti atas kejujuran itu sendiri.


Tetapi ketidak jujuran pun, tidak mustahil bisa menghasilkan buah yang manis untuk di nikmati, hanya bagi orang tertentu saja, dengan ketidak jujuran hasil yang diperolehnya, senantiasa berbuah kegelisahan.


Hatinya menentang, Jiwanya berontak, di dalam tidur tak dapat nyenyak, saat terjaga dia gelisah.


Sambil merenungkan kata demi kata , terangkai menjadi sebuah kalimat yang bermakna dia tiba di halaman rumah Haruki.


" Alhamdulillah, rupanya Sohibku belum berangkat." ujar dalam hatinya.manakala dilihat olehnya kendaraan kesayangan Haruki masih terparkir di garasi langit terbuka di samping rumahnya.


Setelah dia turun dari mobil dan berjalan menuju beranda rumah itu, kemudian di ketuknya pintu depan rumah tersebut.


Tidak berselang lama, seseorang datang membukakan pintu, dan tampaklah seorang wanita muda usia berkisar antara 15 atau 16 tahun, dengan masih mengenakan pakaian seadanya, di tangannya yang memegang sebuah sapu lantai dan di tangan sebelahnya memegang serokan untuk sampah.


" uluuhh, geuningan Om Aji ? Mangga ka lebet Om !" ( Bahasa Sunda ; Aduh.., ternyata Om Aji, silahkan kedalam ), kata anak perempuan itu, yang tidak lain dari Maemunah. Haruki biasa memanggilnya Mae.


Yang hingga saat ini, Aji masih merasa belum yakin dengan penglihatannya, hingga tanpa bisa ditahannya untuk bertanya.


" Maemanah !?" Spontan terlontar sebuah nama, namun dengan nada bertanya.


Itu membuat yang di panggil menoleh dengan mimik muka terheran-heran karena nama yang di sebut bukan namanya, tapi erat keterkaitan dengan dirinya.


" Om... Aji...koq..?.....

__ADS_1


__ADS_2