
Bab 3
Sementara Haruki pergi ke Tempat biasa dia melakukan olah raga Joging atau olah raga ringan lainnya seperti berjalan kaki, yang paling cepat dilakukannya tiga puluh menit, sedangkan waktu yang terlama dia melakukan jalan agak cepat di atas kecepatan Jalan biasa. Diambilnya waktu 90 menit saja.
Di dalam pemikiran Haruki, sahabatnya saat ini sedang tidur, mengingat tadi malam hadir di pesta ulang tahunnya Susan terlihat olehnya, baik Aji maupun Susan, sama-sama menikmati suasana pestanya.
Padahal pada kenyataannya saat ini Aji sedang melatih kelenturan gerakan otot dan nafasnya, yang dilakukannya bukan sekedar gerakan biasa yang tanpa makna, tapi gerakan orang yang pernah ikut belajar di sebuah padepokan Pencak silat cabang TTKDH di Rangkasbitung Banten. Singkatan ini masih dengan ejaan lama ,
" Tjimande Tari kolot Kebon jeruk Hilir ". yang maknanya Jurus pencak silat yang berasal dari daerah Kebun Jeruk Hilir, di Cimande.
Cimande itu sendiri adalah sebuah wilayah yang di kenal akan kemampuan warganya dalam bidang pengobatan masalah Tulang pada anatomi tubuh Manusia.
Penduduk di sana yang mempunyai kemampuan di bidang pengobatan ini yang mereka peroleh dari orang tuanya, bila ditelusuri cikal bakal ahli pengobatan ini dari satu orang yaitu kakek buyut mereka yang asli penduduk Cimande.
Seni beladiri Pencak Silat itu sendiri, menurut penuturan Guru yang membimbing Aji, yang di kenal dengan sebutan Mbah Idris, konon separuh masa mudanya di habiskan di Cimande sambil belajar ilmu Agama dengan tinggal di Pesantren yang ada disana, juga ikut belajar ilmu silat TTKDH. Belum tuntas Aji dalam berlatih, tiba-tiba...,
" Woi...! kagak kepingin tidur Luh Ji.?" mendadak Tuan rumah tiba-tiba saja datang sonder memberitahu terlebih dahulu, pulang mendadak. lantaran dia mendapat berita melalui pesan singkat melalui watch up pada Hand phone nya.
Bertepatan dengan waktu yang di janjikan Haruki kepada si Mami, yang lebih utama lagi kepada yang berulang tahun, Susan.
Ada yang membuat pikiran Haruki tidak bisa Fokus karena ada berita susulan bapak mertuanya yang kemarin lusa masuk ICU di rumah sakit Koja Jakarta utara, hari ini anfal, hal ini disampaikannya kepada Aji.
" Ji gua minta maaf untuk janji yang kagak bisa gua penuhi, tetapi berhubung gue sudah kepalang janji kepada saudara gua si Susan, oleh karena itu, gua minta tolong Luh dengan amat sangat untuk, datang ke tempat tadi malam, pakai saja mobil gua yang satu lagi, yang biasa untuk pergi ke lapangan ." seakan memohon, lanjutnya lagi...
" Ada sesuatu yang Luh bakalan tahu nanti, apa yang gua maksud sesuatu itu, spesial dari gua, sebagai sesuatu yang akan Luh kenang." Tandasnya dengan ekspresi serius.
" Ji.. Gua juga hanya mengantarkan keluarga untuk nengok ke Rumah Sakit, sudah itu gua bakalan nyusul Luh kesana, nanti kita bertemu di sana, Ok ,? ucap Haruki sambil mengacungkan kedua jempol tangan nya.
⚓⚓⚓
__ADS_1
Haruki yang begitu dekat hubungannya dengan Meyriska yang biasa di panggil mami Mey, ternyata ada riwayat khusus diantara mereka.
Konon menurut cerita dari mulut ke mulut, yang kemampuannya melebihi panjang kabel telepon biasa, juga kejelasan beritanya tidak kalah di sertai oleh kekuatan sinyalnya. Akan lebih kuat lagi kalau mulut tersebut habis makan nasi Padang sepiring, nambah pula.
⚓⚓⚓
Meyriska istri syah dari salah seorang yang memiliki kewenangan di kawasan Banten, sebagai pengusaha juga memegang satu jabatan di sebuah instansi Pemerintah.
Di kenal juga memiliki kelebihan harta cukup untuk menanggung hidup keluarga hingga 7 turunan. Akan tetapi apa daya, takdir yang tertulis.
kebahagiaannya sirna dengan wafatnya sang suami tercinta karena tiba Ajalnya, sebagai panutan yang tak akan tergantikan oleh apapun, oleh siapa pun.
Mengakibatkan Mami Mey mengalami Syok berat, dan dirundung sakit yang berkepanjangan, hingga harus menjalani perawatan yang intensif di Rumah Sakit terkenal di Indonesia, bahkan sampai ke RS Elizabeth di Singapura. Habis waktu seiring Harta pun ludes. Penyakitnya tidak kunjung dapat di sembuhkan.
Peninggalan dari sang Suami tercinta berupa Harta yang tidak bergerak dan berkembang seperti Tanah ataupun perhiasan, sudah mulai terjual, tinggal sedikit yang tersisa, perusahaan pun yang tadinya mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit, kini kebalikannya, membuahkan piutang di Beberapa Bang yang berbeda.
Sudah segala cara di cari demi mengembalikan kesehatannya, akan tetapi selalu mendapatkan kegagalan, atas keinginannya sendiri, upaya dalam pengobatannya pun di hentikan, Mami Mey di bawa kembali pulang ke kampung halamannya, di Serang, Banten "
Berkat ikhtiar yang gigih di sertai dengan do'a meminta Hanya kepada yang maha kuasa.
Maka, kesehatan yang dulu pernah di milikinya, sekarang telah kembali. Meyriska sehat seperti sediakala.
Dia pun hijrah ke Jakarta, entah berapa tahun tida ada khabar beritanya tentang dia, hingga di suatu hari, Ayah Haruki yang memegang kendali usaha perbengkelan mengalami defisit keuangan dan terancam usahanya itu gulung tikar.
Berbagai macam cara telah di tempuh oleh Tuan Shintaro sebagai pemilik mutlak, namun karena kewarganegaraannya masih berstatus WNA, Jepang. Maka, Ayah nya Haruki, Tuan Hanura Gawa lah yang tertera di dalam akte perusahaan, baik untuk urusan perizinan maupun kewajiban dan segala urusan di bidang kewajiban atas pembayaran pajak.
Dalam kondisi yang serba sulit itulah Meyriska hadir sebagai Dewi Penyelamat, dengan kucuran dananya berupa pinjaman lunak, saat pengembaliannya nanti tidak dikenakan Bunga dengan kata lain tanpa bunga, alias bunga 0% kata istilah perbankannya.
Tuan Shintaro merasa sangat bersyukur. dalam kondisi seperti ini masih ada orang yang sebaik itu.
__ADS_1
Nah., itulah kejadian yang melatarbelakangi kenapa Haruki begitu menghargai Meyriska seperti kepada Tante nya sendiri.
Meyriska sebenarnya adalah putri biologis dari seorang serdadu Jepang dengan seorang Geisha semasa penjajahan Jepang akan berakhir dikepulauan Indonesia yang beribu jumlahnya.
Ada Serdadu Jepang yang membawa serta salah satu Geisha yang disukainya itu kesebuah pulau di luar pulau Jawa, pada gugusan pulau seribu.
Di pulau itulah Meyriska dilahirkan, panjang ceritanya, Ayah biologisnya kini telah tiada, dia di bawa oleh Tuan Hanura Gawa dan di urus sebagaimana layaknya anggota keluarga sendiri.Saat itu Hanura Gawa masih bujangan.
⚓⚓⚓
Di rumah Haruki yang sudah bersiap-siap untuk pergi mengantarkan keluarganya ke Rumah sakit,
di dekatnya Aji sambil berkata perlahan, " Luh kan sering pergi ke luar negri sendirian, tapi gua belum pernah dengar ceritanya luh kesasar.. Tahu kan yang gua maksud ?" Tanya Haruki sambil mengerdipkan sebelah matanya.
" Mengerti Boss..., Masuk dari pintu yang ada tulisannya sama percis dengan yang di kertas peron masuk," sampai di sini Aji berhenti berkata dan di pandanginya wajah Haruki yang senyum-senyum, mengerti maksud sahabatnya, sambung Aji lagi.
" Belok ke kiri, bertemu dinding benteng beton, belok ke kanan, rumah yang paling Ujung bercat warna merah marun." jawab Aji.
" Ha..ha..ha..Luh sudah kagak mabuk lagi sekarang ya!? betul sekali yang warna temboknya merah marun " Sambut Haruki dengan tertawa renyah.l
" Yoi " jawab Aji santai.
Mereka berangkat dari rumah Haruki dalam waktu yang bersamaan, berpisah di perempatan menuju arah dan tujuan yang berbeda.
Di rumah Meyriska yang di populerkan untuk sebutan Padepokan White Horse oleh pemiliknya, disana Susan sudah bersiap-siap untuk menyambut sang Arjuna yang di harapkan menemui dirinya pagi ini.
Dia tahu dari Haruki kalau Aji sudah pergi menuju ketempat nya. Berbunga- bunga hatinya, belum pernah dirinya merasakan di kunjungi oleh laki-laki yang masuk kriteria pria yang ideal. Versi dia.
Selain satu saja, yaitu pria yang bak. Seekor Lebah yang hinggap di bunga yang sedang merebak mekar mewangi menghisap Madu bunga itu lantas terbang entah kemana.Tinggallah Bunga itu terkulai layu......
__ADS_1
Lagu-lagu bernuansa asmara di perdengarkan nya dari musik player di kamarnya, semua penghuni kamar di samping kiri dan kanannya sudah faham dia sedang menunggu siapa pagi hari ini.