Pasrahnya Lelaki Tangguh

Pasrahnya Lelaki Tangguh
* GARIS TANGAN * " Gelora Api Cinta "


__ADS_3

Bab 4


Keesokan Harinya Aji sudah datang kembali menemui Haruki sebagaimana ucapannya kemarin, bahwa dia akan memperkenalkan seseorang kepadanya, janji seorang lelaki yang berdarah kesatria Negri Matahari Terbit.yang masyarakatnya menjunjung tinggi sifat satria.


Di suatu saat, sohibnya itu pernah bercerita, kejadian yang katanya sudah lama berlalu, sebelum memulai menceritakan sebuah kejadian nyata yang belum pernah dilihatnya, dia mengatakan tidak ingin melihatnya kembali walau ada kemungkinan baginya untuk menyaksikan lagi kejadian langka tersebut.


" Aji, adegan yang gua saksikan bukan di dalam film atau tayangan tipu muslihat dalam adegan sebuah atraksi Sulap, dan hal yang mustahil bisa terjadi di Negri kita ini." Katanya


" Memangnya adegan apa itu Ruki." Tanya Aji yang di bikin jadi penasaran ingin tahu.


Ketika keluarga besar Marga Oki Gawa, dari generasi yang paling senior hingga Haruki dan yang satu generasi dengannya, yang terhitung saudara Sepupu, di undang untuk Hadir dan Haruki beserta kedua orang tuanya turut juga kakak dan adiknya semua ikut untuk pertemuan Akbar itu.


Pertemuan Akbar untuk kali ini di selenggarakan atas pilihan di akhir acara pertemuan yang terjadi pada lima tahun yang lalu. Melalui undian.


Yang terpilih untuk di tempati dalam kesempatan kali ini, jatuh pada adik sepupu dari ayahnya Haruki, yang mempunyai perkebunan beragam bunga yang di budi dayakan, dengan tekhnologi mutakhir, sejauh mata memandang terhampar bunga yang menutupi tanah, sehingga dari kejauhan bak permadani yang membentang, di padu dengan jalanan yang di tumbuhi rumput Jepang yang di tata oleh petugas khusus pemelihara kebun bunga tersebut, terhampar membentuk konfigurasi indah berwarna hijau.


Acara yang berlangsung sangat meriah itu, dengan jumlah tamu yang datang, terlihat di Buku tamu yang cukup tebal namun hampir penuh terisi oleh register setiap tamu yang telah membubuhkan tanta tangannya, pada buku tersebut.


Menurut perhitungan tanpa mesin. Akan tetapi berdasarkan porsi makanan yang di sediakan oleh panitia, sejumlah seribu dua ratus lima puluh, dari setiap jenis pasakan ukuran porsi orang dewasa.


yang tinggal tersisa hanya dua ratus porsi lagi.


Acara sangat meriah dan semarak juga berjalan lancar.


Panitia menyediakan hiburan yang beraneka ragam, dari jenis permainan Akrobat, Sulap, hingga hidangan seni tradisional dan musik yang kontemporer dengan beragam corak penyajian di dalam penampilannya.


Adapun jenis makanan yang di sajikan sudah tidak syak lagi, berapa banyak jenisnya, dengan penyajian dari dua jenis, yang berlabel Halal hingga yang tidak Halal.


Karena dari sekian banyak keturunan marga ' Gawa ' cukup banyak yang mengenal Islam, bahkan mereka juga sebagai pemeluk yang taat terhadap keyakinan tersebut.


Motto dari penyelenggaraan acara lima tahunan itu adalah ;


* Kepuasan anda adalah Kebahagiaan kami *

__ADS_1


terpampang sebuah spanduk dengan tulisan itu dalam ukuran Jumbo terpampang di pintu masuk tempat acara di langsungkan.


Setelah acara demi acara yang dianggap utama, telah usai, yaitu berjumpa muka dengan cara setiap keluarga di beri waktu untuk memperkenalkan diri.


Masing-masing keluarga di daulat untuk naik ke panggung utama yang berkapasitas untuk seratus orang berdiri diatasnya bahkan panggung itu mampu menahan beban lebih dari sekedar berdiri sekalipun.


Karena panggung itu, di rancang dengan mendapat sertifikat pembikinan dan bergaransi, di buktikan dengan terbitnya secarik kertas tanda Syah untuk penggunaannya sesuai kapasitas yang tertulis dalam sertifikat izinnya. Dikeluarkan oleh instansi keselamatan kerja pada Departemen terkait.


Pada akhir penghujung acara, seperti di lima tahun yang lalu, penentuan tuan rumah untuk di adakan lagi penyelenggaraan acara Lima Tahunan ini, maka di adakan pemilihan melalui undian.


Acara penentuan siapa Tuan rumah yang terpilih, sudah dilakukan dan yang akan mendapat giliran nanti sudah di dapatkan, tiba pada akhir acara yang non formal namun tidak kalah menarik bagi kebanyakan anggota keluarga dari Marga Gawa ini.


Dengan terlebih dahulu di beritahukan melalui Pemandu acara, bahwasanya bagi yang berminat untuk menyaksikan dan di akhir upacara tersebut nanti, di pintakan kesediaannya untuk berdoa bersama.


Hampir jumlah keseluruhan dari mereka yang hadir tahu, prosesi ini akan memakan waktu ekstra, maka dari itu panitia penyelenggara memberi pilihan, bagi yang masih ada kepentingan lain, dipersilahkan untuk tidak turut menyaksikannya.


Acara semacam itu, masih mengundang minat bagi generasi diatas Haruki, karena mereka mempunyai tujuan untuk memperlihatkan kepada generasi setelah mereka, betapa Harakiri adalah sifat yang menjunjung tinggi martabat dan harga diri.


Padahal saat ini Haruki sedang berada di salah satu dari beberapa negara yang peradabannya maju pesat, dengan taraf kehidupan rakyatnya yang telah berada di level sejahtera, namun berjalan seiring dengan tingkat kedisiplinan yang begitu tinggi, justru menjadikan mereka hidup seperti robot pencetak uang.


Mungkin termasuk waktu makan juga minum, yang serba mengikuti jadwal, bahkan kebersamaan dengan pasangan sekalipun masuk dalam Jadwal.


Hanya BAB dan BAK berikut Buang Angin saja mungkin yang bebas tidak masuk hitungan untuk dimasukkan ke dalam jadwal.


Haruki mengatakan :" Mimpi aja Gua kagak berani dah, untuk hidup dengan metode seperti itu. Sumpah Ji !" Sahut Haruki.


Adapun acara yang di tunggu sekaligus mendebarkan bagi siapapun yang saat itu hadir untuk menyaksikan , Tuan Shintaro Abe, yang masih ada garis keturunan dengan Oki Gawa, ibu beliau dengan kakeknya Haruki, kakak beradik.


Haruki memanggilnya Ayah besar, yang maksudnya kakak dari bapak.


Shintaro Abe ini akan menjalankan prosesi untuk pergi dari Dunia nyata menuju alam kelanggengan, dengan cara memisahkan Jiwa dari raganya.


Karena alasan yang kuat, yakni Kesatria, dimana dia telah merasa gagal dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi rakyat yang disinyalir telah menggunakan uang Negara.

__ADS_1


Walaupun terbukti di akhir penyelidikan pihak yang berwenang yang menangani kasus tersebut, Tuan Shintaro Abe bukan pelaku sebagaimana yang dituduhkan terhadapnya.


Namun hasil penyelidikan yang sangat beralasan namun datangnya terlambat, untuk kebebasan sang kesatria dalam rasa bersalahnya.


Jiwa sang kesatria telah pergi meninggalkan raganya dengan cara yang terhormat menurut keyakinannya, dan masyarakat Negri Matahari Terbit pada umumnya atas keputusan untuk Harakiri tersebut.


Sang kesatria telah berada di alam kelanggengan dan telah bersemayam di Nirwana bersama para Bidadari.


Tindakan terhormat semacam itu adalah bentuk Tanggung jawab seorang pemimpin padahal dia yakin atas kinerja dirinya, hanya karena dia tidak, atau mungkin belum memperlihatkan sebuah Alibi yang menguatkan bukti bahwa pelakunya bukan dia.


Itulah proses hukum buatan Manusia, yang serba membutuhkan pembuktian bukan hanya sebatas pengakuan lisan semata, kendati itu di bawah sumpah.


Seumur hidupnya Haruki baru sekali ini, tanpa rencana untuk turut menyaksikan prosesi orang membunuh dirinya sendiri, ironisnya di saksikan oleh banyak pasang mata, pemilik pasang mata itu adalah keluarganya sendiri termasuk dia, tanpa seorangpun dari mereka yang bisa atau berusaha untuk mencegahnya. Sehingga proses itu berlangsung hingga usai.


Ada rasa miris manakala teringat peristiwa tersebut, walau tidak dipungkiri ada Egonya, dia merasa bangga di depan Aji, akan budaya leluhur dari Papinya yang asli berdarah Negri Matahari Terbit itu.


Aji.., seyogianya setiap manusia yang dirinya bersalah malah dinyatakan oleh institusi yang memiliki kewenangan untuk membuktikannya.


Manakala terbukti secara hukum, dirinya bersalah, tidak perlu harus melalui proses penangkapan yang melibatkan banyak aparat, yang terkadang harus melalui tindakan Perburuan.


Memalukan. Ditangkap setelah terlebih dahulu di buru, karena dia menghindar jerat hukum, dengan cara melarikan diri.


Bagi Haruki, disini tampak kontradiksi dengan sikap yang di wariskan para leluhurnya, kepada generasi penerusnya, Akan sikap Kesatria, bukan sikap sebaliknya yakni Pengecut.


Seekor Binatang buruan yang mati-matian, juga dalam kondisi di buru, mulanya ia melarikan diri dari kejaran para Pemburu.


Kalaupun pada akhirnya dia harus mati di ujung peluru sang pemburu, atau sabetan pedangnya.


Kematiannya itu terpuji. Karena demi membela kelanjutan hidup keturunannya


Binatang di buru demi Hobby sang pemburu. Sedangkan Binatang tersebut kabur dari kejaran demi memelihara kelangsungan hidup keturunannya.ketika dia di buru, sementara anak-anaknya menunggu sang induk di dalam sarang persembunyiannya, kemungkinan dalam kondisi lapar menunggu sang induk untuk menyusunya.


Aji merasa beruntung berteman dengan Haruki, yang secara tidak langsung telah memberi sebuah pelajaran yang sangat berarti.

__ADS_1


Dan uraian cerita tentang Harakiri, yang mempunyai nilai filosofi tinggi, yang kelak satu saat tiba waktunya untuk dia ceritakan kepada anak. Keturunannya. Jadilah seorang Sintaro Abe, namun tidak dengan mengambil jalan yang Tragis..


Bagi seorang Kesatria anak Negri Matahari Terbit pastinya tidak akan lari dari kata yang pernah di ucapkannya, dan telah keluar dari lisannya, oleh karena itu, berhubung waktu semakin berkurang, untuk mengurus dokumen kelengkapan untuk keberangkatan bagi pasangan yang Haruki. Janjikan kepadanya, Besok pasti akan dia tagih janji tersebut. " Harus ditagih" Batin Aji....


__ADS_2