Pelabuhan Hati Si Kembar 4

Pelabuhan Hati Si Kembar 4
Bab 15


__ADS_3

Agil datang. "Pak, itu calonnya?" Archee mengangguk sambil melepas sepatunya. "Cantik pak" Archee tersenyum menanggapinya.


"Tapi, kenapa kalian seperti orang marahan?" tanya Agil penasaran. Archee menghela nafasnya. "Dia tidak mencintai saya Gil"


"Mosok Pak? Kayaknya bapak salah penilaian deh, kalau gak cinta ngapain minta dijemput? Mau makan dari pesenan Bapak? Dan nganut semua ucapan Bapak? Ya mungkin cinta itu sudah tumbuh kali pak, tapi belum sebesar cinta Bapak sama Mbak Humai"


Archee tersenyum. "Gitu ya Gil?" Agil mengangguk. "Cakepan ini kemana-mana Pak, daripada bu Zoya"


"Ck, jangan sebut namanya kalau kamu gak mau kantor kita porak poranda akibat kedatangannya!"


"Nggih Pak" jawab Agil takut. "Ayo berangkat" Agil mengangguk. Mereka berangkat menuju Masjid Agung Demak, untuk menunaikan sholat jum'at. Setelah selesai Archee memilih untuk menunggu Humai di kantor. Karyawan sudah pamit pulang terlebih dahulu. Tinggal Archee sendirian.


"Mai Humai.... Coba kau lihat.... diriku dahulu.... sebelum kau nilai.... kurangnya diriku.... Apa salahnya, hargai diriku.... sebelum kau nilai... siapa diriku"


Ia tersenyum dan mengambil ponselnya karena ada chat masuk. Dari Hilal.


Hilal : Humai WA kamu gak tadi


Me : Iya, kok dia pakai bis sih? Katanya dianter


Hilal : Semuanya dilarang mengantarkan Humai ke Demak


Me : 😅 Biar dia butuh aku? Gitu maksud kalian?


Hilal : Iyap. Sumpah, dia sombong Chee kemarin di depan Ayah. Katanya bisa semuanya sendiri, gak diantar gak papa. Eh, nyatanya WA kamu juga. Mana berani anak itu ucul sendirian?


Me : Pantes wajahnya judas. Ya... tapi makasih sih, berkat kalian yang tidak mengantarkan dia, kami saling komunikasi 😁


Hilal : Sama-sama. Dia nginap dimana?"


Me : Di rumahnya bawahanku yang masih single juga. Persiapan pernikahan kami gimana Lal?


Hilal : Aman markiman kata Habib. Papahmu semua yang atur. Aku bersyukur karena dia mau menikah sama kamu Chee. Jagain adekku sampai jannah ya Chee


Me : Insyaallah.... kamu sendiri gimana?


Hilal : Nunggu studiku selesai dulu lah, sekarang-sekarang aku sibuk banget


Me : Kalau ditikung orang?


Hilal : 😅😭😭😭


Me : Dih, dia mewek!


Hilal : Semoga hatinya sudah tertambat padaku Chee


Me : Minta dia sama pemilik sesungguhnya. Aku gak tahu ini semua jawaban dari do'a-do'aku atau tidak, tapi, Humai hari ini menjelaskan secara nyata padaku bahwa dia, selalu memimpikan ku. Tiap malam aku menyelipkan namanya dalam do'aku. Dan... this is the power of dhu'a. It's magic. Dia yang bilang sendiri sama aku kalau aku selalu muncul dalam mimpinya Lal


Hilal : Masyaallah.... Humai ingin jawaban atas jodohnya, dan kamu yang selalu muncul. Keajaiban dan kekuatan do'a memang begitu luar biasa dan dahsyat Chee. Aku pun setiap malam menyelipkan namanya Azkania Ramadhani Atmajaya


Me : Semoga juga kamu mendapatkan hal yang serupa seperti aku Lal


Hilal : Aamiin3x ya rabbal 'alamin. Eh, udah dulu ya. Assalamualaikum. Sukses untuk pendekatannya

__ADS_1


Archee : Waalaikum salam, makasih bantuannya.


Archee tersenyum. Ia melihat jam. Sudah hampir Ashar, akhirnya dia segera bersiap untuk sholat Ashar. Tak lama kumandang Adzan pun terdengar. Archee keluar lagi dari kantornya dan sholat di Masjid di sekitaran kantornya. Membaca Al-qur'an hingga pukul setengah 5. Ia kembali ke kantor.


Bersiap untuk menjemput Humai. "Yaa habibi yaa Muhammad..... ya 'arusal khofiqoini.... yaa habibi ya Muhammad.... ya 'arusal khofiqoini.... Yaa Mu'ayyad yaa Mummajad..... Yaa Imaamal qiblataini.... Shalallahu 'ala Muhammad.... Shalallahu 'alaihi wa salim.." Archee menyenandungkan sholawat. Entah berapa lama Humai berdiri disana yang jelas ia sangat suka mendengarkan Archee bersenandung.


Ceklek "Astaghfirullahal 'adzim, Humai! Sejak kapan kamu disini? Bikin kaget saja sih! Untung jantung Abang disangga kuat oleh otot-ototnya" Humai gelagapan. Bingung apa yang harus dilakukannya.


"Kok sudah pulang, baru mau dijemput juga"


Humai menyingkirkan tubuh Archee dan masuk ke ruangan itu. Merebahkan dirinya di sofa. Archee mengikutinya. Humai melepas sepatunya dan melihat kakinya lecet.


Archee mengambil kotak P3K. Memegang kaki Humai. "Jangan pegang-pegang!" katanya sambil menepis tangan Archee. "Diem ah! Abang cuma mau ngobatin lukamu. Kamu tadi jalan kaki kesini?"


"Iya"


"Kenapa gak WA Abang kalau sudah selesai?"


"Hapeku lowbat"


"Besok lagi dipastikan baterainya penuh, jadi gak perlu jalan kaki sampai sini. Gimana tadi tesnya?" Archee selesai mengobati kaki Humai yang lecet.


Baik banget sih kamu bang? Aku udah jutek maksimal kayak gini, kamu masih aja sabar nvadepin aku


"Hei, malah ngalamun! Jawab, tadi tesnya gimana?" Archee membuyarkan lamunan Humai.


"Ya gitu lah" Archee mengembalikan kota P3K itu dan mengambil minum untuk Humai. "Nih"


Humai menerimanya. "Makasih"


Archee memesan makanan lewat aplikasi online. "Mau makan apa?" tanya Archee. Humai diam. "Ayam geprek mau?"


"Terserah ah! Cerewet! Diem bisa gak?" Humai kembali judas dengan Archee. Archee langsung diam. Tangannya bersidekap.


"Mai, Abang boleh tanya sama kamu?"


"Apa lagi? Bisa gak sih bang? Abang diam. Humai letih!"


"Oh, oke. Maaf" Tak lama makanan pun datang. Archee mengambilnya. Ia kembali ke ruangannya dan membuka makanan itu. "Buka mulutnya" Archee menyodorkan makanan itu ke mulut Humai.


"Aku bisa makan sendiri"


"Katanya letih, ya sudah, biar Abang yang suapin kamu. Bisakah tidak usah berdebat? Bukalah mulutmu" Humai mengalah dan membuka mulutnya.


Archee begitu telaten memanjakan Humai. Hingga hati Humai bergetar dan merasa bersalah karena bersikap galak pada Archee. Tiba-tiba saja air matanya menetes. Membuat Archee bingung. "Kenapa nangis?"


Humai menghapus air matanya. "Bukan nangis. pedes kena cabenya" Jawabnya berbohong. Archee menyingkirkan cabai dalam makanan itu.


"Kamu gak suka pedes?" tanya Archee. Humai mengangguk. "Oh... berarti besok-besok jangan pesan ayam geprek lagi" jawab Archee polos.


"Pesen gak papa. Tapi sambalnya dipisahin" Humai menjawab Archee lebih lembut.


"Besok pengumumannya jam berapa? Soalnya kan kita harus pulang Magelang"

__ADS_1


"Jam 12 siang"


"Cukuplah waktunya. Habis! Ternyata jalan kaki kesini cukup menguras tenaga juga ya?" candanya. Humai hanya diam. Kumandang adzan maghrib jelas terdengar. Setelah adzan diam, Archee makan terlebih dahulu. Setelahnya sholat.


"Kamu gak sholat?"


"Gak, lagi halangan"


"Oh, pantes! Judasnya kayak cabai setan!" kata Archee berlalu mengambil wudhu. Ia melaksanakan sholat maghrib sendirian. Jantung Humai berdesir.


Astaghfirullah.... batinnya dalam hati. Archee selesai sholat dan menengadahkan tangannya berdo'a. Archee membereskan barang-barangnya. Begitu juga dengan Humai. Lalu mereka menuju rumah mbak Yanti.


Tak lama mereka pun sampai. Mbak Yanti menyambut hangat mereka. Archee langsung pamit pulang. "Abang balik dulu"


Humai hanya mengangguk. "Assalamualaikum"


"Waalaikum salam,.... hati-hati" Humai berbalik dan masuk ke dalam rumah mbak Yanti. Archee tersenyum mendengarnya.


.


.


.


Like


Vote


Komen


Tip


Visualnya bayangin sendiri yak? Kalau othor sih


Archee : Irwansyah


Humai : Zaskia Sungkar


Aylin : Nigora Tursunkolava (atlet taekwondo asal Uzbekistan. Biar mirip gitu ya)


Amaris : Chelsea Islan


Adelia : Tatjana Shapira


Damar : Gariz Luis (Coba cari kalau yang belum tahu, dulunya artis FTV)


Ilyas : Nicholas Saputra


Hilal : Randy Pangalila


Habib : Adipati Dolken


Maryam : Melody ex JKT48

__ADS_1


Seno : Jefri Nicole


Imam : Andrew White


__ADS_2