Pelabuhan Hati Si Kembar 4

Pelabuhan Hati Si Kembar 4
Bab 70


__ADS_3

Adel menghapus air matanya. Ia segera mengambil tas dan ponselnya. Mencoba menghubungi Aylin sambil bergegas. Panggilannya tak terjawab. Ia sudah berada di dalam mobil.


Roni tergopoh-gopoh mendekatinya. "Bu Adel tunggu!" Adel menurunkan kaca mobilnya.


"Ngapain kesini Ron?"


"Gawat bu! Anu!"


"Ck, anu apa? Anunya siapa?"


"Ih, bukan anunya siapa bu! Empang! Satu empang kita lelenya mati semua!" tutur Roni. Adel tak mengerti dengan ucapan Roni.


"Maksudmu???"


"Ikan lele kita yang ada di empang mati semua bu... huhuhu... seperyinya ada orang yang sengaja meracuni airnya bu"


"Ya Allah..... innalillahi..... ada apa ini ya Allah??" Tubuh Aylin semakin lemas dengan berita yang dibawa Roni. Di satu sisi, ia ingin memperbaiki hubungannya dengan Ilyas. Tapi, keadaan tak mendukungnya. Ia harus menyelesaikan masalah yang lebih penting lagi. "Ayo ke empang" kata Adel.


Roni mengangguk dan segera masuk mobil. "Karyawan kita aman kan Ron??" tanya Adel takut akan keselamatan para pekerjanya.


"Si Didik bu, dia mual muntah pusing karena mencium bau air itu. Mas Yohan sudah ada disana untuk membantu mengobati Didik. Yang lain saya suruh jauh-jauh dulu dari empang bu. Pak Ismu lagi memeriksa cctv bu" Adel mengangguk paham dengan penjelasan Roni.


"Ron, tolong telponkan nomornya bang Ilyas" Adel memberikan ponselnya. "Kok hpnya beda ya?"


"Ck, udah sih! Buruan telponin" Roni mengangguk dan segera menghubungi Ilyas. "Gak aktif bu"


"Ya Allah.... kenapa harus gak aktif sih???" Adel mulai cemas tak bisa mengejar Ilyas. "Coba telponkan kak Aylin" Roni mengutak utik ponsel milik Afel dan menghubungi Aylin.


Menunggu beberapa saat. "Gak diangkat bu"


"Astaghfirullah..... Ya sudah, coba lagi sampai bisa" Adel dan Roni sudah berada di empang. Adel langsung berlari masuk melihat keadaan karyawannya adalah yang pertama ia lakukan.


Dilihatnya Didik memejamkan mata. "Mbak, empang mbak" kata Yohan ikut sedih.


"Pikirkan kesehatan mas Didik dulu Han, masalah empang, nanti biar mbak minta tolong orang lingkungan hidup bagaimana cara mengatasi limbahnya" Yohan mengangguk. Adel mendekati karyawannya.

__ADS_1


"Mas Didik, bisa dengar saya?" Didik mengangguk lemah. "Maaf ya Mas, Mas harus kena musibah seperti ini"


Didik tersenyum dan mengangguk. Roni datang dan memberitahukan Adel bahwa pak Ismu sudah berhasil melacak pelaku yang menebar racun di empang. Adel segera ke ruangan cctv dan melihatnya.


"Yogi???? Bajingan!!! Ron! Hpku Ron!" Adel menghubungi pengacaranya. "Pak, jangan kasih ampun sama Yogi, penjarakan dia. Empang saya diracuni. Karyawan saya ada yang kena satu orang. Lele saya dalam satu empang itu mati semua. Tolong buat laporan ke polisi. Rasa kasihan saya sudah habis!" Adel kebakaran jenggot akibat ulah Yogi. Karyawan yang memang bersalah dalam kasus korupsi keuangan di perusahaan meubel.


Adel menemui Yohan kembali. Saat ini, hanya sepupunya lah yang bisa ia andalkan. "Han, tolong bantu mbak. Rawat mas Didik, Roni akan minta tolong kepada dinas lingkungan hidup. Mbak ada urusan lain. Please bantuin mbak ya?"


"Iya mbak, tenang saja. Memang mau kemana sih?" tanya Yohan.


"Ada lah. Mbak pamit. Mas Didik, semoga lekas sembuh ya. Saya tinggal dulu. Ron, segera hubungi orang dinas. Soalnya airnya ini mengandung racun" Roni mengangguk. Adel segera menyahut tasnya dan ponselnya yabg masih dipegang Roni.


Ia segera berlari menuju mobilnya. Bermain kejar-kejaran dengan waktu. Aylin menghubunginya kembali.


"Halo, Assalamualaikum kak"


Waalaikum salam! Kemana aja sih kamu Del?? Tuh Ilyas beneran berangkat Satgas ke Malaka!! Mau kamu nyesel seumur hidup???


Adel kembali menangis. "Ya Allah kak, Adel tadi baru nyelesaikan masalah karyawan kita. Dan sekarang, ada masalah baru lagi. Empang kita diracuni. Satu empang mati semua lelenya. Mas Didik keracunan"


"Ada Yohan. Aku titipkan padanya. Aku harus kemana ini?? Hiks"


Kamu nangis??? Kemana ya? Ke batalyon dulu! Buruan! Kakak kasih tahu Mas Imam dulu. Assalamualaikum


"Waalaikum salam" Adel menghapus air matanya. "Please tunggu Adel datang bang, Adel mau memperbaiki semuanya. Ya Allah.... bantu Adel ya Allah..... Adel gak mau menyesal selamanya..... Adel sayang dan cinta sama Abang, hiks"


Adel telah sampai di batalyon. Imam menghampirinya. Dilihatnya mata Adel yang sembab. "Lhah dia nangis, bukannya kemarin minta putus? Sekarang kenapa nangis?" cecar Imam.


"Hiks.... bisa gak maki-makinya nanti aja? Bantuin Adel Mas.... Adel mau memperbaiki semuanya sama Abang"


"Telat! Ilyas sudah berangkat ke bandara 30 menit yang lalu" Adel gusar. Ia bingung harus bagaimana. Ia menuju kembali ke mobilnya.


"Mau kemana??" tanya Imam lagi. "Nyusulin ke bandara!"


"Emang bisa terkejar?" Imam mematahkan harapan Adel. "Gak tahu, tapi mending Adel coba daripada gak melakukan apapun"

__ADS_1


Imam tersenyum mendengarnya. "Jangan pakai mobil! Pakai motor aja! Ayo tak antar ke bandara" Adel mengangguk. Ia memarkirkan mobilnya di dalam halaman parkir batalyon. Imam memberinya helm. Lalu membonceng di belakang.


"Coba telpon Ilyas!" perintah Imam. "Hpnya mati"


"Hadeh..... makanya! Jadi manusia tuh jangan keras! Kayak batu!"


"Iya! Buruan ngebut!"


"Bawel!" Imam menambah laju motornya. Berharap bisa mengejar rombongan Satgas. Ilyas di dalam truck lebih banyak diam. Salah satu anggotanya yang tergabung dalam pasukan itu membuat video tik tok. "Ijin, Danki. Kata-kata untuk hari ini"


Ilyas tersenyum. "Mlaku sak tekane, mlayu sak kuate, mesem sak isone, berjuang sak mampune. Urip ora usah ngoyo. Kabeh wes diatur karo sing kuasa (Berjalan sesampainya, berlari sekuatnya, tersenyum sebisanya, berjuang semampunya. Hidup tidak perlu terlalu memaksa. Semua sudah diatur oleh yang Maha Kuasa)"


"Masuk!" kata anggota yang lain. "Kalau kata cinta hari ini Danki?"


"Ragamu dan ragaku hanya terpisah jarak. Tapi percayalah, hatiku selalu mendoakan" Semuanya riuh karena ucapan Ilyas.


Adelia Ayu Wicaksana, hai. Apa kabar cantik? Baru sehari Abang gak ketemu sama kamu, ada yang kurang di dalam diri Abang. Baru sehari gak kontakan sama kamu rasanya hampa. Baik-baik disini ya? Abang tahu kita sudah tidak ada apa-apa lagi. Tapi, ijinkan Abang untuk selalu merindumu. Ijinkan Abang untuk selalu mengagumimu. Karena hati ini hanya untukmu, cantik. Entah nantinya Abang bisa melupakanmu atau tidak, tapi, jika Abang diberikan pilihan melupakanmu atau mengingatmu, maka Abang akan pilih mengingatmu. Meskipun akan sakit, Abang akan tahan. Doa Abang, semoga jodohmu bukanlah yang lain, melainkan diri Abang sendiri. Abang akan mencintaimu dengan cara Abang. Jangan paksa Abang untuk lupa, karena Abang tak mampu melakukannya. Untukmu, Adelia.


Ilyas tersadar dari lamunannya ketika truck yang ditumpanginya telah berhenti di bandara. Ia membiarkan anggota yang lain turun terlebih dahulu. Setelah semuanya turun, baru lah ia turun paling akhir. Ia segera menyusul kawanannya yang telah masuk terlebih dahulu. Tiba-tiba saja ada panggilan untuknya karena barangnya tertinggal.


Panggilan kepada saudara Ilyas Saputra, mohon untuk kembali ke truck Anda karena tas anda ada yang tertinggal satu buah. Terima kasih


Ilyas menepok jidatnya. Ia lupa akan tas pinggangnya.


.


.


.


Like


Vote


Komen

__ADS_1


Tip


__ADS_2