Pelabuhan Hati Si Kembar 4

Pelabuhan Hati Si Kembar 4
Bab 48


__ADS_3

Archee dan Humai langsung tidur setelah kegiatan panas itu. Tengah malam, seperti biasa, Archee akan terbangun untuk melaksanakan sholat sunnah. Ia mandi terlebih dahulu. Lalu menggelar sajadahnya. Ia ingin membangunkan Humai agar ikut sholat, namun tak tega. Karena semalam, ia meminta jatah lebih pada istrinya.


"Allahu akbar" Archee mulai melaksanakan sholat. Humai samar-samar mendengarnya. Tiba-tiba saja perutnya terasa sakit. Menjalar hingga ke pinggang. Ia bangun dan memegang perutnya.


"Aw" ringisnya kesakitan. Archee baru saja mengucap salam. Ia menoleh pada Humai yang sedang menahan sakit. Ia melepaskan sarungnya. "Kenapa yank? Ha?"


Humai hanya menggeleng sambil memegang perutnya dan meringis kesakitan. "Gak tahu bang, perut Humai rasanya..... Aw.... melilit tapi.... ssshhhh..... menjalar sampai pinggang"


"Ke rumah sakit yuk, biar diperiksa sama dokter kamu kenapa?" Archee mulai panik. Humai menggeleng. "Besok pagi aja lah bang, kalau masih sakit" Keringat dingin mulai keluar di dahi Humai. Archee melihatnya.


"Ck, kok malah besok pagi sih? Sekarang aja. Ayo Abang bantuin siap-siap. Meringis-ringis begitu kok malah minta besok pagi" Archee mengambilkan baju ganti untuk Humai.


"Bentar, Humai mau ke kamar mandi dulu" Humai turun dari ranjang dan menuju kamar mandi. Tak lama ia kembali.


"Bang, gak usah ke rumah sakit. Ternyata Humai menstruasi. Tapi, ini lebih sakit dari biasanya. Mules...." katanya.


"Gak gak gak, ayo ke rumah sakit. Abang gak mau kamu kenapa-napa" Archee tetap memaksa Humai untuk ke rumah sakit. Akhirnya Humai mengalah. Ia berganti baju dan mereka segera menuju rumah sakit.


Archee langsung mendaftarkan Humai di IGD. Archee mendampinginya selama Humai diperiksa. Dokter jaga saat itu memeriksanya. "Mulesnya gimana bu?"


"Gimana ya dok gambarinnya? Pokoknya lebih mules ini dibanding seperti menstruasi biasanya" jawab Humai sambil memegangi perut bagian bawahnya.


Dokter jaga melihat mimik dan gerakan Humai. "Oh, gitu. Terakhir kali menstruasi kapan?" Humai mengingat lagi terakhir kali ia menstruasi adalah saat datang ke Demak pertama kali.


"Astaghfirullahal 'adzim! Sudah 1 bulan lebih seminggu saya belum menstruasi dok. Karena saya terakhi mens tanggal 7 bulan lalu" Archee terkejut mendengarnya. Ia melihat Humai


"Apa istri saya sedang hamil dokter?" tanya Archee penasaran.


Dokter jaga pun tersenyum. "Sebentar ya pak? Kami kaji keluhan pasien dulu" Archee mengangguk. "Lalu, terakhir hubungan sama suami kapan?" Humai sedikit malu saat ditanya seperti itu.

__ADS_1


"Tadi malam dok, dan nambah" jelas Archee.


"Baik, kalau gitu saya coba cek dulu ya bu" Dokter tersebut melakukan pemeriksaan USG pada Humai. Dokter tersebut tersenyum.


"Sepertinya saya harus koordinasi dengan dokter obgyn bu. Tunggu sebentar ya" Humai dan Archee saling pandang, bingung tergambar jelas di wajah mereka. Tak lama dokter jaga itu pun kembali.


"Dokter obgyn akan segera datang kemari bu, kebetulan beliau baru saja selesai operasi darurat" Mereka menunggu lagi. Archee berharap tidak terjadi apa-apa dengan istrinya.


Seorang dokter perempuan berhijab sudah agak berumur datang dan menyapa Archee. "Assalamualaikum, lhoh, ternyata pak camat?" sapa dokter itu.


"Waalaikum salam. Nggih dokter Rini, kenalkan ini istri saya" Archee memperkenalkan Humai kepada dokter Rini.


"Oh, ini pasien saya? Coba-coba saya cek dulu"


Dokter Rini, seorang ahli kandungan. Memegang stik USG dan mulai mencari. Ia tersenyum. Mencetak hasil USG itu. "Selamat pak camat, istri anda sedang hamil. Ini adalah kantung rahimnya. Coba USG transvag ya?"


Humai mengangguk. "Tarik nafas" perintah dokter Rini. "Hmmm,.... ini tadi pasti selesai hubungan ya?" godanya. Archee dan Humai sama-sama merona.


"Istri saya benar hamil dok?" Dokter Rini mengangguk. "Benar pak camat. Sudah masuk minggu ke 6 ini" Archee tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Ia mengecup kening Humai. "Terima kasih ya Allah, tapi kandungannya sekarang gimana dok?"


"Kandungannya Insyaallah bisa dipertahankan pak, kita ihtiar dulu, biar Allah yang menentukan. Belum tespack yo?"


Humai menggeleng. "Belum dok"


"Saya beri untuk mengatasi mules dan perdarahan yang keluar dulu. Flek nya belum sampai banyak kan bu camat?"


"Belum dok, hanya sedikit tadi. Saya kira juga menstruasi biasa. Tapi mulesnya kok jauh lebih hebat dan menjalar hingga pinggang"


"Ya disyukuri saja, ada hikmah dibalik semuanya. Kalau gak mengalami kejadian ini, pasti sampai sekarang belum tahu kalau hamil kan?" kata dokter Rini santai. Archee dan Humai mengangguk.

__ADS_1


Akhirnya, Humai harus di ranap selama beberapa hari kedepan agar dokter Rini bisa memantau perkembangan keadaan Humai. Ia dipindahkan ke ruang perawatan dan tidak boleh bergerak kesana kemari terlalu banyak. Alias ia harus bedrest. Begitulah perintah dokter Rini yang disampaikan oleh perawat.


Archee menunggui istrinya. Meminta maaf atas yang ia lakukan tadi malam. "Maafin Abang ya. tadi malam minta nambah"


Humai tersenyum dan mengangguk. Archee memegang tangan Humai. "Kok kamu bisa sampai lupa kalau sudah telat sih sayang?"


"Ya namanya orang lupa gimana dong?" balasnya.


"Hmmm, iya juga sih. Abang nyesel tahu gak, untung langsung ke rumah sakit. Kalau gak? Maafin Abi ya nak?" katanya sambil mencium perut Humai.


"Ih, geli Abang! Udah, gak usah menyesal begitu. Yang perlu kita lakukan adalah ihtiar dan berdoa semoga ini masih menjadi rejeki kita"


Archee mengangguk. "Ya sudah, kamu bobok gih" Humai mulai menguap. Ia memejamkan matanya. Dan terlelap. Archee mengirim pesan pada orang tuanya dan mertuanya tentang keadaan Humai.


Membuat Bunda Ais cemas dan langsung menelpon Archee.


"Humai sudah ditangani dokter kok Bun. Sekarang sudah tidur. Iya, Dia lupa kalau sudah telah sebulan lebih. Gak usah khawatir bunda... Hmmm. ya sudah lah kalau Bunda memaksa. Iya juga sih, kasihan Humai kalau pas Archee tinggal. Waalaikum salam warahmatullah"


Archee melihat kembali Humai yang sedang terlelap. "Ya Allah.... semoga masih menjadi rezeki kami. Aamiin"


.


.


.


Like


Vote

__ADS_1


Komen


Tip


__ADS_2