Pelabuhan Hati Si Kembar 4

Pelabuhan Hati Si Kembar 4
Bab 34


__ADS_3

Amaris sudah berpenampilan rapi pagi itu. Dia hendak jalan-jalan dengan Damar dan keluarganya. Ia menggunakan gamis bercorak bunga kecil berwarna cream dipadupadankan dengan high heels berwarna coklat dan hijab hitam yang menutupi dadanya.


Damar akan segera menjemputnya. Tak lama klakson mobil berbunyi. Ia segera keluar dan tersenyum dan terheran melihat sebuah mobil CRV berwarna putih sudah terparkir di depan gerbang rumahnya.


Damar menurunkan kaca mobil itu dan melambaikan tangan ke arah Maris. Maris segera menghampirinya.


"Assalamualaikum" sapa Maris saat membuka pintu mobil Damar. Damar tersenyum kepadanya. "Waalaikum salam, cantik banget sih...."


Amaris memakai seatbeltnya. "Makasih sayang. Mamah sama yang lain?" tanya Maris karena mendapati dirinya hanya berdua dengan Damar.


"Mamah dan Papah gak bisa ikut, mereka nengok saudara Papah di Tangerang, yang ikut cuma mbak Wulan dan mas Hanan, karena krucil ikut Mamah dan Papah" terang Damar.


"Oh, suami Mbak Wulan balik Mas? Kapan?"


"3 harian ini katanya. Kayak double date deh nanti. Hehehe. Aman dari krucil satu itu" kata Damar.


Amaris meraih ponselnya. Mengambil gambar dirinya bersama Damar hendak jalan-jalan. Menuliskan caption biar sama kayak yang lain. Lalu mempostingnya di WA.


Sontak penghuni grup somplak mengomentari Damar.


Ali : Wes, angel Damar.... Jalan-jalan teroooosss


Hamka : Emang..... bodohnya gua mau ditukar jadwal sama dia 😭😭😭😭


Sigit : Maklumilah gaes, LDR, tak belani Dam, tapi oleh-olehku luwih akeh lho yo


Danang : Senengnya yang ketemuan


Maryam : Kalian membuatku iri akan kebucinan kalian


Bima : Bos resto lagi nyebar duit! Habisin mbak Maris, habisin! Jangan tanggung-tanggung


Amaris : 🤣🤣🤣 kalian ini, kenapa masih suka iri sih?


Muti : 😭😭😭 waktuku habis buat ngeberesin mainan Zia. Mas Si gak mau bantuin


Jihan : Lelaki memang seperti itu! Mau enaknya doang!


Hana : Abang Ali sayang..... bantuin nyuci piring nanti dapat hadiah dari adek, buru! jangan main hp teros!


Ali : Siap jendral! 🏃‍♂🏃‍♂🏃‍♂


Sigit : Aku dikasih hadiah juga dong mamah Marmut...


Muti : Oh tenang..... buruan bantuin! Boyok ku sakit nih!


Amaris : Jalan-jalan dulu ya gengs. Nikmati waktu libur kalian dengan sebaik-baiknya 😜😜😜


Bima : Njir.... sombong amat! Bang Hamka! Balas bang!


Hamka : Itu kalau yang ngomong Damar, gua lempar sepatu PDL gua sampai Jakarta. Sayangnya mbak Maris yang ngucapin....


Shanum : Memang kenapa kalau Maris yang bilang? Hmmm? 😤😤😤

__ADS_1


Hamka : 🏃‍♂🏃‍♂🏃‍♂🏃‍♂🏃‍♂


Amaris : 😂😂😂😂


Ia menyimpan kembali ponselnya dan fokus kepada Damar. "Nanti kalau sudah sampai mall, buka WA mu. Geng somplak sedang iri dengan kebucinan kita"


Damar tertawa. "Biarin aja, malah makin tak umbar kebucinan kita sama mereka" Amaris dan Damar sama-sama tertawa.


"Nanti penerbangan jam berapa mas?" tanya Maris.


"Jam 7 malam. Makanya hari ini, seharian full mas bakalan ajak jalan kamu, buat tombo kangen" kata Damar sambil menunjukkan senyum terbaiknya.


"Aaaa..... terharu aku.... trus nanti langsung check in bandara?" Damar mengangguk. "Mobilnya?"


"Bawa kamu lah, orang mobil ini udah aku atas namain kamu, tuh STNK sementara nya ada disitu" Amaris membuka STNK yang sejak tadi tergeletak di dashbor mobil dan membacanya.


"Ya Allah mas...... ini berlebihan, gak ah, aku gak mau terima"


"Ck, itu untuk mas kawin kita sayang...."


Amaris menjadi terharu. "Makasih ya mas, pantesan, aku bingung waktu kamu jemput tadi. Buat mas kawin kok udah dipakai jalan?"


"Test drive lah yank, platnya nanti yang nganter temen mas ke rumahmu sebelum kamu balik"


"Lha terus besok pas aku pulang gimana?"


"Gini sayangku, ini mobil besok kamu yang bawa, nanti supir papah yang ambil ke rumah biar langsung dikirim ke Magelang. Plat nomornya kamu yang pegang sebelum pulang"


Amaris mengangguk paham. Tak lama mereka sampai di mall. Amaris mencari keberadaan calon iparnya. Wulan dan Hanan yang melihat terlebih dahulu melambaikan tangan kepada mereka.


"Oke" jawab semuanya. Lalu mereka menuju bioskop, Hanan membeli tiket untuk 4 orang. Lalu mereka pun menunggu jam tayang. Sesekali mereka bercanda. Jam tayang pun tiba. Mereka segera masuk dan duduk di kursi pilihan mereka. Menonton film bergenre komedi yang membuat mereka terpingkal-pingkal.


Setelah hampir 2 jam lebih, film itu pun selesai. Mereka langsung mencari tempat sholat. Setelahnya Mereka memilih untuk mengisi perut mereka terlebih dahulu karena sangat keroncongan. Mbak Wulan dan Mas Hanan sangat romantis di depan Amaris dan Damar.


Mas Hanan menyuapi istrinya. Membuat Maris ingin juga diperlakukan seperti itu. "Pengen disuapin juga dong" katanya pada Damar.


Damar mengangguk dan mulai menyuapi Amaris. Membuat semua pasang mata semakin iri dengan kebucinan pasangan itu.


"Kemana lagi nih?" tanya Mas Hanan. Mbak Wulan menunjuk toko yang menyediakan keperluan wanita. "Let's go!" kata Mas Hanan.


Mereka bergandengan tangan. Membuat Maris pun ingin digandeng, tapi sayang mereka belum halal. Ia mengambil gambar iparnya yang pamer kemesraan.


"Ada yang lebih bucin dari kami, nih orangnya. Dari tadi gandengan...... mulu. Mas, pengen juga digandeng begitu" katanya


"Gak usah pegangan tangan, kamu pegang ATM Mamas aja" jawab Damar membuat Maris meleleh.


"Aaa.... so sweet...... boleh dihabisin isinya?" Damar mengangguk.


Lalu mereka memilih baju. Maris malah duduk dan memposting video tadi. Dengab caption, Gak usah pegangan tangan, cukup pegang ATMnya aja.


Ia memijit kakinya. Damar melihatnya. "Kenaoa yank? Capek?" Amaris mengangguk. Damar langsung duduk di bawah dan memijit kaki Amaris.


"Makanya besok kalau jalan-jalan pakai sepatu aja yang tanpa heels" nasehatnya pada Amaris.

__ADS_1


"Iya"


"Udah. Lepas aja heelsnya, nyeker" kata Damar. Membuat Amaris melongo. "Gak ah! Masa nyeker sih Mas"


"Ya terus?"


"Aku masih bisa kok jalan pakai heels. Cuma butuh istirahat aja bentar" elak Maris yang enggan untuk melepas heelsnya.


"Terserah kamu lah yank, beli sendal jepit mau gak?"


"Ha?"


Damar berdiri dan meninggalkan Maris. Menuju sebuah toko yang menyediakan berbagai macam sandal dan sepatu untuk lelaki dan perempuan. Ia memilih dengan cepat sebuah sandal couple. Membayar lalu kembali menuju Maris.


"Nih pakai, Mas juga pakai. Tak temenin kalau kamu malu"


Amaris tersenyum. "Aaaa so sweet, makasih cinta"


Damar.membalas senyuman itu. "Sama-sama"


Mbak Wulan dan Mas Hanan menghampiri mereka. "Kenapa?"


"Ini, kaki Maris capek pakai heels, aku belikan sandal jepit mbak" terang Damar.


"Oh.... udah belanja dek?" tanya Mbak Wulan. Amaris hanya menggeleng. "Belanja buat seserahan sekalian aja, yok mbak bantuin. Mulai dari tas dulu"


Mbak Wulan menarik tangan Maris dan mulai memilih yang diperlukan untuk seserahan. Mas Hanan dan Damar pun tersenyum. "Seneng lihat sesama ipar akur" kata Mas Hanan. Damar tersenyum dan merangkul iparnya itu.


Semua yang dibutuhkan untuk seserahan sudah didapatkan semua. Waktu ashar hampir habis. Jadi mereka memutuskan untuk sholat ashar terlebih dahulu.


"Kalian masih mau lanjut jalan? Mbakmu sudah capek tuh" kata Mas Hanan selesai sholat. Damar mengangguk.


"Mau main game dulu hehehe" jawab Damar


"Ya sudah kalau gitu, kami pamit pulang. Kamu langsung check in bandara dek?" tanya Mas Hanan lagi. Damar mengangguk. Akhirnya mereka berpisah.


Damar dan Amaris menuju game zone. "Isi berapa nih kartunya?" tanya Maris


"500 langsung yank, biar gak bolak balik" Maris mengisi saldo kartu permainan itu. Lalu menjelajahi seluruh permainan dengan Damar. Hingga tak terasa akan masuk maghrib. "Sholat di bandara aja yank" kata Damar.


Amaris mengangguk. Akhirnya mereka menuju parkiran dan bergegas ke Bandara. Mereka sholat terlebih dahulu, lalu Damar berpamitan dengan Maris.


.


.


.


Like


Vote


Komen

__ADS_1


Tip


__ADS_2