Pelabuhan Hati Si Kembar 4

Pelabuhan Hati Si Kembar 4
Bab 41


__ADS_3

Hari ini adalah pengumuman akhir bagi pelaksanaan BLUD. Humai sangat berharap dirinya diterima dan menjadi bagian dari rumah sakit itu.


"Bang, kunci motornya dimana?" tanya Humai. Archee memakai sepatunya hendak pergi bekerja.


"Nanti Abang jemput aja. Atau kamu yang pakai mobil, Abang yang pakai motor saja. Biar kamu gak kepanasan" Humai mengangguk.


"Ya sudah kalau gitu Abang saja yang pakai motornya. Biar nanti Humai berangkat sendiri. Kasihan nanti kalau Abang bolak balik jemput Humai" Archee mengangguk. Ia telah siap bekerja.


Archee memberikan kunci mobil pada Humai, dan mengambil kunci motor itu. "Abang berangkat dulu, jaga diri di rumah, kabari Abang kalau mau berangkat ke rumah sakit" Humai mengangguk.


"Iya..... berasa anak TK, wejangannya banyak banget sih pak camat" Archee tertawa mendengarnya.


Humai menyalami Archee dan menghujaninya dengan ciuman di wajah Archee. Archee membalasnya. "Paling senang Abang sama bibir manis ini" goda Archee.


"Udah sana berangkat.... nanti telat lho kalau godain Humai terus" Archee mengangguk. Humai mengantarkannya sampai teras. Melambaikan tangan. "Hati-hati sayang" katanya.


"Iya, Assalamualaikum" pamit Archee padanya.


"Waalaikum salam" Humai segera masuk ke dalam rumah dan menguncinya. Ia membereskan rumah lalu mandi dan bersiap. Ia juga mengecek persediaan bahan makanan di kulkas.


"Telur habis, buah tinggal apel, bumbu dapur.... bawang putih masih, bawang merah masih, cabai habis, merica masih, ketumbar kemiri gula merah, gula pasir, kecap, saos masih semua. Oke, nanti beli telur di warung sana aja deh, beli buah pas nanti pulang dari rumah sakit"


Ponselnya berdering dari mamah Laras. Ia tersenyum dan mengangkatnya. Mamah Laras mengalihkannya pada panggilan video.


"Assalamualaikum Mah" sapa Humai. Mamah Laras tersenyum. Disampingnya ada Papah Duta. "Eh, ada Papah juga. Assalamualaikum Pah"


"Waalaikum salam" sahut kedua orang tua itu. "Kamu sehat nduk?" tanya Mamah Laras. Humai mengangguk.


"Alhamdulillah sehat, Mamah, Papah, dan yang lain sehat kan?"


"Iya alhamdulillah kami semua sehat, gimana hubunganmu dengan Archee nduk?" tanya Papah Duta. Humai tersenyum malu. Mamah Laras dan Papah Duta dapat menangkap senyuman itu.


Papah dan Mamah ikut tersenyum bahagia. "Sudah jatuh cinta sama anak Mamah?"tanya Mamah Laras. Humai menjawabnya dengan anggukan.


"Alhamdulillah..... Papah senang dengarnya" kata Papah Duta.


"Archee sudah berangkat kerja?" Tanya Mamah Laras lagi.


"Sudah Mah, Humai kangen Magelang, tapi belum bisa pulang karena kerjaan Abang belum bisa ditinggalkan"


"Sabar, kalau kalian tidak bisa pulang, nanti Mamah dan Papah yang akan kesana nengokin kalian" tutur Mamah Laras. Humai mengangguk dan melihat jam, sudah hampir jam 8.


"Mah, Pah, Humai harus segera ke rumah sakit" Papah dan Mamah mengangguk. "Ya sudah, kita sambung lain waktu. Sehat-sehat ya kalian disana. Kami sayang sama kalian"

__ADS_1


"Iya Mah, Mamah dan Papah serta keluarga disana juga jaga kesehatan ya? Humai berangkat dulu ke rumah sakit. Assalamualaikum"


"Waalaikum salam" Panggilan pun berakhir. Humai segera meraih tasnya dan menuju mobil. Ia mengirim chat kepada Archee.


Me : Pak camat, Humai lagi mau OTW RS ya 😘


Mobil melaju menuju rumah sakit. Tak berselang lama, Humai sampai. Ia langsung menuju bagian HRD rumah sakit. Ia dipersilahkan masuk, Kepala HRD berbinvang sedikit dengannya lalu menyodorkan kontrak kerja kepada Humai.


Humai membacanya dengan teliti, lalu mengangguk mantap. "Silahkan tanda tangan di atas materai dokter" kata Kepala HRD itu.


"Bismillahirrahmanirrahim" Humai memegang penanya lalu membubuhkan tanda tangan di atas materai.


"Alhamdulillah, dengan tanda tangan kontrak ini dokter resmi menjadi karyawan BLUD rumah sakit kami. Semoga bisa bekerja dengan sepenuh hati dan penuh keikhlasan"


"Aamiin, terima kasih pak, Insyaallah saya akan bertanggung jawab dengan pekerjaan saya. Jika nanti kedepannya kinerja saya dinilai kurang maksimal, silahkan diberikan peringatan"


Kepala HRD mengangguk. Humai diantarkan menuju poli gigi. Ia diperkenalkan dengan para tenaga medis disana. "Mohon kerjasamanya para senior dan teman-teman semua" kata Humai ceria.


"Jadwal dokter bisa ditanyakan di bagian Admin, mari saya antarkan" Kepala HRD mengajak Humai ke ruang Admin. Lalu Humai diberikan jadwal sesuai hari pelayanannya.


"Jadi dokter, nanti jenengan masuknya mulai bulan depan, berarti 2 minggu lagi, harinya selasa, rabu, jum'at dan sabtu" terang Kepala HRD. Humai mengangguk paham.


"Iya pak, jam pelayanannya mulai jam 8 sampai jam 14 ya pak?"


"Iya dok"


"Sama-sama dok, kalau ada yang kurang paham bisa nanti ditanyakan ke saya langsung"


Humai mengangguk. "Saya tinggal dulu untuk menyelesaikan kontrak dengan karyawan yang lain"


"Oh iya pak, monggo. Sekali lagi terima kasih banyak pak"


"Sami-sami dok, mari, assalamualaikum"


"Waalaikum salam" Humai tersenyum senang. Ia segera kembali ke mobil dan memberitahukan pada suaminya melalui chat. Ternyata Archee membalas pesannya sebelum berangkat.


Bang Archee : Iya sayang, hati-hati ya 😘😘😘


Me : Abang....... Humai seneng banget! Alhamdulillah ya Allah..... Humai keterima sayang


Bang Archee : Alhamdulillah.... Abang ikut senang dengernya. Kita rayakan sekalian besok rabu ya?


Me : Iya, Abang mau dimasakin apa? Humai mau pulang nih

__ADS_1


Bang Archee : Masak kan Abang sop balungan. Nanti Abang pulang untuk makan siang


Me : Siap pak camat!


Bang Archee : Makasih bu dokter... Abang lanjut kerja dulu ya? Pulangnya hati-hati. Kalaunmau ke pasar, mobilnya taruh di ruko2 depan pasar aja. Jalan kaki masuknya, sempit soalnya.


Me : Nggih sayang


Humai melajukan mobil menuju pasar. Membeli bahan yang diperlukannya untuk membuat sop balungan.


.


Archee melanjutkan pekerjaannya. Ia memanggil sekretarisnya. "Ada apa pak?" tanya Agil.


"Gil, pesankan tempat untuk acara saya. Undang seluruh camat yang ada di Demak. Bilang acara pengenalan istri saya sekaligus syukuran atas diterimanya istri saya di RSUD"


Agil mencatat dan mengangguk. "Hari dan waktunya pak?"


"Rabu ba'da maghrib"


"Nggih pak, ada lagi pak?" Archee menggeleng. Agil segera melakukan tugasnya. Memberi pengumuman lewat grup se-kecamatan Demak.


Agil : Assalamualaikum wr. wb. Kepada seluruh camat yang ada di Demak, panjenengan semua mendapatkan undangan dari pak Camat Archee, untuk dapat hadir pada hari Rabu, jam 18.300, pakaian bebas rapi. Dalam rangka pengenalan istri Camat Archee sekaligus syukuran atas diterimanya Bu Humaira (Istri pak Archee) sebagai karyawan RSUD. Sekian, terima kasih. Wassalamualaikum wr. wb


Pesan telah terkirim. Semua sibuk membacanya, ada juga yang mengomentarinya. Mengucapkan selamat pada Archee.


Ada yang mendidih tapi bukan air, ada yang tersengat panas tapi bukan tersengat api. Zoya yang diberitahu sekretarisnya langsung merah padam menahan amarah.


"Itu bohongan palingan! Settingan biar Archee bisa lepas dari saya! Benar kan Rud?" tanya Zoya kepada sekretarisnya.


Rudi hanya menyengir. "Entah bu"


.


.


.


Like


Vote


Komen

__ADS_1


Tip


Maaf baru up. Othor kecapekan, 2 hari digrojok pasien banyak banget.... sehari kok sampai 80 pasien 😫😵😵


__ADS_2