Pelabuhan Hati Si Kembar 4

Pelabuhan Hati Si Kembar 4
Bab 66


__ADS_3

Agil menjemput Zafran di rumah Zoya. Zafran berpamitan dengan orang tua Zoya. "Cepat banget sih pulang" kata Pak Yono.


"Oh, tenang Pak. Nanti malam Zafran kesini lagi. Zafran ada urusan sebentar"


"Tenan yo? Nanti Bapak ajakin main badminton sama sebelah rumah. Kita sparing"


"Siap Bapak mertua! Hehehe" Zoya hanya tersenyum malu mendengarnya. Agil masih kebingungan dengan yang dilihat dan didengarnya. Zafran mencium kening Zoya, membuat Zoya maupun Agil melotot terkejut.


"Istirahat, jangan keluyuran dulu ya? Demak panas!" pesan Zafran. Zoya mematung mendengarnya. Zafran menyalami kedua orang tua Zoya lalu berpamitan pulang.


Agil melajukan mobil meninggalkan rumah Zoya. Ia sangat penasaran dengan Zafran dan Zoya. "Ehm.... Pak Zafran, maaf nih, hehehe, memang Bapak dan Bu Zoya ada hubungan apa ya?"


"Ih.... kepo ya kamu ya? Hahaha. Gimana Gil? Aku cocok gak sama Zoya?"


"Ha? Seriusan Bapak suka sama kuntilanak itu?? Eh, maksud saya, suka sama Bu Zoya??" Agil masih tak percaya dengan pernyataan Zafran. Zafran mengangguk bahagia.


"Ih, Bapak nih belum tahu sifatnya Bu Zoya kayak apa? Aduh, sebelum terlanjur, jangan deh Pak!" Zafran merasa bingung dengan ucapan Agil.


"Kenapa?"


"Ih, dia tuh kayak kuntilanak yang kalau dicabut pakunya bisa mengerikan Pak! Saya aja pernah kena tamparannya!"


"Mosok sih Gil? Tapi kayaknya dia udah berubah deh Gil!"


"Ih.... Bapak, mending cari yang lain aja deh..."


Zafran menggeleng. "Aku udah jatuh cinta ik Gil sama dia. Hahahaha. Percaya sama aku deh Gil, dia tuh baik, dewasa, apalagi ya? Ya pokoknya yang kalian pikirkan itu salah deh! Percaya deh, aku bakal bisa bikin dia jadi lebih anggun dan lembut!"


"Ampun deh Pak...... Terserah Bapak aja deh. Ih,.... saya takut sama itu perempuan Pak!"


"Hush! Yang sopan kamu sama calon istri saya!" hardik Zafran karena Agil sedari tadi menjelek-jelekkan Zoya.


Agil langsung diam. Pak Zafran nih kepalanya beneran cedera gara-gara dilempar botol apa ya? Masa Bu Zoya dibilang baik sih? Ih.... nyeremin iya!


"Agiiiillll...... saya tahu yang kamu pikirkan!"


"Ampun Pak!" Agil hanya bergidik ngeri. Zafran memejamkan matanya sambil bersidekap. "Nanti kalau sudah sampai bangunin Gil"


"Nggih Pak"


.


Di rumah Archee, Imam dan Ilyas sedang serius membaca chat yabg masuk ke ponsel mereka masing-masing. Mereka sedang membaca chat dari rekannya yang menyatakan bahwa daftar nama yang akan diberangkatkan Satgas sudah ada.


Mereka saling pandang. Menghela nafas berat. Lalu menyimpan ponsel masing-masing. "Harapanku cuma satu Yas, jangan sekarang" kata Imam. Ilyas mengangguk.

__ADS_1


"Sama Mam, aku pun"


Damar membawa gitar dari arah dalam. "Mas, nyanyi yok" kata Damar.


Ilyas mengambil gitar itu. Mulai menyetel kunci nada. Dan memetik senar. "Coba tanyakan lagi pada hatimu, apakah sebaiknya kita putus atau terus. Kita sedang mempertahankan hubungan, atau hanya sekedar menunda perpisahan"


Damar dan Imam merasa heran mengapa Ilyas menyanyikan lagu itu. "Galau amat sih, kenapa?" tanya Imam.


"Lihat pacar gua, dari semalam yang dipencetin tuh tombol laptop dan hape. Gua diucekin terus. Siapa yang betah sih kalau begitu?"


"Ya mungkin Adel lagi beneran sibuk kali Yas" jawab Damar. Ilyas tertawa kecut. "Kami juga jarang ketemu Dam. Sama kayak kamu dan kak Maris. Tapi, apa Kak Maris cuek sama kamu?"


Damar bungkam mendapatkan pertanyaan itu. Memang benar yang dikatakan Ilyas. Tak pernah sekali pun, Maris tak menghubunginya. "Gak kan? Ini beda"


"Ck, baperan sih lu! Udah deh Yas, gak usah dimasukin hati. Coba kasih tahu pelan-pelan" sahut Imam.


"Capek dari kemarin ngingetin dia biar gak cuek Mam"


Amaris mendengar dengan jelas percakapan para lelaki itu karena ia memang sedang rebahan di sofa. Ia beranjak dan mendekati Adel.


"Del" panggilnya.


"Hmm? Apa?" jawab Adel. Aylin yang sedang asyik mengunyah cemilan mendekati mereka. "Kenapa Ris?"


"Ehm.... Del, bisa gak kamu matikan laptopmu? Kasihan tuh si Ilyas kamu cuekin mulu" tutur Maris.


"Ck, Adel nih kalau dibilangin bandel. Aku udah ngingetin dari Magelang lho Del. Udah sih, perhatiin aja dulu si Ilyas. Jarang-jarang kita ini ada waktu sama mereka. Tahu sendiri kan mereka hari ini bisa saja dapat tugas ke Merauke?" timpal Aylin.


"Iya, pada bawel ih! Bentar!" jawab Adel tak mengindahkan saran kedua kakaknya.


"Mbuh lah Del, terserah kamu. Kami udah ngingetin ya, jangan sampai kamu nyesel nangis" Aylin masih saja memperingatkan adiknya. Adel tak menanggapinya.


Amaris hanya geleng-geleng kepala melihat Adel. Zafran datang bersama Agil. "Archee mana?" tanyanya.


"Di dalam kamar"


Zafran melewati semuanya dan menuju kamar. "Chee, hai Mai.... udah sehat?"


"Alhamdulillah udah lebih baik Mas Zaf, cuma capek aja disuruh tiduran terus"


"Hahaha, sabar dong! Nanti kan diajak main sama Archee lagi. Hehehe. Eh, Mas mau tanya soal Zoya"


Archee dan Humai saling pandang. Heran dengan sikap Zafran. "Kenapa sama Zoya? Dia bikin ulah lagi?" tanya Archee. Zafran menggeleng.


"Kalau aku sama dia nikah gimana?"

__ADS_1


"Ha?" jawab Humai dan Archee. Membuat Mamah Laras dan Papah Duta yang sedang berada di ruang makan terkejut lalu menuju kamar. "Ada apa?" tanya keduanya.


"Om, minggu depan jangan balik Magelang dulu. Temenin Ayah ngelamar pujaan hati Zafran"


"Ha?" sahut Papah Duta dan Mamah Laras bersamaan. "Kalian semua kenapa sih? Bahagia gitu lho, ponakan mau nikah malah ha ho ha ho" balas Zafran.


"Mas, lu beneran sama Zoya?" tanya Archee. Zafran mengangguk. "Kenapa? Dia tuh baik, suka menolong, dan dewasa lagi"


"Setuju untuk yang Zoya baik dan dewasa. Kalau suka menolong aku belum pernah tahu sih" timpal Humai.


"Akhirnya ada orang yang satu pemikiran sama aku" kata Zafran.


"Beneran kamu?" tanya Papah Duta. Zafran mengangguk.


"Lhoh, lha terus Aylin nanti gimana Pah?" tanya Mamah Laras.


"O iya, kan minggu depan juga" kata Archee.


"Oh, gini aja, orang tua Imam suruh lamaran bareng sama Damar, yaitu 3 hari lagi. Jadi, kita gak terlalu capek juga nerima tamu Mah, kan kita juga masih harus nemenin Humai juga" terang Papah Duta.


"Coba rembugan dulu sama Imam Pah" Papah Duta mengangguk. Segera menemui Imam lagi.


"Malam ini Zafran nginap ya? Hehehe, masih pengen ke rumah calon bojo"


Archee tertawa mendengarnya. "Kagak nyangka gua, si Zoya bakalan jadi istri sepupu gua! Aduh Mas.... yakin sama Zoya? Itu lho si Agil pernah ditamparnya"


"Abang.... jangan menjelek-jelekkan orang ah, gak baik. Humai lihat mbak Zoya sudah mulai berubah. Doakan saja istiqomah. Ditambah tuntunan dari Mas Zafran, siapa tahu bisa menjadi lebih baik lagi?"


Archee tersenyum. "Iya, semoga Zoya beneran berubah. Gila lu Mas!"


"Hahahaha, jodohku jauh amat yak? Jakarta Demak..... walah....."


.


.


.


Like


Vote


Komen


Tip

__ADS_1


Maaf baru sempet up. Othor habis kondang in. Pandemi masih aja yang nikahan.... hahahah


__ADS_2