Pelabuhan Hati Si Kembar 4

Pelabuhan Hati Si Kembar 4
Bab 62


__ADS_3

Semuanya berkumpul di rumah Archee. Agil memesan makanan untuk para keluarga Archee. "Pak, bu Zoya mau jengukin bu Camat" kata Agil.


Archee merasa heran. "Darimana Zoya tahu? Kamu cerita sama dia ya?"


"Kemarin kan saya gantikan bapak rapat. Nah, papasan sama bu Zoya, ditanyain dimana bapak. Jenengan kan tahu sendiri saya gak berani bohong kalau sama bu Zoya pak, takut kena tamparan lagi" terang Agil. Archee tertawa mendengarnya.


"Mentalmu kena juga sama Zoya, Gil. Ya sudah, biarkan saja dia datang. Toh rumah juga lagi ramai" Agil mengangguk.


Archee merogoh kocek celananya karena ada pesan masuk.


Mas Zafran : Chee, Mas lagi di Demak nih, ngejar orang. Kirimin alamat kamu, sekalian mampir


Archee tersenyum membacanya dan segera membalas pesan itu.


Me : Jln. Puspitasari Blok D no 14. Rumah warna abu2 Mas. Ngejar orang sama siapa?


Mas Zafran : sendirian. Komplotannya nyebar, jadi kami juga nyebar


Me : Udah ketemu orangnya?


Mas Zafran : 😒 belum lah. Kamu kira ngintai orang gampang apa?


Me : 😅 semangat!


"Gil, udah mau makan siang nih, makanannya kok gak datang-datang ya?" tanya Archee.


"Bentar pak, saya konfirmasi dulu sama restonya" Agil menghubungi resto tersebut. Dan mendapat jawaban dari pertanyaan Archee.


"Mobil mereka mogok di dekat pecinan Pak" terang Agil.


"He? Yaweslah, susulin aja" perintah Archee. "Ayo Gil"


Mereka berdua keluar dari rumah. "Bang, mau kemana?" tanya Damar yang sedang asyik ngobrol dengan keluarga yang lain.


"Nyusulin catering" jawab Archee.


"Biar aku aja, Abang dirumah aja"


"Bener gak papa?"


"Gak papa lah, sana temenin tamu yang lain. Biar aku sama Mas Agil yang susulin" Archee mengangguk.


"Mas Damar, aku ikut" kata Ilyas. Ia bebar-benar jengah melihat Adel yang malah sibuk dengan ponsel dan laptopnya. Damar mengangguk. Mereka bertiga menyusul pihak catering yang mobilnya mogok di dekat area pecinan.

__ADS_1


Jalanan nampak sepi, mungkin karena terik matahari sudah berada di atas kepala, membuat semuanya enggan untuk keluar rumah.


Seorang lelaki dengan wajah babak belur dan sedikit berdarah di bagian pelipis matanya, berlari menjauh dari kejaran dua orang bertubuh gempal. Ia kebingungan harus kemana lagi untuk bersembunyi. Ia melihat ada sebuah ATM senter. Ia masuk ke dalamnya dan bertemu dengan seorang wanita.


"Please, tolong saya" kata lelaki itu. Zoya, yabg saat itu sedang menarik uang dari mesin ATM terkejut dengan penampilan lelaki itu.


"Kamu kenapa?" tanya Zoya. "Jangan banyak tanya, tolong saya dulu" pinta lelaki itu.


"Iya, tolong apa?"


Lelaki itu melepas jaketnya dan memakaikannya pada Zoya. Ia mendorong Zoya hingga terhimpit oleh tubuh lelaki itu dan mesin ATM. Dan tiba-tiba saja lelaki itu mencium bibir Zoya. Zoya terkejut, tapi ia tak bisa memberontak. Pintu ATM senter terbuka dan tertutup kembali.


Dua orang pria bertubuh gempal tadi merasa risih dengan yang dilihatnya di dalam ATM senter itu. "Kayak gak ada tempat aja! Dia gak ada disini! Cari di sekitaran klenteng!" Mereka lalu bergegas mencari incarannya.


Setelah memastikan orang tadi pergi, lelaki itu melepaskan ciumannya dari bibir Zoya. Zoya membeku. Tapi ia langsung sadar. Refleks menampar lelaki itu.


"Kamu sudah mencuri ciuman pertamaku! Dasar cabul! Aku akan menuntutmu! Aku ini seorang camat!" umpat Zoya. Lelaki itu hanya tersenyum kecut dan mengambil jaketnya kembali.


"Terima kasih atas pertolonganmu" lalu meninggalkan ATM senter. Zoya semakin kesal karena sikap lelaki yang tak dikenalnya itu seenaknya sendiri.


Lelaki itu melihat keadaan dan segera mencari tempat perlindungan yang aman. Dan saat itulah, Damar yang mengenalinya menawarkan tumpangan padanya.


"Pantomim!" seru Damar. Lelaki itu menoleh. "Ya Allah, kenapa ini?" Damar sangat kenal dengan lelaki itu. Zafran Putra Wicaksana. Intel yang ditugaskan untuk suatu kasus, yang mengharuskannya sampai di Demak.


"Jengukin Bang Archee sama istrinya"


"Ooowwhhh.... nebeng ke rumahnya kalau gitu" Damar mengangguk. Sebuah mobil berhenti di samping mereka lalu melempar botol minuman ke kepala Zafran. "Laki-laki gila!" umpat perempuan itu lalu tancap gas meninggalkan mereka.


Zafran meringis kesakitan. Agil yang mengenali mobil itu. "Bu Zoya?" Damar dan Zafran melihat Agil.


"Mas Agil kenal dengan yang punya mobil?" tanya Damar. Agil mengangguk. "Itu bu camat yang tergila-gila sama pak Archee pak Damar"


Semuanya tercengang mendengarnya. "Untung si Archee gak mau sama dia, kalau sampai mau, hidupnya bakalan gak tenang deh. Hahaha"


"Eh Bang, kenalkan, ini namanya Bang Ilyas, calonnya Adel"


Zafran mengulurkan tangannya. "Zafran, ini pacarnya si bontot? Berarti rumah ramai dong?" Damar mengangguk.


"Ilyas, iya Bang, ramai. Abang siapanya A squad?"


"Aku abang sepupu mereka"


Agil telah menyelesaikan pembayaran dengan pihak resto. Lalu mereka berpisah. Rombongan kembali ke rumah Archee. "Mobilku pasti disita sama mereka itu Dam! Adoooohhhh......" kata Zafran pasrah.

__ADS_1


"Ck, kayak gak mampu beli aja sih bang!"


"Hahaha, eman Dam!"


Sedang di rumah Archee, Zoya sudah sampai terlebih dahulu. Ia menyetabilkan emosinya. Lalu turun dengan senyum tulus.


Ia mengucap salam. Dipersilahkan oleh Amaris masuk dan bertemu dengan Humai. "Kok bisa perdarahan sih bu Archee?" tanya Zoya lebih akrab dari sebelumnya.


"Hehehe, itu tuh bu Zoya, gara-gara pak camat tuh" jawab Humai malu-malu.


Zoya tak paham dengan ucapan Humai. Lalu Humai membisikkan sesuatu di telinganya. "Astaghfirullah..... Emang si Archee ya! Nafsunya gede banget sih!"


Semua yang ada di kamar itu tertawa mendengar umpatan Zoya. Makanan datang. Semuanya terkejut dengan kedatangan Zafran. Aylin membantunya membersihkan lukanya. Membuat Imam terbakar cemburu.


"Mas aja yang bersihin!" kata Imam. Zafran terheran dengan ucapan Imam. "Hehe, kenalin, ini Mas Imam. Calon suami Ay Ay" kata Aylin.


"Weeehhhh......, move on nya cepet amat buk! Baru lhoh, pantesan daritadi Mas ditatapnya gak enak banget. Dah lah, Mas Zaf bersihin luka ini sendiri. Nasib jomblo ya begini"


Aylin tertawa mendengarnya. Archee memanggil semua yang ada di kamar untuk keluar dan makan. Disaat itulah Zoya kembali bertemu dengan Zoya.


"Lelaki cabul!" umpat Zoya. Semua melotot mendengarnya. Zafran masih bersikap santai. Dan hanya cengar-cengir di depan semuanya. Archee penasaran dan menanyakan ceritanya.


"Ngawur kamu Mas, anak orang lho itu, main cium seenaknya"


Zafran tertawa. "Gak ada cara lain Chee, cuma itu satu-satunya cara. Ya nanti lah aku minta maaf sama dia"


"Pantas lah dia bilang kamu cabul. Secara begitu kejadiannya. Makan dulu deh, habis itu minta maaf sama dia"


.


.


.


Like


Vote


Komen


Tip


Covid oh covid, tetap patuhi prokes ya gaes. Tuh temen othor ada yg kena lagi. Jangan panik ya meskipun gak boleh piknik! 😅😅😅.

__ADS_1


Zoya sama Zafran aja gimana? Setuju? 😁😁😁


__ADS_2