
Sesuai janjinya, Archee ijin saat sudah jam sepuluh. Ia menyerahkan semuanya kepada Agil. Archee segera membereskan berkas kerjanya. Memanggil Agil untuk ke ruangannya. "Gil, nanti berkas yang perlu ditandatangani langsung antarkan ke rumah saja"
"Nggih, Pak. Salam untuk bu Camat"
Archee menatap Agil. Agil masih tak sadar jika ucapannya membuat Archee cemburu. Archee menatapnya tajam. Agil menjadi bingung kesalahan apa yang barusan dibuatnya.
"Ada..... apa ya Pak?" tanya Agil polos.
Archee bersidekap. "Kenapa titip salam sama bu Camat? Ada urusan apa kamu sama istri saya? Memang kamu kenal dekat banget sama istri saya sampai harus titip salam segala? Hmm?"
Agil memukul bibirnya yang lancang bicara sembarangan. Ia lupa bahwa sekarang atasannya menjadi bucin alia budak cinta. Bloon banget sih kamu Gil..... Singa jantannya marah Gil kamu titip salam sama bininya. Duh deeeekkkk..... salah ngomong lagi. Batin Agil
Agil menyengir. "Maksud saya, anu pak....."
"Ona anu ona anu?? Kamu kerja disini udah hampir 2 tahun ya Gil?? Piye? Minta dioper ke tempat pelosok?? Ngomongo"
Agil menggeleng dengan cepat. "Ampun pak.... saya betah disini"
Archee menirukan ucapan Agil. "Awas kamu kalau godain istri saya ya Gil"
"Gak bakalan pak, bu Humai bukan tipe saya" Archee melotot padanya. "Maksudnya.... bu Humai itu tipe bapak sekali.... kan sesuai tuh sama keinginan bapak, orangnya ceria dan tegas. Betul begitu pak??" Agil menyengir pada Archee.
Archee tersenyum mendengarnya. "Sip! Ambilin mangga muda di halaman kantor! Kan banyak yang berbuah kan?? Buruan!"
"Ha? Saya pak??"
"Ya iya lah, masa pak Camat kamu suruh manjat! Gih buruan! Dalam 15 menit gak dapat itu mangga, tak pindahin beneran kamu ke kota yang lebih jauh dari Demak"
Agil segera balik badan dan menuju halaman kantor. Melepas sepatu dan kaos kakinya. Mulai memanjat.
"Ini nih sebenarnya yang pengen mangga muda siapa sih?? Istrinya? Kok aku yang manjat ya? Ih! Bapak nih! Suka benar ngerjain aku"
Di bawah Mbak Yanti melihat ada sepatu. Ia melihat ke atas pohon. "Woi! Gil! Ngapain?"
"Ngambil mangga muda mbak"
__ADS_1
"Ha? Buat siapa? Ih! Jangan macem-macem sama anak orang kamu Gil"
Agil berdecak. "Astaghfirullah mbak..... gak lah! Buat bu Camat! Mbak, tolong ambilin tempat dong!"
"Halah, masukin kantongmu rak wes.... (Halah, masukin kantongmu saja lah.....)"
"Gak muat mbak! Buruan ih!" Mbak Yanti malah bersidekap di bawah. "Lempar aja dah, Mbak tangkap!"
"Oke!" Agil melempar mangga muda itu ke bawah. Mbak Yanti menangkapnya dengan sempurna. "Wes Gil? (Sudah Gil?)"
"Sampun mbak (Sudah Mbak)"
"Yowes gek ndang medun. Perlu tak tangkapi san gak? (Ya sudah buruan turun. Perlu tak tangkap juga gak?)"
"Ora perlu (Gak perlu)" Agil mulai turun perlahan. Karena ada ada dahan yang agak jauh dan celana seragam Agil yang memang press body mengakibatkan sobek pada bagian ************ mengarah ke pantat. Krek.
Ditambah lagi ada ranting agak besar menyangkut di kantong celana bagian belakangnya. Membuat celana itu sobek tak beraturan. Mbak Yanti melihat ke atas karena masih bisa mendengar bunyi tadi masih bisa mendengar bunyi itu.
"Kamu kentut Gil??" sambil menahan tawa karena matanya menangkap sesuatu yang lain dari celana Agil.
"Opo sih Gil?? Sing cetho leh ngomong! (Apa sih Gil?? Yang jelas kalau ngomong!)" Mbak Yanti masih bisa menahan tawanya.
"Kathok ku suwek mbak ning selangkangane! Kantonge yo suwek! Njur piye iki Mbak??(Celana ku sobek mbak di selangkangannya! Kantongnya juga sobek! Terus gimana ini Mbak??)" Mbak Yanti malah tertawa puas. Archee keluar dari kantor. Melihat Mbak Yanti tertawa terbahak-bahak.
"Ada apa Mbak Yanti?"
"Hahahaha, eh Bapak! Itu Pak! Si Agil celananya sobek" Archee melihat Agil turun dan menutupi celananya yang sobek.
"Ora usah mbok tutupi Gil! Aku ngerti boxer mu gambar e spongebob! Hahahahaha" ucap Mbak Yanti membuat wajah Agil merah padam karena malu.
Archee ikut tertawa atas kejadian itu. "Jal tak ndelok Gil!"
"Ojo to pak!" Agil memanyunkan bibirnya. "Sediluk!" bantah Agil.
Agil berdecak lalu membuka tangkupan tangannya yang ada di pantat sebentar. Archee melihatnya dengan cepat. Dan benar yang dilihat Mbak Yanti, gambarnya memang spongebob. Archee tertawa lebih keras dari biasanya. "Hadoh Gil, perutku kram! Sana pulang! Ganti celana dulu, habis itu balik kesini lagi. Itu boxer spongebob siapa yang beliin Gil? Ibuk mu atau pacarmu? Eh lupa aku, kamu kan gak punya pacar.... Hahahaha. Dah lah! Saya mau pulang dulu. Wkwkwkw"
__ADS_1
Mbak Yanti memberikan beberapa mangga itu kepada Archee. Lalu Archee pamit pulang. Sesampainya di rumah, orang tuanya sudah siap berangkat ke Semarang.
"Mah, bumbu rujak apa aja?" tanyanya.
"Sudah Mamah buatkan tuh di dalam. Tinggal kupas mangga aja. Buruan gih! Humai udah ngiler nungguin kamu"
"Ya sudah, makasih ya mamahku sayang.... Paj, Mah, hati-hati di jalan. Semoga nanti sidang BP4R nya dimudahkan oleh Allah..."
"Aamiin. Papah dan Mamah pamit dulu. Nanti kami kesini lagi" jawab Papah Duta. Archee memeluk orang tuanya dan menyalaminya. "Assalamualaikum"
"Waalaikum salam" Mobil orang tua Archee pun melaju meninggalkan rumah Archee. Ia segera masuk dan mengeksekusi mangga itu. Menyuguhkannya pada istrinya.
"Enak??"
Humai tersenyum senang. "Makasih ya Abang!"
"Kiss disini dulu dong!" Archee menunjuk pipi kanannya. Humai tersenyum dan segera memberikan ciuman termanisnya bagi Archee. Namun, belum sempat ciuman itu mendarat di pipi Archee, Archee menoleh dengan cepat dan memanyunkan bibirnya. Membuat mereka berciuman.
"Ih! Nakal!"
"Hahahahaha"
.
.
.
Like
Vote
Komen
Tip
__ADS_1
Gusti..... adik sepupu, adik kandung, mas sepupu othor pada kena covid semua.... pasien hampir 90.... othor kudu gledak dimintai tolong sana sini.... 😩😩😩