Pelabuhan Hati Si Kembar 4

Pelabuhan Hati Si Kembar 4
Bab 21


__ADS_3

Pukul 1 siang, Aylin dan tim medis lainnya sudah kembali lagi ke puskesmas. Menyelesaikan pekerjaan yang ada, sambil menunggu jam pulang.


Aylin tiba-tiba saja ingin ke rumah budhe dan pakdhe nya. Ingin bercerita dengan sepupunya, Kinanti Ayu Wicaksana, anak dari Ayuna Lestari dan Agus Wicaksana. Ia menghubungi sepupunya itu.


Me : Mbak Kin, dirumah gak?


Mbak Kinan : dirumah mamah dek, kenapa?


Me : Lagi sibuk gak? Mau curhat


Mbak Kinan : Sibuk ngurus krucils. Sini lah, Mas mu juga di rumah tuh. Biasanya kan kamu curhatnya sama Zafran


Me : Mas Zafran di rumah? Oke deh Aylin kesana. Pulang kerja langsung otw sana.


Pukul 2 siang lewat 30 menit. Aylin sudah melakukan finger print. Menandakan jam kerjanya telah usai. Mobil Seno sudah terparkir di depan gerbang puskesmas.


Seno turun dan melihat Aylin hendak pulang. Ia tersenyum ke arah Aylin. "Ay, sayang, jangan ngambek begini dong"


"Minggir!"


"Gak, gak mau"


Aylin menepis bahu Seno, berjalan meninggalkan Seno. Seno menghadangnya lagi. "Kita bicara yuk"


"Gak!" jawab Aylin singkat.


"Jangan kayak anak kecil bisa gak sih? Ha? Hargai dong usaha aku buat jemput kamu. Kamu pikir waktu ku cuma buat kamu doang apa? Aku rela ninggalin kerjaan aku cuma buat jemput kamu, dan ini balasan kamu?" Seno membentak Aylin karena kesal dengan sikap Aylin yang seperti anak kecil.


Aylin menangis. Ia berjongkok. Seno mendekatinya dan menenangkannya. "Maafin mas, kita ngobrol dulu" Seno memapah Aylin masuk ke mobilnya.


Mereka berdua sudah berada di dalam mobil. Seno memberikan air untuk Aylin. "Minum dulu"


Aylin menerimanya. Lalu meminumnya. "Mas minta maaf lupa jemput kamu. Mas ketiduran sayang"


Aylin menghapus air matanya. Ia menenangkan dirinya. "Tadi pagi kamu bangun jam berapa?" pancing Aylin ingin memastikan kebenaran cerita Amaris.


"Jam 8"


"Yakin jam 8? Bukan jam setengah 7 sudah ada di jalan sama seorang perempuan hamil?"


Seno menoleh dengan cepat ke arah Aylin. Ia gelagapan tak siap mendapati pertanyaan itu. "A-aku memang nganter Suci sih tadi pagi"


"Tuh kan? Kamu bohong kan? Kebohongan apa lagi yang kamu tutupi dari aku? Sebenarnya Suci itu siapanya kamu?"

__ADS_1


Seno kesal. "Ck, oke memang aku tadi bohong, Suci tadi pagi mules-mules aku takut dia kontraksi sedangkan umur kehamilannya baru 7 bulan. Suci ya saudara aku lah"


"Saudara tapi care banget ya? Sampai mules aja kamu bingung? Lebih care dari suaminya, sampai aku kamu abaikan! Pernah kamu peduli sama perasaan aku? Disuruh ketemu sama Papah dan Mamah saja susahnya minta ampun. Niat serius gak sih sama aku? Lebih penting mana aku sama Suci?" Aylin mengeluarkan uneg-unegnya.


Seno diam. "Maafin aku yank, aku tidak bermaksud untuk mengabaikanmu. Tapi.... keadaan yang mendesakku. Pahamilah, suami Suci menitipkannya padaku"


"Oh ya sudah, itu artinya kamu lebih memilih Suci dibanding aku kan? Terus kamu maunya gimana? Putus?"


"Ck, apa-apaan sih? Jangan kayak anak kecil deh Ay! Aku sudah minta maaf, kamu masih saja marah, merembet kemana-mana. Terserah kamu lah!"


Aylin kembali menangis. Seno tak tega melihatnya. "Maafin mas sayang, maaf. Bukan maksud hati mas mengabaikanmu. Mas janji mas akan lebih memperhatikanmu. Sabtu depan mas kosongkan jadwal mas, kita pulang ke Magelang, ketemu sama Papah dan Mamah kamu. Kamu mau kan?"


Seno mencoba membujuk Aylin. Aylin masih saja menangis. "Sudah sayang, mas minta maaf, ayolah Ay, jangan seperti ini. Jangan memperumit keadaan"


Aylin menenangkan dirinya. Seno menggenggam tangannya dan mengecupnya. Mata mereka saling bertemu. "Mas janji akan lebih perhatian ke kamu"


"Janji?"


Seno mengangguk. "Apa hukumannya kalau kamu ingkar janji mas?"


Seno tampak berpikir. "Apa ya? Terserah kamj, mas akan terima hukuman itu"


Aylin mengangguk. "Oke, aku akan pikirkan hukuman yang pantas untuk kamu kalau kamu ingkar janji dan tidak memperhatikanku"


Seno memberi hormat padanya. "Siap nyonya!"


"Haduh, gak bisa sayang, aku ada meeting. Lain kali aja ya?"


Aylin terdiam kembali. "Belum ada 5 menit kamu minta maaf dan berjanji akan memperhatikanku, tapi ini apa? Udah lah mas, aku capek sama sikap kamu ke aku yang begini. Cuek. Aku juga pengen seperti cewek lainnya. Mereka diperhatikan oleh pasangan mereka. Sesibuk apapun itu"


Aylin keluar dari mobil Seno dan langsung menyetop taksi. Seno ingin mencegahnya tapi terlambat. Ia kesal dan menendang ban mobilnya sendiri. Aylin memberitahukan kemana supir itu harus mengantarnya. Karena pasti Seno akan mengejarnya samoai ke rumah budhenya.


Ia mengirim chat kepada Zafran Putra Wicaksana, adik dari Kinan, anak kedua pasangan Yuna dan Agus. Seorang anggota BIN.


Me : Mas bisa ketemu gak? Aku butuh teman curhat


Mas Zafran : Sekarang banget


Me : Iya


Mas Zafran : Dimana dek?


Me : Resto Damar Wulan. Milik keluarganya calonnya Amaris. Aku reservasi dulu. Aku udah otw kesana

__ADS_1


Mas Zafran : Woke! Kamu yang bayar ya? 😂😂


Me : Iya, bilang ke mbak Ki kalau aku batal.ke rumah


Mas Zafran : Nggih cah ayu


Aylin memberitahu Amaris untuk membantunya membuat reservasi di resto Damar Wulan. Tak lama ia pun sampai. Membayar taksi dan segera masuk ke resto itu.


Ia menuju meja yang sudah direservasi atas namanya dan duduk menunggu Zafran. Ia memesan beberapa makanan kesukaan Zafran. Tak lama Zafran datang. "Assalualaikum"


"Waalaikum salam" Zafran duduk dan membaca ekspresi wajah Aylin. "Lagi sedih pasti nih..... kenapa adik mas?"


Aylin mulai berkaca-kaca. "Mas, tolong bantuin aku melacak identitas seseorang. Tolong juga ajari aku cara menghack WA. Aku ingin menyelidiki pacarku"


Makanan dan minuman datang. Zafran meminumnya. "Siapa?"


"Suci Triana"


"WA nya?"


"Seno Baskara"


"Ada apa sama mereka sehingga kamu seperti ini?"


"Mas Seno jarang sekali perhatian ke aku. Dia lebih perhatian ke perempuan bernama Suci. Aku ingin tahu siapa Suci sebenarnya karena Seno selalu bilang kalau dia adalah saudaranya. Amaris 2 kali melihat Seno selalu bersama Suci"


Zafran mengangguk. "Oke, nanti langsung mas bantuin. Lin, dengerin mas, kalau hatimu mulai ragu, jangan diteruskan. Karena hubungan bukan hanya sementara, tapi untuk selamanya"


Aylin mengangguk. "Mas sendiri apa kabar? Ingat umur udah masuk kepala 3" Zafran tersenyum. "Belum nemu yang pas, kemarin si Archee nikah cuma Bunda dan Ayah yang datang. Mbak Ki sama suaminya lagi di Sulawesi, akunya kena tugas. Jadi maaf ya gak bisa datang"


"Minta maafnya sama yang bersangkutan dong"


Zafran mengangguk. "Iya"


.


.


.


Like


Vote

__ADS_1


Komen


Tip


__ADS_2