
Aylin menepati janjinya untuk bertemu dengan Imam di poagi hari. Karena Imam akan mengikuti pelatihan di Jakarta selama 3 hari. Ia menunggu di dalam mobil. Sambil membuka instagram miliknya.
Ada pesan masuk lewat sosial medianya itu. Pesan dari Suci Triana. Ia ingin mengabaikannya. Tapi, rasa penasarannya amat lah besar. Akhirnya dia membukanya.
Suci_Triana : Assalamualaikum. Mbak Aylin, saya ucapkan selamat atas lamarannya. Bisa tidak jika anda memblokir semua akun sosmed pertemanan anda dengan suami saya? Saya merasa terganggu dengan komentar yang ditinggalkan oleh suami saya di postingan anda. Terima kasih. Mohon sadar diri.
Aylin merasa heran dengan pesan itu. Hatinya sedikit jengkel membacanya. "Disini tuh yang sebenarnya godain siapa sih?? Heran deh! Godain Seno?? Idih! Buat apa?? Terlintas di pikiran saja kagak! Mau aku blok atau tidak, itu kan urusan aku! Kenapa dia yang repot?? Suruh aja suami lu yang blokir akun sosmed gua! Hah! Pagi-pagi baca komenan ini bikin emosi aja sih!"
Imam datang dan langsung masuk ke dalam mobil. Ia tersenyum kepada Aylin. "Assalamualaikum Ay Ay kesayangan..."
Aylin tersenyum. "Waalaikum Mas loreng kesayangan. Sudah sarapan? Berangkat jam berapa?"
"Belum sarapan, jam delapan berangkat dari sini sama Bang Bahar"
Aylin menyodorkan rantangan yang sedari pagi ia buat untuk Imam. Imam menerimanya dan membukanya. "Waaaah..... nasi goreng. Siapa yang buat?"
"Ay Ay lah! Masa Adel??"
"Adel lagi dibawa-bawa. Makasih ya sayang. Mas makan ya? Penasaran sama rasanya" Imam mulai menyendok makanan itu lalu mengunyahnya. "Hmmm..... mantap! Besok buka warung nasi goreng saja kalau gitu!"
Aylin tertawa mendengarnya. "Mas, aku lagi sebel sama seseorang!" Imam menoleh dan menelan makanannya. "Siapa?"
"Istri mantan ku! Ya masa aku dituduh godain suami dia coba?? Idih!!" kata Aylin jijik. Imam tersenyum kecut mendengarnya. "Biar saja, gak usah dimasukkan dalam hati. Istri mantan kamu takut kehilangan suaminya, makanya dia begitu"
"Tapi kan aku gak godain!"
"Lha iya makanya Mas bilang biarkan saja. Kalau kamu tanggapi, dia akan semakin berasumsi kalau kamu memang godain itu mantan kamu. Jadi, mantan kamu pengusaha?"
Aylin bingung. Bagaimana Imam bisa mengetahuinya. "Iya, kok kamu tahu??"
Imam mengangguk-anggukkan kepalanya. "Ada deh.... Minum Ay" Aylin menyodorkan botol minumnya untuk Imam. Imam meminumnya lalu memberikannya lagi kepada Aylin. "Botol ini buat kamu sayang, aku sudah bawa"
Imam tersenyum. "Makasih ya, nanti mengurus berkasnya sendiri dulu ya? Maaf Mas belum bisa nemenin"
"Iya, gak papa. Persyaratannya hampir sama kayak nikah kantor kata Maris. Jadi, sedikit dapat gambaran dari Maris" Aylin melihat wajah Imam.
"Kenapa? Hmmm?"
__ADS_1
Aylin menggeleng. "Gak papa, bakalan kangen deh sama kamu, tiga hari gak ketemu. Aduh.... berat Mak! Adel kok ya bisa kuat ya??"
Imam malah tertawa mendengarnya. "Belajar LDR dari sekarang, karena nantinya saat kamu sudah resmi menyandang gelar Ibu persit, kamu pasti akan mengalaminya nduk cah ayu...."
Aylin tersenyum dan mengangguk. "Iyaaaa....."
"Masih ada waktu lima belas menit. Enaknya ngapain kamu ya??" kata Imam sambil tersenyum jahil. Aylin tersenyum kecut. "Coba berani ngapain aku? Bukan tak laporin Provost, tapi tak laporin Emak! Biar nanti kalau kamu pulang bukan dibawain gagang sapu melainkan parang! Mau kamu???"
Imam tertawa mendengarnya. "Ampun sayang.... Eh, foto berdua dulu dong sebelum Abang berangkat!"
"Ayo!" jawab Aylin semangat. Mereka berpose dengan bermacam-macam gaya. Aylin langsung mengunggahnya di instagramnya. Menuliskan caption Bahagiaku hanya denganmu dan menandai sosmed milik Imam.
"Kenapa ditulis begini? Memang sama mantanmu dulu gak bahagia??" tanya Imam menyelidik.
Aylin tersenyum. "Ya karena memang dari kamu aku mendapatkan semuanya. Perhatian, pengertian, ketulusan, dan over protektifnya itu lho yang gak nguati!" Imam tertawa mendengarnya. "Jadi?"
"Ya kamu doang Mas yang mencintaiku dengan semua hal itu. Dan aku bahagia. Sama yang kemarin sih adanya makan hati doang! Udah ah, jangan ngomongin mantan melulu. Fokus ke tujuan kita! Membangun hubungan menuju rumah tangga sakinah mawaddah warohmah. Ingat pesan Papah sama kamu dan Damar"
Imam mengangguk. "Ya sudah, buruN berangkat gih. Nanti kalau telat. Hati-hati bawa mobilnya ya?" Aylin mengangguk. Imam hendak turun. Ponsel Aylin berbunyi. Aylin melihat nama yang muncul. Mas Seno. Ia menarik tangan Imam.
"Seno" jawab Aylin. "Angkat, Mas pengen tahu dia mau ngapain telpon kamu. Pagi-pagi lagi" Aylin mengangguk. Ia mengangkat telpon dari Seno.
"Assalamualaikum" Aylin menyalakan loudspeakernya.
Waalaikum salam, apa kabar Ay? tanya Seno dari seberang. Imam bersidekap dan mendengarkan percakapan yang terjadi.
"Baik, ada apa? Buruan! Aku mau kerja!"
Oh, ganggu kah? Dulu aja kamu sering nyariin aku
Aylin diam tak menjawabnya. Imam tersenyum kecut mendengar hal itu. "Buruan ngomong ada apa??"
Gak papa, cuma pengen tahu kabar kamu aja sih. Kamu dan keluarga kamu sehat kan??
"Alhamdulillah"
Alhamdulillah, eh, Maris senin nikahan ya? Suci diundang tuh sama keluarganya Damar. Aylin mengingat cerita Maris yang lalu, yang mengatakan bahwa Suci adalah teman arisan dari kakaknya Damar.
__ADS_1
Ay, berarti senin kita ketemu dong!
"Terus kenapa??" tanya Aylin mulai dongkol. Gak papa, senang aja akunya. Aku boleh cerita gak sama kamu?
"Masalah?"
Suci, dia tuh beda banget sama kamu. Dia tuh cuek. Bukan kayak kamu yang dulu selalu menanyakan keberadaanku. Aku kangen masa-masa itu Ay. Aku tuh jarang dilayani sama Suci. Semua-semua serba sendiri.
"Ya kan kalian punya baby, pasti lah istrimu sibuk sama babynya" jawab Aylin datar.
Meskipun gak sibuk sama baby juga dia cuek banget Ay, gak kayak kamu yang selalu hangat terhadapku
"Maaf, dulu aku sudah pernah bilang kan? Hargai yang nantinya menjadi pendampingmu, terima baik buruknya dia. Itu pilihanmu, ya sekarang jalanin aja apa yang ada. Aku mau kerja. Dah ya??"
Imam merebut ponsel Aylin. Dia berdahem. Siap berbicara yang menjadi uneg-unegnya. "Ehm.... begini ya pak Seno, anda itu sudah punya istri. Sebaiknya kalau ada apa-apa itu dibicarakan dengan istri anda. Bukan sama pasangan saya"
Eh, ada calonnya toh?? Maaf ya, cuma sharing is caring aja kok
"Hahaha, buaya sekali buaya tetep buaya Pak! Camkan ucapan saya ini, hanya karena anda tidak dicintai dengan cara yang anda harapkan, bukan berarti istri anda tidak mencintai anda. Mulai sekarang, kurang-kurangin menuntut yang tidak ada pada istri anda. Karena dia sudah mencintai anda dengan versi terbaiknya."
Hahaha, memang situ kenal dengan istri saya? Istri saya itu cuek, tidak seperti Aylin yang selalu hangat terhadap saya.
Imam geleng kepala mendengarnya. "Ternyata benar adanya ya? Karma itu akan datang tanpa kita mendendam. Dengar ya Pak Seno yang terhormat, jika Allah sudah memberimu satu wanita yang setia dan baik akhlaknya tapi kamu tidak pernah bersyukur memilikinya, sampai kapan pun, kamu tidak akan pernah mendapatkan orang yang lebih baik dari dirinya. Karena setiap masalah akan kembali pada dirimu sendiri yang selalu ingin mendapatkan orang yang lebih baik darinya secara penampilannya, tapi tidak dengan ketulusan hatinya. Ingat, dulu kamu yang membuat Aylin pergi, dan sekarang dia sudah pergi sesuai dengan keinginanmu. Tolong jangan ganggu calon istri saya, atau akan saya buat perhitungan dengan anda! Wassalamualaikum!"
.
.
.
Like
Vote
Komen
Tip
__ADS_1