
Humai sudah mendapatkan bahan-bahan untuk membuat sop balungan pesanan sang suami. Ia segera kembali ke rumah dengan hati riang gembira.
Ia melajukan mobilnya kembali ke rumah. Segera setelah sampai rumah, ia mengganti bajunya, mencuci tangannya kemudian mengeksekusi bahan tersebut.
Hampir 3 jam ia berkutat di dapur. "Tara..... udah jadi masakannya.... Hmmmm, harumnyaaa..... Pasti makin cinta kamu sama aku Bang. Hihihihih"
Ia mengetik pesan untuk suaminya.
Me : Sayang, pulang jam berapa? Masakannya udah matang lhoooohhhh
Bang Archee : Mai, tolongin Abang Mai! Abang gak bakalan bisa pulang ini!
Ekspresi wajah Humai seketika langsung panik. Ia melakukan video call kepada Archee. Wajah Archee seperti anak kecil ingin menangis. "Assalamualaikum, Abang kenapa?"
"Waalaikum salam, tolongin Abang, kantor Abang kedatangan kuntilanak gila di siang bolong Mai, huhuhu. Agil di luar entah udah diapain sama itu mak kunti"
Humai semakin bingung dengan ucapan suaminya. "Jangan banyak tanya Mai, buruan kesini dan tolongin Abang, cuma kamu doang yang bisa nancepin lagi paku itu di kepala mak kunti. Buruan!"
Humai mengangguk. "Ya sudah, tunggu ya? Assalamualaikum"
"Waalaikum salam, cepet!"
Humai mematikan panggilannya. Bersiap untuk ke kantor Archee. Mondar-mandir mempersiapkan segalanya. "Bawain makan siang sekalian deh!"
Humai kembali ke dapur saat akan keluar rumah. Menyiapkan semuanya. Ia memastikan barang bawaannya. "Rantangan, hp, dompet, kunci mobil, oke, udah siap semua" Ia segera keluar dari rumah dan mengunci rumahnya.
Melajukan mobil sedikit cepat agar cepat sampai di kantor suaminya. Tak berselang lama, ia pun sampai. Ia tak menemukan keanehan saat mengamati luar kantor Archee.
Ia berjalan cepat menuju ke dalam ruangan. Dirinya sampai terkejut. Semua pegawai kecamatan sampai ketakutan. Agil sedang bersama seorang wanita. Humai memperkirakan umurnya jauh lebih tua dibandingkan dirinya.
Kerah baju Agil sampai dicengkeram kuat oleh wanita itu. Ia menggeram kepada Agil, meminta penjelasan dari Agil tentang berita yang ada di grup. "Assalamualaikum" ucap Humai.
Semuanya menoleh padanya. Ada yang menjawab salamnya dengan lirih. "Waalaikum salam. Bu camat....." jawab Agil dengan wajah melas.
__ADS_1
Zoya, dia sedang kesetanan, tak terima dengan berita yang tersebar di grup. Menganggap bahwa itu hanyalah sebuah settingan. Melabrak Agil untuk mencari kebenaran.
Zoya dan Humai saling tatap. "Ini siapa Gil?" tanya Zoya melepaskan cengkramannya dari kerah baju Agil dan merapikan bajunya.
"Ini istri pak Archee bu camat Zoya...... Saya beneran! Gak bohong! Kalau gak percaya tanya saja sama orangnya langsung" terang Agil.
Archee keluar dari ruangannya. Ia menarik tangan istrinya agar tak didekati Zoya. "Perempuan masih piyik begini kamu nikahi, apa kurangnya aku??"
Humai tersenyum kecut. "Maaf? Piyik? Maksud anda saya anak ayam? Lalu, kalau saya masih piyik apa salahnya? Piyik ini sudah bisa membuatnya ketagihan dan selalu ingin dekat dengan saya! Kalau saya anak ayam, anda apa? Babon? Atau apa??"
Semua pegawai tertawa mendengarnya. Baru kali ini ada yang berani melawan Camat Zoya. "Pinter ngomong! Kamu itu merebut Archee dari saya! Kamu itu tidak ada apa-apanya dibanding saya!"
"Saya? Merebutnya? Ouw maaf ya bu, saya gak pernah merebut siapapun. Abang Archee sendiri malah yang ngejar-ngejar saya. Memang, saya tidak ada apa-apanya dibanding anda. Saya lebih cantik, lebih segar, lebih seksi dibanding anda yang aduhh...... lihat saja lemak di perut ini? Aduh..... lengan besar ini, alah....... bawah matanya udah ada keriputnya! Lihat diri saya, semuanya masih tampak segar!"
"Halah! Gak percaya aku sama kamu kalau Archee yang ngejar-ngejar kamu!! Pasti kamu dukunin dia kan?? Pake pelet apa kamu??"
"Dukun? Hahaha, Ya Allah,..... ternyata masih ada orang kolot di dunia ini. Pengen tahu mantranya? Sini tak kasih tahu mantranya" jawab Humai masih santai. Zoya malah semakin marah. Humai mengambil botol minum di dekatnya lalu menyiramkan di kepala Zoya.
Semua pegawai bertepuk tangan melihat aksi Humai. "Biar adem isi kepalanya. Situ itu camat juga kayak suami saya kan? Jaga wibawa dong! Udah tahu ini suami orang, masih aja digodain. Emang gak malu dicap sebagai perusak rumah tangga orang? Kalau anda kira saya akan takut sama anda, anda salah. Malah sebaliknya, saya akan mempertahankan apa yang sudah menjadi milik saya. Bener kata suami saya ya, bentukan anda kayak kuntilanak! Tak tancepin paku pasak mau??"
"Iiiiiihhhhhhh..... ini semua salah kamu Gil!" Zoya sangat geram dengan semuanya. Agil kebingungan karena disalahkan oleh Zoya.
"Apa lagi salah saya bu??"
Archee tak habis pikir dengan kelakuan Zoya yang semakin menjadi-jadi. "Maaf Bu Zoya, permintaan ibu kan sudah terpenuhi, sudah melihat istri saya secara langsung dan nyata, ini bukan settingan bu! Ini real! Saya sudah menikah dengannya hampir 2 bulan ini"
Zoya semakin kesal. "Kamu tuh jahat Chee! Kenapa aku kamu abaikan??" Sekretaris Zoya datang. Ia menenangkan atasannya.
"Malu bu, ayo pulang bu" kata Rudi membujuk atasannya.
"Archee diambil orang Rud, huhuhuhu" Rudi memapah atasannya untuk keluar dari kantor kecamatan. Semuanya bernafas lega.
"Semuanya dengarkan saya, jika ada dari kalian yang buka mulut atas kejadian ini, ataupun dengan sengaja menyebarkan berita ini dalam bentuk apapun, saya pastikan, saya sendiri yang akan mengenakan sanksi pada kalian! Paham??" tutur Archee. Semuanya mengangguk.
__ADS_1
Archee menarik tangan Humai masuk ke dalam ruangannya. Humai bersidekap. "Heran aku sama Abang! Bisa-bisanya dikejar orang kayak begitu malah cuma diam!"
"Abang bukan diam Mai, Abang mencari cara agar dia gak ngejar-ngejar Abang lagi. Zoya itu, kalau belum dikasih bukti, gak akan percaya. Makanya Abang di dalam sini. Ngunci diri dari dalam"
"Apapun itu! Kalau ada makhluk begitu lagi langsung usir!"
Archee tersenyum dan mengangguk. "Kamu gak cemburu Mai?"
"Ih, ngapain cemburu? Sama kuntilanak gila begitu? Gak! Ilfeel iya! Udah tahu yang dikejar gak mau! Masih aja ngejar-ngejar! Jual mahal dikit ngapa!!"
Archee tertawa mendengar penuturannya. "Yakin gak cemburu??"
"Gak!" jawab Humai kesal. Jauh di lubuk hatinya, ia merasa panas atas kehadiran Zoya. "Ya sudah, gak usah dibahas lagi. Makan yuk! Abang lapar. Ayo pulang!"
"Ngapain pulang? Humai sudah bawakan makanannya. Untung tak tinggal di mobil tadi, coba tadi tak bawa, udah tak buat nyiram itu kuntilanak gila!! Balungannya tak tancepin ke kepalanya! Hish!" kata Humai. Archee tertawa mendengarnya.
Archee mengambil kunci mobilnya lalu mengambil makanan itu. Tak lama kembali dengan rantangan itu. Humai menghela nafasnya beberapa kali, lalu mempersiapkan makan siap untuk suaminya.
Archee makan dengan lahap. Masakan Humai benar-benar pas di lidah Archee. "Abang gak akan berpaling dari kamu" kata Archee.
"Gak usah janji doang! Buktikan aja!"
"Nggih bu camat...." goda Archee menghasilkan senyuman di wajah Humai.
.
.
.
Like
Vote
__ADS_1
Komen
Tip