Pelabuhan Hati Si Kembar 4

Pelabuhan Hati Si Kembar 4
Bab 23


__ADS_3

Aylin dan Amaris membuka laptop itu. Harap-harap cemas ia rasakan. Nama chat paling atas adalah Suci kemudian dirinya selanjutnya rekanan bisnis Seno. Aylin menghela nafasnya. "Bismillahirrahmanirrahim"


Klik. Aylin mengklik nama Suci. Ia mulai membacanya.


Me (Seno) : Assalamualaikum Ci, hari ini jadi kan ke rumah sakit? Nanti aku jemput ya? Aku mau lihat dan nyapa dek bay 😁


Suci : Waalaikum salam, jadi mas, nanti aku kabari lagi ☺


Me : Oke, nanti kabari lagi ya


10.30


Suci : Mas, nanti jadi nganter aku ke rumah sakit kan?


Me : Jadi dong, mau dijemput jam berapa?


Suci : Jam 11 jemput aku ya, janjian sama dokternya setelah dzuhur


Me : Siap nyonya Seno.... ups 😁


Air mata Aylin kembali mengalir. Meluruh tanpa permisi pada hati. Ia kembali melanjutkan membaca chat itu.


Me : Buruan keluar, aku sudah di depan rumah nih


Suci : Bentar lagi jalan 😐


Me : Iya Mas sabar kok


"Kak, waktu itu aku memang ketemu Seno di rumah sakit. Makanya aku tanya ke kakak ada saudaranya yang hamil atau gak? Kakak bilang kan ada" Aylin mengangguk.


Sabtu


Me : Lagi apa?


Suci : Lagi rebahan, daritadi dek bay gerak mulu


Me : 😊 rasanya gimana? Seneng pasti ya? Ah Mas jadi gak sabar ketemu dek bay


Suci : 😅 masih 2 bulan lagi


Me : Mau 7 bulanan yang kayak gimana?


Suci : Sederhana aja mas


Me : Gak mau baby shower?


Suci : 🤔 budgetnya lagi menipis 😅


Me : Ya sudah, selamatan kecil-kecilan aja ya?


Suci : iya


Minggu


Me : Jalan yuk, Mas suntuk


Suci : Mau kemana?


Me : Gak tahu, jalan aja pokoknya


Suci : Ya sudah, aku siap-siap dulu

__ADS_1


Me : Oke, dandan yang cantik. 🤭


22.00


Suci : Makasih kejutannya. Udah nyiapin baby shower dengan matang


Me : Sama-sama


Me : Ci, mas boleh gak ngomong sesuatu sama kamu?


Suci : Soal apa?


Me : Soal hubungan kita


Me : Mas pengen hubungan kita ke jenjang yang lebih serius lagi


Me : Mas pengen, nanti saat dek bay lahir, Mas yang mengadzani dia


Me : Mas pengen ada di tengah-tengah kalian. Selalu ada untuk kalian


Me : Malam ini, aku melamarmu Suci Triana, maukah kamu hidup denganku? Berbagi kisah dan kasih sepanjang hidupku?


Aylin tak sanggup lagi membaca chat itu. Intensitas mereka chat sudah berbeda dengan dirinya. Mereka chat hampir setiap hari. Seno lebih perhatian terhadap Suci ketimbang dirinya.


Aylin kembali menangis. Amaris tak kuasa melihatnya. Ia pun ikut menitikkan air mata. Ia ingin menguatkan kakaknya, tapi ia juga terbawa dalam kesedihan yang mendalam itu.


"Sakit dek.... huhuhu huhuhu.... huhuhuu....." Aylin meremas dadanya. Menangis tersedu. Amaris memeluk erat kakaknya.


.


Di lain tempat, Adel yang sedang bersama Ilyas tiba-tiba saja menangis dan merasakan sakit yang entah kenapa dan tak tahu penyebabnya. Ilyas menjadi bingung dan panik.


Adel hanya menggeleng. Ia menangis. Ilyas merengkuhnya dalam pelukan. Adel menangis tersedu-sedu dalam dekapan.


Archee yang sedang berada di Demak juga seketika menangis dalam sujudnya. Entah mengapa, hatinya terasa sesak. Humai sampai bingung apa yang harus dilakukannya.


"Abang... Abang kenapa?" Archee menggeleng.


"Boleh Abang bersandar sebentar saja di bahumu? Abang merasakan sakit yang teramat" Humai mengangguk ragu.


"Bo-boleh" jawabnya. Archee menyandarkan kepalanya di bahu Humai.


.


Aylin tertidur dalam lelap setelah menangis hampir 1 jam. Matanya sangat bengkak. Amaris duduk bersandar pada ranjangnya. Membelai rambut kakaknya.


"Ya Allah, limpahkanlah kebahagiaan padanya, sembuhkanlah luka di hatinya dengan cepat. Buatlah dia seperti yang ku kenal. Aamiin" Amaris mengecup puncak kepala kakaknya. Tersenyum sambil berderai air mata.


"Semoga kebahagiaan secepatnya datang menghampirimu. Dan semoga ada cinta yang lain yanh segera menyambutmu kak. Aku sayang kamu"


Amaris turun perlahan dari ranjang. Melihat jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Ia menghubungi Adel dan Archee lewat panggilan video.


"Assalamualaikum" sapa Amaris


"Waalaikum salam" jawab Adel dan Archee bersamaan.


"Kalian habis menangis?" tanya Adel. Mereka mengangguk. "Aku dan kak Aylin juga baru saja menangis. Maris mau cerita sama kalian"


"Ada apa Ris? Kamu berantem lagi sama Damar?" tanya Archee. Amaris menggeleng.


"Ini soal kak Aylin. Dia baru saja membongkar kebusukan Seno. Ia menangis dan bilang hatinya sakit, lantaran Seno hendak meminang wanita hamil yang disebut saudaranya"

__ADS_1


"Ya Allah.... kasihan sekali kak Aylin, sekarang keadaannya gimana?" tanya Adel cemas.


"Dia sedang tidur. Tolong rahasiakan ini dari mamah dan papah terlebih dahulu Del, biar kak Aylin menyelesaikannya sama Seno"


Adel mengangguk. "Bang, bilanglah terima kasih sama mas Zafran. Dia yang membantu kami mengungkap ini semua"


Archee mengangguk. "Ya sudah, aku sampai lupa mandi. Aku mau mandi dulu. Assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


Amaris keluar dari kamar Aylin. Pintu tertutup rapat. Pagi menjelang. Aylin memilih ijin tak masuk kerja dengan alasan sakit. Ia berdiam diri di rumah.


Tak berselera makan ataupun berkatifitas. Amaris sudah berangkat mengajar. Meninggalkan Aylin dengan keadaan was-was.


Aylin duduk diam di ranjangnya. Menghela nafas kemudian merebahkan dirinya kembali di ranjang.


Meraih ponselnya dan melihat chat yang masuk. Dari Seno. Ia malas membukanya. Ia membiarkan ponselnya. "Gini amat nasib cinta lu Lin, kagak mulus kayak sodara kembar lu yang lain" Katanya pada diri sendiri. Mwnghela nafasnya dan bangkit untuk mandi.


Selesai membereskan kamar dan membersihkan diri, Aylin menelpon Papahnya. Ia ingin minta bantuan kepada Papahnya.


"Assalamualaikum pah"


Waalaikum salam. Anak papah tumben telpon jam kerja? Memang kamu gak kerja?


"Aylin lagi gak enak badan. Makanya Aylin ijin. Pah, boleh minta tolong rekomendasikan Aylin untuk pindah dari Puskesmas sini gak?"


Memang kenapa? Kok tiba-tiba mau pindah. Kamu berantem sama Maris


"Gak kok. Aylin sama Maris baik-baik saja. Bisa gak pah?"


Yakin mau pindah sini? Terus nanti Amaris gimana?


"Haha, papah aneh, Maris kan udah gede, udah bisa ngurus dirinya sendiri. Buruan pah bisa apa gak? Kalau bisa dalam waktu 3 hari surat turun deh"


Huft.... Papah ink belum tahu alasan kamu sebenarnya tiba-tiba minta pindah ke Magelang. Ya sudah lah, Papah minta bantuan dulu


"Alhamdulillah, makasih pah"


Aylin menghela nafasnya kembali. "Mungkin ini cara terbaik untuk melupakan semuanya. Kamu yang bermain api, maka kamu sendiri yang harus terbakar"


Ia membuka chat yang masuk. Ada saudara kembarnya yang memberinya semangat. Ia tersenyum membacanya. Ada juga teman puskesmasnya yang mendoakan agar ia cepat sembuh. Ia kembali tersenyum membacanya.


"Semangat Lin, masih banyak yang sayang sama kamu. Masih banyak yang peduli dan tulus sama kamu. Gak usah terpuruk hanya karena dia. Hadapi, dan selesaikan!"


Ia mengirim chat ke Seno.


Me : Mas, aku pengen kita ketemu malam ini di kafe Z, kalau bisa ajak Suci sekalian. Ada yang harus segera aku sampaikan


.


.


.


Like


Vote


Komen


Tip

__ADS_1


__ADS_2