Pelabuhan Hati Si Kembar 4

Pelabuhan Hati Si Kembar 4
Bab 31


__ADS_3

Aylin bermain ponsel setelah selesai menyiapkan berkas yang diminta oleh pihak puskesmas. Ia bermain IG, ada notifikasi permintaan pertemanan. Aylin membukanya, dari Suci Triana. Ia diam dan memilih mengabaikannya. Ia menutup IG nya dan memilih bermain FB. Tak ada yang menarik, akhirnya ia menutupnya.


Ia merasa bosan dan ingin malan sesuatu. Ia keluar dari kamar dan menuju kamar Adel. Dibukanya pintu kamar adiknya, ternyata sudah terlelap. Ia melihat jam menunjukkan pukul 9 malam. Ia ingin keluar tapi tak ada temannya.


Akhirnya ia menghubungi Yohan, sepupunya. "Halo, lagi dimana dek?" tanya Aylin.


Kafe bos, gimana? Perlu bantuan?


"Hahaha, tahu aja sih. Kakak suntuk nih di rumah, mau keluar gak ada teman. Yok temani kakak jalan sebentar"


Oke siap meluncur! Ditraktir bu bos Klinik Bersama kan ini?


"Iya, ajak yang lain kalau memang mereka pada di Magelang"


Njih kanjeng mami, sendiko dawuh. Aylin tertawa. Panggilan itu berakhir. Aylin segera bersiap. Yohan mengumpulkan yang ada di Magelang. Shanum tak bisa ikut karena sedang di Semarang. Yang bisa ikut hanya Habib dan Maryam. Hilal masih sibuk dengan kuliah spesialisnya yang sebentar lagi selesai.


Tak lama Yohan telah sampai di rumah Aylin, Aylin sudah pamit pada Papah Duta ingin kumpul dengan sepupu dan temannya sebentar saja. "Jam 10 sudah harus pulang oke?" kata Papah Duta.


Aylin dan Yohan mengangguk. "Siap bos besar!" jawab mereka berdua kompak.


Mereka segera menuju tempat janjian mereka. Sebuah tempat makan dengan konsep seperti foodcourt. Mereka tinggal datang dan memilih tempat, dan nanti pelayan yang akan memberikan menu untuk mereka.


Maryam dan Habib telah sampai terlebih dahulu, mereka melambaikan tangan kepada Aylin dan Yohan. Mereka memesan bebetapa menu sesuai keinginan hati mereka.


"Mbak Aylin beneran udah gak patah hati?" tanya Maryam. Aylin menggeleng. "Hehehe, ngapain ditangisin, masih banyak yang lain"


Maryam dan yang lain bertepuk tangan atas statement Aylin. "Pemikiran yang luar biasa!" kata mereka semua. Aylin hanya tertawa mendengarnya.


"Makan yang banyak, kakak yang traktir, merayakan putusnya dari pria brengsek!" kata Aylin. Membuat mereka semangat dan memesan makanan lagi.


"Mbak Adel gak ikut, kemana? Lagi jalan sama bang Ilyas?" tanya Habib. Aylin menggeleng. "Tidur, tadi sih sempet cerita katanya lagi berantem sama Ilyas"


"Masalah apa?" tanya Yohan. "Si Ilyas nih maunya buruan nikah sama Adel, si Adelnya masih pengen bebas"


Mereka semua mengangguk-anggukkan kepalanya. "Disaat cewek lain mintanya diberi kepastian, ini ada yang langka!" ucap Maryam. Mereka semua tertawa.


Makanan pun datang, mereka menikmatinya sambil mengobrol. "Bib, lu kenapa gak mau jadi bos klinik?" tanya Aylin.


"Lhah, kan aku di Ungaran mbak, pulang kesini kalau pas weekend"


"Terus lu kenapa gak mau juga Han?" tanya Aylin pada Yohan. Yohan hanya tersenyum malu.

__ADS_1


"Jelas lah mbak, dia kan udah disiapin sama calon mertuanya klinik di Bandung" Timpal Habib.


Aylin mengangguk. "Berarti nanti kamu pindah Bandung? Yah, sepi dong gak ada penyanyi gratisan" katanya.


Semuanya tertawa. "Ya gimana dong, demi masa depan dan meneruskan keturunan" jawab Yohan.


Makan pun selesai. Aylin cukup merasa terhibur dengan bertemu dan makan dengan mereka. Waktu juga menunjukkan pukul 9 lebih 45 menit. Akhirnya mereka pulang ke rumah masing-masing.


"Mbak, mau tak kenalin temenku gak? Dokter" Yohan menawarkan pertemanan kepada Aylin. Aylin menggeleng. "Aku gak kamu seprofesi Han, nanti kalau di ranjang yang dibahas pasien mulu"


Yohan tertawa. "Udah urusan ranjang aja nih pembahasannya" Mereka kembali tertawa. "Kemarin sih si Ilyas juga nawarin mau dikenalin ke temennya, tapi.... nanti dulu lah. Heheh, nikmati aja dulu kesendirian ini"


"Masih trauma ya?" tanya Yohan. Aylin tersenyum dan memainkan jari kukunya. "Siapa yang gak trauma sih dek? Pastilah trauma, tapi aku gak mau terlalu memikirkannya"


"Mau dikasih pelajaran gak itu cowoknya?" Aylin menggeleng. "Kita punya Allah, biarin aja Allah yang balas. Aku gak mau ambil pusing soal itu. Lemah teles Allah sing bales. Semua yang kita tanam itu yang kita tuai. Biarin aja, nanti pasti ada masanya dia rugi menyakitiku"


Yohan tersenyum. "Aku bangga punya sepupu seperti kamu, gak pernah dendam sekalipun meskipun hati kamu yang tersakiti. Cobalah kenalan dengan pria lain"


"Iya nanti, bawel ah!" Mereka telah sampai di rumah Papah Duta. Aylin segera turun, dan Yohan langsung pulang. Aylin masuk ke kamarnya dan membersihkan dirinya.


Berganti piyama dan terduduk di meja kerjanya. Ia kembali merenung. Tersenyum dan membuka buku diarinya. Menuliskan yang ingin hatinya ungkapkan.


"Aku hanya perempuan lemah yang mencoba tegar dihadapan semuanya. Tapi percayalah, suatu saat cepat atau lambat aku akan menemukannya, sumber kebahagiaanku, yang selalu membuatku tersenyum tanpa ingin membuatku menangis. Yang selalu aku rindukan kehadirannya, dan ia akan datang tanpa aku pinta. Semoga! Dan segera! Untuk kamu,.... jodohku 💘💘"


Aylin ragu ingin mengangkatnya atau tidak, akhirnya ia mengangkatnya. "Assalamualaikum" sapa Aylin.


"Waalaikum salam" jawab pria di seberang sana. Ia tampak bingung dengan wajah yang dilihatnya. "Kok bukan Mbak Ria ya? Ini siapa ya?" tanya pria itu.


Aylin menautkan alisnya. "Lhah, situ yang nelpon kok malah balik tanya, gimana sih? Salah sambung ya?"


"Kok wajahnya gak asing?" tanya pria itu lagi. "Ini Adel pacarnya Ilyas bukan sih?" tanyanya.


"Bukan! Ya sudah kalau salah sambung, aku tutup nih"


Pria itu mengangguk. "Maaf ya salah sambung, aku kira sepupu aku, hehehe. Ya sudah, assalamualaikum"


"Waalaikum salam" Aylin mengangkat bahunya tanda tak tahu. Ia merebahkan dirinya di ranjang. Bersiap tidur.


Ponselnya kembali berdering, dari nomer yang sama. Tapi kali ini chat yang masuk.


Mr. X : Maaf mengganggu waktunya, kamu beneran bukan sepupu aku Ria?

__ADS_1


Me : 🙄 bukan! Salah sambung!


Mr. X : Tapi ini beneran nomer Ria kok


Me : 🤦‍♀ bukan yo mas, anda salah sambung dan salah orang!


Mr. X : Tapi nomor yang dia kasih ke aku tuh ini lhoh, 0815759xxx44


Aylin membaca nomor itu. Ternyata hanya beda 1 nomor dengannya.


Me : Anda salah mas, itu beda nomor di angka ketiga dari belakang. Coba diteliti lagi


Mr. X : O iya ternyata! 😁 maaf ya


Me : Iya


Mr. X : Mmm, boleh kenal gak?


Me : Modus doang ternyata 😒


Mr. X : Ya bukan modus sih mbak, kan sekalian gitu maksudnya, jadi nanti kalau ketemu di jalan kan bisa saling nyapa. Kalau boleh sih, gak juga gak papa, tapi saya maksa nih.... 😂😂


Aylin tersenyum membaca chat itu. "Ada zaman sekarang modus begini. Tapi, asyik juga sih orangnya. Gimana ya?" Aylin berpikir.


Mr. X : Ya sudah kalau gak boleh, met malem mbak


Me : Aylin Ayu Wicaksana


Mr. X : Imam Bachtiar ☺ salam kenal


.


.


.


Like


Vote


Komen

__ADS_1


Tip


__ADS_2