Pelabuhan Hati Si Kembar 4

Pelabuhan Hati Si Kembar 4
Bab 51


__ADS_3

Imam semakin dekat dengan Aylin. Walaupun baru beberapa hari, namun kedekatan yang terjalin antara keduanya sudah mengalahkan yang kenal lama.


Jika bukan Imam yang menghampiri Aylin, maka sebaliknya, Aylin yang akan menghampiri Imam di Batalyon.


"Hasek! Diapeli teros! Kenapa Adelku berbeda?? Huaaaa" Ilyas meninggalkan Aylin dan Imam di gerbang Batalyon. Imam berkacak pinggang tertawa mendengar keluhan sahabatnya.


"Sudah makan Mas?" tanya Aylin. Imam menggeleng. "Nih" Menyodorkan kresek berisi makanan.


"Apa ini?" tanya Imam menerima bungkusan plastik itu dan menerimanya.


"Makan siang buat kamu"


"Ah, jadi ngrepotin"


Aylin tertawa. "Gaya pakai bilang ngrepotin. Minggu kayaknya gak bisa ketemu sama orang tua kamu deh Mas"


"Kenapa?"


"Istri bang Archee perdarahan. Kami mau nengokin ke Demak"


Imam mengangguk. "Ya udah, gak papa, kalau.... sabtu sore? Minggu pagi langsung ke Demak? Gimana?"


"Ha?"


"Kok ha?"


"Ya maksudnya, malamnya aku langsung kamu antarkan pulang atau bagaimana?"


"Nginap?" Aylin tampak berpikir. Imam menunggu jawabannya. Ini pertama kalinya bagi Aylin menginap di rumah seorang laki-laki.

__ADS_1


"Tapi, ada Emak dan Bapak kan di rumah?" Imam malah tertawa. "Ada lah, gak usah takut. Mas gak bakalan macam-macam. Hanya satu macam aja"


Aylin mengangguk. "Nanti aku ijin sama Papah dan Mamah dulu" Imam mengangguk.


"Temenin Mas makan yuk?"


"Di mobil aja ya? Gak enak kalau di pos jaga"


"Di pos aja" Imam menggandeng tangan Aylin dan menuju pos jaga. "Semuanya keluar" perintah Imam.


"Siap!" Satu per satu orang yang ada di pos jaga keluar. Aylin sampai terperangah melihatnya. "Wow! Langsung pada nurut semua"


Imam mengajaknya duduk dan ia hendak memulai memakan bungkusan itu. "Cuci tangan!" kata Aylin sambil melotot. Imam menyengir.


"Lupa"


"Dasar!" Imam mencuci tangannya di wastafel dan kembali berhadapan dengan makanannya. "Berdoa dulu Mas Imaam....."


"Grogi kali sebelahan sama cewek cantik" Imam tersenyum. "Lebih dari cantik" kata Imam sambil menyuap nasi padang itu.


Tiba-tiba saja Bamin datang dengan motor legendanya. Aylin mengenali betul motor itu. "Walah Mam, salah aku Mam, coba kemarin olinya gak tak ganti. Pakai yang seperti biasa, pasti gak rewel si Martin"


Imam menahan senyumnya. Matanya mengedip pada Bamin agar diam. "Martin? Siapa Martin pak?" tanya Aylin penasaran.


"Itu motor saya mbak, saya kalau manggil Martin, Mario dan Titin, hehehe" Aylin memicingkan matanya tajam ke arah Imam. Imam mengelabui Bamin.


"Min, dicariin komandan, ada hal penting katanya" kata Imam berbohong.


"Weh, ora ngomong awet mau (Weh, gak ngomong dari tadi)" Bamin langsung meninggalkan pos jaga. Imam menghentikan makannya.

__ADS_1


Aylin bersidekap. "Lanjutin makanmu dulu, setelah itu jelaskan" Imam mengangguk. Secepat kilat ia makan tanpa mengunyah dengan benar makanan itu.


Ia meneguk air minum, lalu mencuci tangan. "Jadi motor itu milik?" tanya Aylin dengan wajah menahan amarah.


"Nya" jawab Imam. "Maksud aku, motor itu milik Bamin"


"Jadi kamu bohongin aku?"


"Maaf"


"Aku tanya, jadi kamu bohongin aku?" Imam memasang wajah sedih dan mengangguk. "Jadi dorong motor pun juga bohong?" Imam mengangguk kembali.


"Keterlaluan ya kamu Mas, kaki ku beneran pegel dan lecet lho. Bisa ya kamu mempermainkan aku begitu? Apa sih? Ha?"


"Maaf Ay, Mas ngaku, Mas salah karena telah berbohong sama kamu. Mas kemarin pengen ngetes apakah kamu....."


"Matre atau gak? Gitu maksud kamu?" Aylin langsung memotong ucapan Imam. Imam mengangguk.


.


.


.


Like


Vote


Komen

__ADS_1


Tip


maaf dikit, othor ngantuk. heheheh


__ADS_2