Pelabuhan Hati Si Kembar 4

Pelabuhan Hati Si Kembar 4
Bab 61


__ADS_3

Imam dan Aylin telah sampai di rumah Papah Duta. Ilyas sudah sedari tadi menunggu mereka.


"Cie yang habis kenalan sama camer.... Gimana kak? Pada gokil kan?" tanya Ilyas. Aylin mengangguk.


"Adel mana?" Aylin berganti bertanya. "Lagi mandi"


Aylin melihat jam tangannya. Tak biasanya Adel mandi melebihi jam 6 pagi. "Tumben baru mandi"


"Bangun kesiangan katanya" jawab Ilyas.


"Kesiangan? Emang semalem lu ngapain bae sama si bos lele Yas???" tanya Imam menggoda Ilyas.


Ilyas berdecak. "Berantem iya"


"Ha?" sahut Imam dan Aylin bersamaan. "Iya, semalem kami berantem, terus baikan sih. Dia tuh lebih mentingin laporannya daripada aku coba. Kan dongkol rasanya" tutur Ilyas.


"Ya maklumin aja sih Yas, bos gitu loh! Banyak tuh tanggung jawabnya" bela Imam kepada Adel.


"Ya tahu banyak tanggung jawabnya Mam, tapi, kan jarang juga kami ketemu. Kalau kalian sih enak, satu gak bisa nyamperin, satunya pengertian yang nyamperin. Nah gua??"


Aylin hanya mendengarkan keluhan Ilyas. Menurutnya memang Adel terlalu cuek. "Aku masuk dulu deh, coba lihat Adel udah selesai apa belum"


Imam dan Ilyas mengangguk. Aylin masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamar Adel. Ia melihat Adel sedang mengenakan hijabnya. "Tumben baru mandi, bangun kesiangan?"


Adel mengangguk. "Nyelesaikan laporan dulu tadi malam. Bang Ilyas ngambek semalam gak tak gubris" terangnya.


"Ya kamu juga sih dek, coba lah untuk lebih hangat dan perhatian sama Ilyas. Dia pengen kali diperhatiin sama calon persitnya. Sebenarnya kamu tulus sayang sama dia gak sih?" tanya Aylin penasaran. Adel menautkan alisnya.


"Ya sayang lah, pertanyaan apaan tuh?"


"Ya habisnya kamu jadi perempuan cuek banget"


Adel berdecak. "Telpon Hilal, katanya dia mau ikut ke Demak. Udah siap apa belum?"


"Kapan dia bilang?"


"Tadi. Buruan Aylin, usah banyak tanya deh...."


Aylin tertawa. "Iya bawel!" Aylin mengirim chat ke Hilal.


Me : Woi! Dah siap belum?


Hilal : Lumuten aku ngenteni, wes luntur wedak e Azka (Lumutan aku nungguin, udah luntur bedaknya Azka)


Me : 🤣🤣✌


Hilal : Buruan!


Me : Nunggu bos lele dandan!


Hilal : 😵😵😵 Aku berangkat duluan deh, sama Azka. Kalian lama. Masalahnya, aku nanti malam sudah harus shift lagi.

__ADS_1


Me : Yaweslah, ati-ati yak! Salam buat dedek Azka 😅


Hilal : 😄 oke. Eh iya lupa, mereka udah pulang ke rumah. Udah gak di RS lagi


Me : Lhah, katanya bed rest total?


Hilal : Iya, tapi karena udah gak ada perdarahan keluar boleh pulang tapi tetep lanjut bed rest


Me : Oke deh


Adel telah selesai. Ia membawa beberapa file dan laptopnya. Aylin heran melihatnya. "Ngapain bawa itu?"


"Nyicil di mobil" jawabnya.


"Ilyas tahu ngamuk lagi nanti dek, udah sih, tinggal aja"


Adel menggeleng. "Gak bisa"


"Terserah kamu lah, Kakak udah ngingetin lho ya"


Aylin keluar bersama Adel. Imam dan Ilyas sudah berada di dalam mobil. "Yuk berangkat. Ke rumah Bang Archee, sesuai maps aku nih hpnya. Jemput dulu Maris di Polda" kata Aylin. Ilyas mengemudikan mobil Imam.


"Mobil mahal ya alus suaranya" puji Ilyas. Imam tersenyum kecut. "Apaan sih?"


"Kak, nyangka gak kalau Imam anak orang berada?" tanya Ilyas. Aylin tersenyum dan menggeleng.


"Gak, tahunya dia sederhana" puji Aylin.


"Del, diajak ngobrol Ilyas tuh" Aylin menyikut lengan Adel. "Ha? Apaan Bang?"


Ilyas melihat dari spion. "Kamu lagi ngapain sih?"


"Gak lagi ngapa-ngapain" jawab Adel berbohong. "Tadi ngomong apa?"


"Gak papa" Seketika suasana hati Ilyas berubah. Ia menjadi murung dan diam. Tak ada obrolan lagi sepanjang perjalanan menuju Demak. Saat di Semarang, Amaris dan rombongannya juga telah siap. Mereka janjian di Polda.


"Satu mobil aja biar ramai" kata Imam. Damar dan Hamka mengangguk.


Adel, Maris, dan Aylin berada di belakang. Kursi tengah diisi Imam, Ilyas, dan Damar. Hamka memilih menggantikan Ilyas mengemudi karena kasihan sudah mengemudi dari Magelang.


"Danki Imam, Danki Ilyas, kenalkan, ini suami aku. Namanya bang Hamka" Shanum memperkenalkan Hamka. Mereka berjabat tangan.


"Kalau ini Mas Damar, calon aku. Aku sendiri Maris. Jadi ini calon Mas ipar kita yang baru Del?" Adel hanya mengangguk.


"Namanya Mas Imam" sahut Aylin. "Cie yang udah move on dari buaya jantan! Hahaha" goda Maris.


Semuanya tertawa kecuali Adel dan Ilyas. Ponsel Imam berbunyi. Dari Emak yang melakukan panggilan video. "Assalamualaikum Mak"


"Waalaikum salam, mana Ay Ay? Mak kangen"


"Hahaha, yang bener aja dong Mak, baru tadi subuh gak ketemu, udah kangen aja. Melebihi rasaku sama Ay Ay" jawab Imam.

__ADS_1


"Mak pengen lihat wajah Ay Ay" Imam memberikan ponselnya pada Aylin. Aylin menyapa Emak dan bercengkrama sebentar dengan calon mantunya itu. Lalu memberikannya lagi pada Imam.


"Mam, mobilmu yang hitam jadi dijual?" tanya Emak.


"Jadi lah, kan Imam udah beliin yang silver buat Emak. Mak tahu gak itu mobil buatan mana?" tanya Imam. Emak menggeleng.


"Buatan Muntilan"


"Gundulmu! Sejak kapan di Muntilan ada yang buat mobil?" protes Emak. Membuat semuanya kembali menahan tawa.


"Yeee.... gak percaya. Beneran Mak, coba aja. Itu asli buatan Muntilan. Kemarin tuh ya, waktu test drive, Imam bunyiin klakson kan, bunyinya gimana coba?" tanya Imam.


"Tit tit lah"


"Bukan, bunyinya tuh ya, nuwun sewu numpang liwaaaatttt...... gitu" semuanya tertawa oleh ucapan Imam. Emak sampai terbahak-bahak mendengarnya.


"Ih malah ngakak, beneran Mak, cobain aja pas di macetan. Pasti nanti bilangnya gitu. Terus Mak tahu gak knalpotnya pas di macetan tuh bunyinya gimana?"


Emak menggeleng, "Monggooo......."


Semuanya kembali tertawa akibat ulah Imam. "Gak sekalian aja itu mobil kamu ajari unggah ungguh Mam! Cah gendeng! Udah ah, jangan luoa bilang sama orang tua Ay Ay. Mak sama Bapak dan keluarga datang seminggu lagi buat lamaran"


Semuanya menggoda Aylin. "Cieeee...... yang bentar lagi mau dilamar. Uhuy"


Aylin hanya menutup wajahnya malu. Imam senang melihatnya. "Udah dulu Mak, udah mau sampai rumah Abangnya Ay Ay nih"


"Yowes, assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


Mereka telah tiba di rumah Archee. Papah Duta dan Archee menyambut semuanya. Ada juga Hilal, Habib, Ayah Farid, dan Yohan. Agil datang untuk membantu.


Mereka semua saling menyapa. "Ini calonnya Aylin?" tanya Archee. Imam tersenyum.


"Damar, Ilyas, Imam, jagain adek-adek Abang ya? Jangan buat mereka nangis, atau kalian akan dapat hukuman dari....." ucapan Archee terpotong.


"Gak usah suka menghukum pak Camat! Polisi sama tentara lho itu. Nanti kamu lagi yang dikasih binsik! Boar gak minta jatah terus!" kata Maris. Semuanya tertawa mendengarnya.


.


.


.


Like


Vote


Komen


Tip

__ADS_1


__ADS_2