Pelabuhan Hati Si Kembar 4

Pelabuhan Hati Si Kembar 4
Bab 77


__ADS_3

"Apalagi sih Bang???" tanya Adel mengangkat panggilan video itu. Heran dengan Archee yang selalu menelponnya lagi ketika sudah dimatikan.


Ilyas Saputra sudah sampai di Malaka. Hal yang pertama ia lakukan adalah melakukan komunikasi dengan Adel. Ia menautkan alisnya bingung. "Busyet, galaknya! Gak suka di video call Abang? Gak mau telponan sama Abang??" komentarnya saat Adel menjawab video call nya. Adel tak percaya dengan yang dilihatnya. Ia mengira itu adalah Archee.


"Halo, Assalamualaikum Dek" Adel membisu. Ilyas sedang melakukan panggilan video terhadapnya. Ilyas memejamkan matanya. "Jilbabnya dipakai dulu dek"


Adel tersadar dan dengan gugup mencari jilbab instannya hingga ponselnya terjatuh di lantai. Ia memakainya dan meraih lagi ponselnya. "Sudah?"


"Su-sudah" jawabnya gugup. Ilyas membuka matanya. Tersenyum melihatnya. "Siapa yang kamu panggil Abang? Kok nadanya jengkel? Gak suka Abang telpon?"


"Bu-bukan gak suka, suka lah.... nungguin dari tadi gak ada notif dari kamu" tutur Adel malu-malu.


"Ih, manggilnya kenapa kamu? Udah gak sayang sama Abang? Hmm??"


Adel memanyunkan bibirnya. "Sayang lah Abang..... kan..... pernyataan Adel minta balikan lagi belum dijawab"


Ilyas tertawa mendengarnya. "Masih perlu jawaban?"


"Ih, masih lah"


"Mau dijawab sekarang atau nanti pas Abang pulang?"

__ADS_1


Adel berdecak. "Ck, Abang kan janjinya pas udah sampai Malaka!"


"Hahahaha, gak sabaran banget sih! Iya deh iya Abang jawab. Ehm.... dengerin ucapan Abang baik-baik. Abang gak akan mengulanginya lagi. Ayo kita rajut kembali kisah kita. Seperti yang Abang tulis dalam surat itu, Abang hanya butuh perhatian dari kamu Dek, mari sama-sama introspeksi diri dari kejadian kemarin. Sama-sama memperbaiki diri"


Adel mengangguk. "Jadi?" tanya Adel terbodoh. "Jadi, siapkan diri kamu mulai dari sekarang untuk pengajuan bersama Abang. Besok Imam akan ngasih kamu form untuk pengajuan"


Adel tersenyum mendengarnya. "Makasih Bang.... Makasih sudah mau memberikan kesempatan buat Adek. I love you"


"Aduh..... hati Abang bergetar hebat dengernya. Lagi dong sayang"


"I love you Abang loreng"


"I love you too bos lele. Tadi telponan sama siapa sih? Kok nadanya ngegas gitu?"


"Beneran bang Archee? Bukan Abang yang lain kan? Ngapain?"


Adel tertawa mendengar Ilyas menyelidik seperti itu. "Cemburu ya?? Ngasih support buat Adek. Bang.... Adek cuma mau kasih tahu Abang, usaha lele kami sedang disalahin orang. Tapi, Abang tenang aja, Adek udah beresin semuanya kok. Yang perlu Abang lakukan adalah fokus sama tugas Abang. Jangan nakal disana ya?"


Ilyas tersenyum dan mengangguk. "Maaf ya Abang gak bisa nemenin kamu saat susah begitu. Maaf juga atas kelakuan Abang kemarin, pasti waktu itu kamu sedang mikirin itu ya? Pasti sayang. Ya sudah, Abang sudah harus berangkat lagi ke perbatasan. Sekitar tiga minggu lagi Abang telpon"


"Gak papa, Adek sadar kalian itu milik negara. Tiga minggu?? Lamanya....."

__ADS_1


"Hahahah, sudah kangen ya?" Adel mengangguk malu. "Sama, Abang pun juga kangen sama kamu. Tahan ya..... masih 8 bulan lagi nih"


"Iya. Ya sudah Adek juga mau mandi dulu. Assalamualaikum"


"Waalaikum salam, muach......" Ilyas dan Adel sama-sama tertawa. "I love you"


"I love you too, Abang. Dah....."


"Dah....." Panggilan itu pun berakhir. Adel tersenyum bahagia. Ia meraih kalendernya. Menghitung masa tugas Ilyas. Mulai menyilang tanggal yang tertera. Menghitung hari saat akan bertemu lagi dengan Ilyas.


.


.


.


Like


Vote


Komen

__ADS_1


Tip


segini dulu ya.... othor lagi ngurusin adik othor yang tetiba hasil swab antigennya positif. Doain ya gaes....


__ADS_2