Pelabuhan Hati Si Kembar 4

Pelabuhan Hati Si Kembar 4
Bab 84


__ADS_3

Mereka bertiga telah sampai di anak tangga terakhir. Hampir saja Adel terjatuh dan mengacaukan rencana mereka. Tapi dengan cepat Maris dan Aylin menggandeng tangannya. "Kamu ih!" kata mereka berdua. Membuat Adel menyengir. Aylin berada di pinggir kiri, Adel di tengah, dan Amaris di pinggir kanan.


"Lhoh kok tiga?" tanya Pakdhe Wisnu bingung. Om Dirga membisikkan sesuatu di telinga Pakdhe Wisnu. "Duh Dek! Ngelu rak kowe!?? (Duh Dek! Pusing gak kamu!??)"


Pakdhe Wisnu menghela nafasnya. Ia berlagak bingung dan geleng-geleng kepala. "Jadi, mereka ini mau menguji cinta kalian Mas Damar dan Mas Imam. Jadi, ada tiga gadis di balik kain ini. Kalian harus bisa memilih hanya dari kakinya saja. Gimana sanggup? Jangan sampai salah pilih lho ya! Bisa-bisa batal nikah kalian!"


Semuanya tertawa. "Sini Mas Imam dan Mas Damar" Damar dan Imam maju ke depan.


"Kalian boleh mengajukan dua pertanyaan kepada masing-masing gadis itu. Mana yang membuat kalian yakin bahwa itu adalah calon kalian, paham?"


Imam dan Damar mengangguk. Mereka menggaruk kepalanya. Damar berjongkok dan melihat kaki mereka satu per satu. Pakdhe Wisnu ikut berjongkok. "Kenapa Mas Damar?"


"Bingung Pakdhe, mana yang Maris ya?"


"Oh.... tak kira nyari yang burikan!" Semuanya kembali tertawa. "Kuberi waktu 5 menit untuk menentukan siapa yang kalian pilih. Ingat! jangan sampai salah pilih ya?? Atau akan ada perang ketiga nanti!"


Damar berdiskusi dengan Imam. "Piye iki Mas? Kaki mereka sama semua lho" kata Damar bingung.


"Bentar-bentar. Kita harus susun strategi dulu Dam. Eliminasi si bos lele dulu" Damar mengangguk dan melihat lagi kaki-kaki mereka. Damar melihat heels yang dipakai Aylin. "Pinggir kiri kayaknya Amaris deh Mas"


"Tahu dari mana?" tanya Ilyas.


"Heelsnya, tapi aku ragu. Iya kalau gak ditukar. Kalau ditukar?" jawab Damar lagi.


Imam juga bingung dibuat mereka. "Aku juga sama sepertimu Dam. Kalau lihat gelang kali pasti yang tengah itu si Aylin. Tapi aku takut di prank sama mereka"


"Ayo, waktu tersisa 3 menit lagi" kata Pakdhe Wisnu.


"Tanya boleh ya Pakdhe?"


"Boleh, mau tanya sama yang mana?"


"Tanya sama yang tengah sama pinggir kanan" kata Damar cepat.


"Lhah, siapa dulu yang mau tanya ini?" tanya Pakdhe Wisnu lagi. "Damar aja dulu. Kalau Damar berhasil benar semoga aku berhasil benar" kata Imam.


Damar membaca basmalah. "Untuk gadis yang ada di tengah dan kanan. Suka coklat atau hijau?"


"Hijau" jawab keduanya kompak. Damar semakin menggaruk kepalanya. "Berapa pulpen yang aku pinjam dari kami sewaktu SMA?" tanya Damar lagi.


"1 lusin" jawab Adel. "10" Jawab Maris. Damar tersenyum. Dia mendengar dengan jelas suara Maris. "Saya pilih yang kanan" kata Damar.

__ADS_1


Giliran Imam menentukan. "Ilyas gak suka lauk apa?" tanya Imam. Aylin dan Adel menjawab dengan kompak. "Ayam"


"Mampus lu! Gak kedengeran lagi suara Ay Ay yang mana!" kata Imam. "Siapa nama ibu dari calon kalian?"


"Siwi!" jawab keduanya lagi, yang mana memang nama orang tua Imam dan Ilyas adalah sama. Yaitu Siwi Rahayu dan Margoretno Siwi


"Waktu tinggal 1 menit lagi"


Imam semakin greget. "Bantuin Dam!" kata Imam. "Wes mas, mantapkan pilihanmu. Pilih yang kiri aja!" saran Damar.


Imam nampak berpikir. "Aku pilih yang tengah!" kata Imam akhirnya. Pakdhe Wisnu meyakinkan kembali. "Yakin? Gak mau ditukar?"


"Yakin!" kata Imam. "Nanti kalau salah pilih Pakdhe gak ikut-ikut lho yo. Wes ini? Mantep?"


Mereka berdua mengangguk. "Okeh! Waktunya juga sudah habis. Mari kita buka kainnya. 1,..... 2....., 3......, Buka!"


Azka dan Maryam menjatuhkan kain itu. Ternyata pilihan Damar tepat kepada Maris. Sedangkan pilihan Imam salah kepada Adel. Aylin berkacak pinggang dengan wajah sebal. Imam menyengir. Semuanya tertawa melihatnya.


"Tuh kan! Pakdhe bilang juga apa??" kata Pakdhe Wisnu. "Tadi belum selesai ngomong Pakdhe, maksudnya yang tengah saya eliminasi. Saya pilih yang kiri Pakdhe!"


"Hahahah, enak aja! Piye Ay? Imam milih Adel ik"


"Biarin aja Pakdhe!" kata Aylin ketus. "Blaissss..... makanyaaaa.... tadi tuh percaya sama ucapan pakdhe"


Aylin dan semuanya menjadi luluh dengan potongan lagu yang dibawakan Imam. Akhirnya kedua gadis itu menjawab pinangan dari masing-masing pujaan hati mereka. Humai dan Archee tersenyum melihatnya saat video call dengan Maryam.


Tiba saatnya bagi Papah Duta menyampaikan pesannya pada calon menantunya itu. "Terima kasih kepada keluarga Pak Andi dan Pak Ali. Pesan saya untuk Mas Damar dan Mas Imam. Tolong jaga anak-anak Papah. Sayangi dirinya. Papah tidak berharap satu rupiah pun dari harta yang kalian miliki. Hiks....."


Papah Duta mulai sendu kembali. Membuat suasana menjadi hening dan mengharu biru. "Hiks..... Papah hanya minta bahagiakanlah anak-anak Papah selama-lamanya. Ehm..... Jangan sekali-kali kalian sakiti anak Papah, jangan sekali-kali kalian dzolimi anak Papah, apalagi kalian duakan anak Papah, karena sakit hatinya itu akan membuat keluarga Papah kecewa. Perbaiki agama kalian. Perbaiki sholat kalian. Perbaiki pergaulan kalian. Papah percaya bahwa kalian bisa membawanya menuju kebaikan. Bawa dan bimbing anak-anak Papah menuju surga-Nya. Jangan pernah sekali pun kalian dekatkan anak Papah dengan neraka-Nya. Jadikan anak Papah bidadari di surga-Nya kelak yang akan mendampingi kalian nantinya.... hiks"


Aylin, Amaris, Adel, dan Mamah Laras memeluk Papah Duta. "Jangan sedih.... Adel masih sama Papah kok" kata Adel


"Aylin juga kok Pah"


"Maris juga masih sama Papah. Sayang kami ke Papah gak pernah berubah"


Papah Duta membalas pelukan itu dan mengangguk. Pakdhe Wisnu ikut-ikutan terharu. Pakdhe Bayu mengambil alih. "Cinta pertama bagi anak perempuan adalah Ayahnya. Dia yang membesarkan mereka, dia yang mengajari mereka tentang semua hal. Nak.... cinta Ayah terhadap kalian tidak akan pernah luntur meskipun itu digrojok pemutih pakaian"


Semuanya tetiba tertawa mendengarnya. "Para ponakanku, ketahuilah Nak, cinta Papah kalian begitu besar untuk kalian. Mas Damar dan Mas Imam, tanggung jawab yang nantinya kalian pikul.akan sangat besar dan berat. Tapi, hal.itu akan menjadi ringan dengan restu dan kepercayaan yang kalian dapatkan. Jadi, mohon dengan sangat, jangan kecewakan calon mertua kalian. Begitu ya? Wes, ini acara seneng-seneng lho! Jangan pada sedih! Langsung lanjut acara berikutnya yaitu pemasangan cincin, penyerahan seserahan, lalu dilanjutkan dengan do'a dan jamuan"


Acara kembali meriah. Damar dan Imam memeluk Papah Duta. "Terima kasih sudah memberikan kepercayaan kepada kami Pah. Insyaallah akan kami bahagiakan selalu anak Papah" kata Damar.

__ADS_1


"Terima kasih Nak"


.


.


.


Like


Vote


Komen


Tip


🤧😢 segini dulu yak? Yang tanya kenapa othor lama up nya




Othor masih sibuk ngurusin keluarga othor yg terpapar C-19




Othor sibuk drilling soal CPNS




Othor sibuk sama pasien




Banyak acara mendadak (Maklumin yak?? 😁)

__ADS_1




__ADS_2