Pelabuhan Hati Si Kembar 4

Pelabuhan Hati Si Kembar 4
Bab 55


__ADS_3

Amaris sudah bersiap di bandara. Ia akan segera pulang ke Semarang. Barang-barangnya sebagian besar sudah ia kirim lewat jasa kirim barang milik pakdhenya. Ia diantarkan oleh orang tua Damar.


"Hati-hati ya nak, kalau sudah sampai kabari Mamah. Sedih deh Mamah jauh dari anak perempuan Mamah" kata Mamah Erna.


"Masih ada mbak Wulan Mah, iya nanti kalau sudah sampai Semarang Maris telpon Mamah. Maris berangkat dulu ya Mah, Pah"


Mereka mengangguk. "Semoga nanti nikah kantornya dilancarkan ya nak" kata Papah Kholid.


"Aamiin, doain ya Pah Mah, Maris pamit. Assalamualaikum" Maris menyalami dan memeluk orang tua Damar.


Terdengar panggilan terakhir untuk segera masuk pesawat. Amaris sedikit sendu. Tak memungkiri, dari kecil dia diajak pindah oleh orang tuanya ke Jakarta. Besar di Jakarta dan mendapatkan pekerjaan disana.


"Hmmm.... good bye Jakarta. Semua tentangmu akan aku simpan dalam memoriku" Ia tersenyum dan melangkah mantap.


Pesawat sudah lepas landas meninggalkan pijakannya. Damar telah menunggu sejak setengah jam lalu untuk menjemput Maris. Pemberitahuan bahwa pesawat yang ditumpangi Maris pun berbunyi. Damar tersenyum. Semakin tak sabar menanti kekasihnya itu.


Tak lama, seorang perempuan mengenakan celana kulot berbalut kaos tunik panjang disertai hijab hijab berjalan cepat ke arahnya sambil menarik koper.


Damar merentangkan tangannya. Amaris melepas ranselnya dan melemparkannya ke Damar. "Kok ranselnya sih yang dilempar ke Mas? Mas kan pengennya meluk kamu" kata Damar sambil memanyunkan bibirnya.


Amaris tertawa. "Assalamualaikum calon imam, apa kabar??"


"Waalaikum salam calon bhayangkarinya Damar Asegaf. Kangen berat pastinya. Barangnya udah semua?" Amaris mengangguk.


"Kabari Mamah dulu" Amaris mencoba menelpon orang tua Damar, tapi tak diangkat. Akhirnya ia mengirim chat yang mengatakan bahwa dirinya telah sampai dengan selamat.


Ia juga mengirim chat kepada orang tuanya. "Besok Maris dan Mas Damar ke Demak. Nunggu kak Aylin sama Adel dulu Mah. Iya, Waalaikum salam"


"Sudah?" tanya Damar. Amaris mengangguk. Damar memakai ransel Amaris dan mendorong koper milik Maris. "Langsung ke asrama aja ya? Ada mbak Shanum tuh di asrama bang Hamka"


"Oh ya? Shanum dapat libur? Ah, kangen sama dia. Syukurlah kalau Shan ada disini. Udah hamil belum sih dia Mas?"


"Mana mas tahu, nanti tanya sendiri lah. Besok ke Demak jam berapa?"


"Gak tahu, nanti tanya sama kakak dan Adel dulu" Damar mengangguk. Mereka telah sampai di depan mobil Damar. Amaris tertawa. Pasalnya dirinya dijemput menggunakan water canon. Sebuah armada milik kepolisian yang biasa untuk mendesinfektan jalanan.


"Hahahahah, Allahu akbar.... mobilmu kemana sih?" tanya Amaris.


"Hihihi, mobil Mas lagi di bengkel. Air radiatornya bocor. Mumpung tadi suruh nyuci ini ya Mas bawa sekalian buat jemput kamu. Hahaha, sekali-kali naik Expander"


"Hahahah, expander yang mana? Haduh.... otak kamu memanh beneran udah gesrek deh mas. Pinjem mobil lain lho bisa, milihnya yang antimeanstream ok. Heran aku"


"Wes to, penting tekan asrama. (Sudah to, penting sampai asrama)"


Aylin mengambil video armada itu. Membuat status di WA nya. "Dijemput pake saudaranya expander dong! Sekalian nyemprotin jalan. Wkwkw"


Ia juga mengirim di grup somplak. Segera naik ke mobil. Damar mulai melajukan mobilnya. "Makasih ya pak satpam udah dibolehin masuk"


"Sama-sama pak pol, rekanan kan harus saling membantu" jawab penjaga palang Bandara itu. "Okeh, lanjutkan tugasmu. Aku pamit. Assalamualaikum"

__ADS_1


"Waalaikum salam"


Amaris : Mengirim video saat dirinya akan naik truck water canon


Hamka : 🤣🤣🤣 Piye Ris? Enak gak pakai mobil dinas?


Sigit : Ora sekalian dijemput nganggo truck barikade Dam? Sengklek! 😂😂😂


Ali : Ya Allah gusti.... bos resto.... mobil pajero kemana? Mbak Maris, besok lagi jangan mau dijemput pakai water canon. Kok ora sekalian AWC yang kamu pakai Dam.... 🤣🤣🤣


Muti : Maris udah di Semarang kah?


Maris : Udah mbak Muti, barusan sampai, dijemput pakai ekspander nih 😁😁😁. Pajeronya lagi rewel katanya Mas Al


Hana : Nanti sore ikut acara pindah rumahku ya Maris. Wajib! Gak ada tapi-tapi. Mbak Shan juga udah di asrama bang Hamka katanya. Benar Mbak Shan?


Shanum : 🤣🤣🤣 Damar emang keterlaluan, padahal tadi tuh udah ditawarin Bang Ham lho suruh pakai mobil dia. Katanya apa coba? Jangan, aku mau ngajak Amaris jalan dengan water canon. Biar seperti cintaku padanya yang nyembar nyembur. Gitu Ris katanya. Iya Han, aku ikut nanti


Amaris : Beneran begitu Shan? Ih, dasar Damar!


Maryam : Woy.... apaan nih? Pajero gak ada yang keluar ekspander dong ya! Lamborgini kemana? 😅😅


Sigit : lha iya, tak suruh pakai truck barikade sekalian. Itu kan lamborgininya kami


Hana : warga grup jangan lupa, nanti acara pindah rumah setelah maghrib! Awas kalau ada yang ijin! Jihan Bima Luna Danang mana nih? gak nongol.


Bima : Hadir dok! Lagi selesai junub dong 😜😜😜


Sigit : 🤤🤤🤤


Hamka : Gaya lu Bim habis junub! Bohong ding, orang tadi habis patroli deh. 😏😏


Ali : Bisa gak sih jangan pamer ke gua? Gua mulai puasa lagi nih


Muti : Hana hamil lagi?


Luna : Males manjat, siapa2 yang hamil? Bener Han? 😳😳


Maryam : Mbak Hana mah, tinggal dilemparin celananya mas Ali juga kayaknya jadi deh 😅🤭🤭


Luna : 😂😂😂


Amaris : ah syelamat mbak Hana, Aariz punya adek dong....


Azka : Mbak Mar,.... mulutmu memang! Filternya dikemanain? Beneran mbak Han bunting lagi?


Hana : 😂😂😂😂 Ih kalian, mas Al puasa karena aku datang bulan lagi. Jangan lupa nanti lho ya?


Amaris menyimpan ponselnya. "Nanti Mbak Hana dan Mas Ali pindah rumah Mas?"

__ADS_1


Damar mengangguk. "Iya"


"Terus kakeknya Mas Si?"


"Ikut Bang Si dan Mbak Muti. Jadi, rumah Bang Si nih mau dijadikan kafe tapi konsepnya angkringan. Bang Si dan Bang Al patungan, makanya, sekalian si Bang Al beli rumah aja sekalian. Gitu"


"Owh.... Nanti belikan kado buat mereka lah mas"


"Nyari sama Mbak Shan aja bisa kan? Mas harus balikin mobil ini nih, sama masih tugas juga"


Amaris mengangguk. "Yank, baju akad dan resepsi udah dikirim ke rumah. Nanti tanya sama kakak atau si adek, lamaran 3 hari sebelum ijab. Padatnya....." kata Damar. Amaris tersenyum.


"Jalanin aja sih, nanti kan yo selesai satu per satu. Eh Mas, lamaranku sudah kamu sebar belum sih?"


Damar mengangguk. "Kenapa?"


"Kok belum ada panggilan ya?"


"Sabar sih yank, baru juga berapa minggu"


Damar telah sampai di halaman parkir Polda. Ia dan Maris segera turun. "Teguh! Sini!" Panggil Damar kepada Teguh, salah satu juniornya.


"Siap!"


"Cuci nih mobil, kunci motormu bawa sini. Aku pinjam sebentar"


"Siap!" Teguh memberikan kunci motornya, dan ia segera mencuci mobil water canon itu. Damar segera mengantarkan Amaris ke asramanya. Tak lama mereka sampai.


Damar membawa masuk koper Amaris. Amaris merebahkan dirinya di sofa. "Haus" rengeknya. Damar tahu itu sebuah kode untuknya.


"Iya" jawabnya. "Hahaha, pengertian banget sih sayang?" Damar membawakan air putih dingin dari dapur dan menyerahkannya kepada Amaris.


"Jelas lah, gak pengertian kamu bakalan ngambek! Nanti Mbak Shan kesini, Mas balim ke kantor dulu" Amaris mengangguk. Ia menyalami Damar.


"Kiss dikit dong...." pinta Damar. "No!" Damar memanyunkan bibirnya dan keluar asrama dengan lesu. "Assalamualaikum"


Amaris tertawa dan menjawab salam itu. "Waalaikum salam"


.


.


.


Like


Vote


Komen

__ADS_1


Tip


Yang kangen geng somplak? Nih tak selipin.


__ADS_2