
Archee sedang bersiap-siap ke kantor. Ia memakai seragamnya dan merapikannya. Humai menjadi tak enak hati karena tak bisa mempersiapkan segala keperluan suaminya.
"Maaf ya sayang, gak bisa menyiapkan segalanya buat kamu" Archee tersenyum dan mendekati Humai. Duduk di samping ranjang dan menggenggam tangannya.
"Makanya cepat sehat ya sayang.... Abang gak papa kok, gak kamu siapin gak papa. Abang udah terbiasa. Pikirkan dulu kesehatan kamu dan calon baby kita. Abang mau ngomong dulu sama dia ah" Archee berjongkok di sisi ranjang. Ia tersenyum dan mulai mencium perut Humai.
"Assalamualaikum anak Abi dan Umi, apa kabar sayang? Pasti baik dong ya! Eh, Abi udah mulai kerja dari kemarin lho. Temenin Umi ya nak, Eyang Laras dan Eyang Duta pulang sebentar ke Magelang. Baik-baik di rumah sama Umi sampai Abi pulang. Oke??" Humai tersenyum mendengarnya.
"Ih, jawab dong Umi" rengek Archee. Humai malah tertawa mendengarnya. "Malah ketawa, kan dedek belum bisa jawab, jadi kamu yang jawab"
"Gak ah" jawab Humai lantas tertawa. Archee memanyunkan bibirnya. Humai semakin senang melihatnya. Ia mencium bibir suaminya. "Eh.... mulai nakal ya??? Hmm?? Jangan godain Abang pagi-pagi, inget, Abang disuruh puasa lho. Mana puasanya lama banget lagi"
"Hahaha, ya gimana dong?? Milih mana?? Milih dedek....." ucapan Humai terpotong karena Archee menyentil dahinya. "Aw.... sakit Abang!"
"Jangan diterusin omongannya! Ucapan adalah doa! Abang gak mau kalian kenapa-napa, iya, Abang akan tahan keinginan Abang. Abang ambilin sarapan dulu ya?" Humai tersenyum dan mengangguk.
Archee keluar dari kamarnya dan melihat orang tuanya sedang sarapan. "Papah sama Mamah nanti ikut sidang BP4R?" tanya Archee.
"Iya, masih nunggu jadwal dari Damar. Nanti saat sudah dapat kabar, kamu kalau Papah telpon langsung pulang ya Chee? Kasihan kan Humao sendirian? Nanti Papah carikan orang buat bantu-bantu beresin rumah" terang Papah Duta.
Archee mengisi piring dengan menu lengkap yang tersaji di atas meja. "Jangan dulu Pah, nanti Archee diskusi dulu sama Humai. Dia mau apa gak kalau ada ART disini? Besok Archee mau ngurus sesuatu di RS. Karena sebenarnya Humai harus masuk mulai minggu depan. Tapi, kalau lihat kondisinya, Archee jadi ragu deh Mah, Pah. Gimana ya?"
Mamah Laras dan Papah Duta saling pandang. "Coba kamu diskusikan hal ini sama Humai. Kalau Mamah sih ya, mending gak usah kerja dulu deh Chee"
"Masalahnya dia udah tanda tangan kontrak Mah"
"Statusnya pegawai BLUD kan? Kalau saran Papah sih, relakan saja, kalau pun di kontrak kena denda ya sudah, bayar saja. Masalahnya, kalian ini sedang diuji dengan datangnya rezeki. Pertama, rezeki tentang Humai yang dapat kerjaan dengan status BLUD, kedua rezeki yang Allah titipkan di rahim istrimu. Ingat Chee, datangnya rezeki juga bisa menjadi ujian jika kita tidak pandai bersyukur. Bicarakan lah dulu dengan pihak rumah sakit. Tanya bagaimana baiknya, Ajak Humai berdiskusi dalam hal ini" Papah Duta menasihati anaknya.
Archee mengangguk. Ia segera kembali ke kamar. "Ya sudah, Archee suapin Humai dulu"
"Biar Mamah yang suapin, kamu sarapan aja"
"Oh, ya sudah" Archee menyerahkan piringnya ke Mamah Laras. Mamah Laras menerimanya dan segera menuju kamar.
Archee sarapan dengan tenang. Papah Duta menerima pesan dari Damar.
__ADS_1
Damar : Assalamualaikum Pah, nanti sidangnya sekitar habis dzuhur
Me : Waalaikum salam, iya Nak, nanti Papah sama Mamah berangkat dari Demak jam 10. Biar gak telat sampai Polda nya
Damar : Nggih Pah, hati-hati di jalan
Papah Duta meletakkan kembali ponselnya. Menyeruput kopinya. "Nanti Papah dan Mamah budal jam 10 Chee, jadi usahakan jam 10 tepat kamu sudah ada di rumah"
Archee mengangguk. "Nggih Pah. Kesini lagi kapan?" tanya Archee.
"Palingan jum'at atau sabtu. Sekalian bareng sama Budhe Yuna sama Pakdhe Agus. Hahahah, Papah masih gak percaya, Zafran bisa jatuh cinta sama si Zoya. Hahahah"
Archee sampai terbatuk mendengar pernyataan Papah Duta. "Ehm.... Papah ih! Namanya juga jodoh. Ketemunya gak tahu kapan, dimana, sama siapa. Sekalinya ketemu, langsung sreg aja udah"
Papah Duta tersenyum. "Papah setuju sama ucapanmu Chee, dulu Papah ketemu sama Mamahmu juga dengan cara gak terduga. Mana dikira Papah ini suami dari budhe mu lagi"
"Hahahaha, ah.... kalau ingat masa-masa itu, menyenangkan!" kata Papah Duta sambil membayangkan kenangannya kembali.
"Cie.... jatuh cinta banget sama Mamah?"
"Iya lah! Mana dulu saingan Papah si dokter Arjun lagi. Dulu tuh si Om Arjun tergila-gila sama Mamahmu, sampai jatuhnya tuh malah kayak orang gila. Hmmm..... untungnya dia bisa berubah dan sekarang berteman dengan kami"
Papah Duta mengangguk. "Iya, hati-hati di jalan. Jangan lupa berdoa dan minta doa dari istrimu. Minta harimu dimudahkan oleh-Nya"
"Aamiin" Archee menyalami Papah Duta. "Assalamualaikum"
"Waalaikum salam" Archee masuk ke kamar dan berpamitan dengan istri dan Mamahnya. "Abang berangkat kerja dulu ya?"
Humai mengangguk. "Hati-hati ya Bang, pulangnya tolong belikan Humai mangga mentah"
"Ha? Mangga mentah? Ih, mana enak?" tanya Archee
"Enak! Seger! Apalagi dicocol sama sambal rujak" bantah Humai. Mamah Laras tersenyum mendengarnya. "Beliin Chee, bojomu sedang ngidam nih kayaknya"
Archee mengangguk. "Ya sudah nanti Abang belikan. Abang berangkat, doakan harinya Abang diberikan kelancaran dan kemudahan dalam menceri rezeki untuk kalian"
__ADS_1
"Aamiin" Archee mencium kening Humai. Humai mencium tangan Archee. Archee mencium tangan Mamah Laras. "Berangkat dulu, Assalamualaikum"
"Waalaikum salam"
Archee segera berangkat ke kantor untuk membereskan pekerjaannya. Seperti biasa. Ia akan berangkat sendirian menggunakan motor maticnya. Sesampainya di kantor, ia langsung melaksanakan apel sebentar. Setelahnya berkutat dengan dokumen di depannya.
Agil masuk dengan membawa berkas lagi satu tumpuk. "Ya Allah Gil.... masih ada??" tanya Archee. Agil menyengir dan mengangguk. Archee menyandarkan kepalanya di kursi.
"Nanti saya jam 10 ijin Gil, istri saya gak ada yang nemenin"
"Nggih Pak, eh, tapi nanti setelah makan siap ada rapat dengan PMI pak. Terkait rencana donor darah masal"
Archee mengangguk. "Nanti saya sempatkan datang sebentar. Langsung ketemu di sana aja Gil"
"Nggih pak" Agil duduk di depan Archee. Ingin mencari tahu sesuatu. "Pak, sebenarnya Pak Zafran waras gak sih Pak?"
"Eh.... kenapa nanya tentang Mas Zafran begitu??"
"Ya aneh aja sih Pak. Kok mau sama bu Zoya" Archee malah tertawa mendengarnya. "Kenapa?? Hmmm?? Cemburu kamu?? Cie yang ada rasa sama Zoya??"
Agil bergidik ngeri mendengarnya. "Ih Bapak! Amit-amit paakkk..... Galak nyeremin begitu kok! Bapak ih!"
Archee semakin tertawa keras. "Cari istri Gil, biar tahu rasanya jatuh cinta" Agil memanyunkan bibirnya. Archee kembali melanjutkan aktifitasnya.
.
.
.
Like
Vote
Komen
__ADS_1
Tip
Maaf lama, othor super duper sibuk 🙈🙈🙈🙈