Pelabuhan Hati Si Kembar 4

Pelabuhan Hati Si Kembar 4
Bab 45


__ADS_3

Wajah Aylin bersemu saat kepalanya disentuh oleh Imam. Imam menangkap wajah semu itu. "Kenapa wajahnya merah?" tanya Imam.


"Ha? Gak, gak papa. Minggu jadi ketemu orang tuamu Mas?" Aylin mengalihkan topik pembicaraan. Imam pun mengangguk. "Jam 5 subuh tak jemput, jadi nanti biar bisa lama di rumah"


"Orang tuamu galak gak Mas?" Imam mengangguk. "Kalau sama anaknya gualak pol. Nanti kenalan sendiri"


"Duh, kok wedi ya aku?" Aylin sedikit takut dengan penuturan Imam. "Hahaha, gak kok. Emak baik, Bapak juga, gak usah takut. Nanti kenalan sama kakak dan adiknya Mas juga"


"Oh, 3 bersaudara?" Imam mengangguk. "Tapi bukan sedarah"


"Ha? Maksudnya?"


"Iya, jadi kakak Mas tuh anaknya saudaranya Emak, dia yatim piatu. Kalau adiknya Mas, lebih kasihan lagi dia. Dia ditemukan Emak di pasar. Ditinggal orang tuanya saat umurnya 3 tahun"


Aylin terdiam mendengar cerita Imam. Ternyata masih banyak di luar sana yang mengalami nasib buruk. "Ya Allah,.... semoga Emak dan Bapak diberikan balasan pahala dari Allah"


"Aamiin" Makan pun selesai. Tak ada yang tersisa. Imam membayar makanan itu. Adel dan Ilyas datang.


"Lhaaaaaahhhh..... sempit banget dunia! Ketemunya kalian lagi kalian lagi" sapa Ilyas kepada Imam.


"Ya lu ngapain sampai sini?? Warung Lamongan banyak kok yo sing dituju sini" balas Imam.


Adel duduk di sebelah Adel. "Naik apa kak?"


"Legend" jawab Aylin sambil menunjuk motor Imam. Ilyas mengerutkan keningnya. "Mot..." Ucapan Ilyas terpotong karena mendapatkan pelototan dari Imam.


"Kenapa Yas?" tanya Aylin. Ilyas menggeleng. "Beneran tadi naik itu kak? Ati-ati, motor itu kadang ngambek kalau lihat orang pacaran"


Adel dan Aylin tertawa mendengarnya. "Dia bisa cemburu lho, saking sayangnya sama Imam" jelas Ilyas lagi.


"Dek, maem apa?" tanya Ilyas. "Lele sama terong"


"Bok! Apa kamu gak bosen sih bos? Tiap hari kerjanya ketemu lele, makan pakai lele lagi" cela Imam.


"Iiiihhh.... biarin! Emang situ yang bayarin?" Adel menjulurkan lidahnya pada Imam. Aylin hanya tertawa dengan tingkah mereka.


"Kamu dari empang dek?" tanya Aylin. Adel menggeleng. "Habis belanja kebutuhan muncak. Kayaknya kita batal deh ke Demak kak"


Ilyas duduk di sebelah Adel. "Sabtu sore kami mau muncak, ada yang mau ikut?" Baik Imam ataupun Aylin menggeleng.


"Gua mau ngenalin dia sama Emak dan Bapaj"


"Weh.... lancar ya? Langsung! Patas!" sahut Ilyas cepat. Adel menyikut Aylin. "Cie...." Mereka semua tertawa.


"Ay, balik yuk? Mas kan mau ketemu sama orang tua kamu" Aylin mengangguk.


"Ay..... kepanjangannya Ayang!" goda Adel. Aylin mencubit lengan Adel. "Sakit kak!"

__ADS_1


"Ay itu Aylin. Kamu kan tahu sendiri panggilan itu" balas Aylin. Imam dan Aylin pamit pada Adel dan Ilyas.


Makanan Ilyas dan Adel datang. "Bang, tadi kamu mau ngomong apa?"


"Yang mana?"


"Yang tadi tentang motor Bang Imam, setahuku dia bukannya gak punya motor itu ya?"


Ilyas mengangguk. "Itu motornya Bamin, dipinjem kali sama Imam. Abang curiga nih, jangan-jangan dia lagi ngetes kak Aylin, dek"


Adel menautkan alisnya. "Maksudnya? Ngetes kak Aylin matre apa gak? Gitu maksudnya?" Ilyas mengangguk.


"Ih, Bang Imam kok gitu?"


"Biarin aja lah, kan kita sama-sama tahu mereka berdua itu sama-sama punya trauma sama rasa cinta" terang Ilyas.


Adel hanya mengangguk. "Aku juga mau ngetes kamu ah" kata Ilyas. Adel tertawa. "Ngetes apaan? Kayak mau jadi PNS aja harus tes ini itu" Tanya Adel.


"Ya nanti kan pengajuan di tes juga dek"


"Mbuh lah Bang, sak karepmu" jawab Adel pasrah. Makanan pun telah habis. Mereka akhirnya memutuskan untuk pulang.


Ilyas mengemudikan mobil melaju menuju Adel. Saat di jalan, Ilyas menurunkan kaca mobil dan mengklakson para perempuan yang ada di jalan. "Ngapain sih klakson-klakson?" tanya Adel masih biasa saja dan polos.


"Gak, itu tadi ada cewek cantik" Ilyas sengaja mengucapkannya ingin mengetahui respon Adel.


"Mana?" Adel menoleh ke belakang. "Ih, cantikan mana aku sama cewek yang kamu klakson tadi?" tanya Adel dengan wajah judas.


"Ya jujur lah bang Yas!"


"Cakepan yang tadi" Sontak membuat hati Adel panas. Ia mencubit lengan dan mencubit perut Ilyas dengan sangat keras.


"Aaaaaaaaaaa" teriak Ilyas di dalam mobil.


"Siapa yang belih cakep??"


"Sakit sakit sakit...."


"Ooowhhh.... aku tahu sekarang. Kamu ngetes aku cemburu atau gak kan? Gak! Aku gak akan pernah cemburu!"


Ilyas tertawa mendengarnya. "Bener ya gak akan pernah cemburu??"


"Iya" kata Adel sambil memasang wajah cemberut dan bersidekap. "Dek, lupa beli SB. Pinjem aja gimana?" tawar Ilyas.


"SB apaan?"


"Ck, sleeping Bag sayang. Pinjem dulu aja ya?" Adel hanya mengangguk. Ilyas menambah laju mobil ke rumah seseorang. Setelah beberapa menit, mereka pun sampai. Adel mengamati keadaan sekitar.

__ADS_1


Tak lama seorang perempuan sepantaran Adel keluar dengan berlari langsung memeluk Ilyas. Membuat Adel sangat terkejut. "Tumben kesini, mau apa sayang?" tanya perempuan itu memanggil Ilyas. Membuat Adel semakin memanas. Tapi ia hanya bisa diam.


"Hahaha. Kenalin, ini Adel, calon persit aku"


"Waduh, ada calonnya nih. Maaf main peluk aja. Aku Yossi" Yossi mengulurkan tangannya ke Adel.


Adel membuang muka dan bersidekap. "Adel. Bang buruan ambil yang kamu perlukan, aku tunggu sini" jawab Adel datar.


Ilyas membaca ekspresinya lalu masuk ke dalam rumah Yossi. "Bodoh. Ngapain aku malah disini dan gak ikut?"


Adel akhirnya masuk ke dalam rumah. Mencari keberadaan dua orang itu. Dan menemukannya dengan keadaan Yossi hendak mencium pipi Ilyas. "Stop!" Adel menarik tangan Ilyas. "Bisakah lebih menjaga batasan anda? Kalian bukan muhrim!"


Yossi tertawa. "Kamu kenapa Del?"


"Gak papa, Abang udah dapat yang abang cari?? Ayo pulang!"


Adel menarik tangan Ilyas. Yossi tertawa melihatnya. Mulut Ilyas bergumam. "Makasih" tanpa mengeluarka suara dan tersenyum.


Adel duduk di kursi kemudi. "Dek, biar Abang aja yang nyetir" Adel hanya diam. "Kamu kenapa sih?" Air mata Adel tiba-tiba menganak di pelupuk. Ia menutup wajahnya dan menangis. Ilyas sampai terkejut karenanya.


"Sayang, kenapa? Kok malah nangis?" Adel menenangkan dirinya dan menghapus air matanya.


"Bisa lebih jaga sikap gak ke perempuan lain? Adel gak suka lihat Abang dipeluk sama yang lain! Gak suka lihat Abang hampir dicium sama yang lain! Hati Adel sakit bang!"


Ilyas menahan senyumnya. Ia berpikir rencananya berhasil. "Kamu cemburu?"


Adel mengangguk. "Iya! Adel cemburu! Dan Adel gak suka itu! Nyiksa batin!"


Ilyas tersenyum. "Tapi tadi ada yang bilang lho kalau gak bakalan cemburu? Dek, maafin Abang ya? Yossi itu adek sepupu Abang"


Adel menoleh pada Ilyas. "Ih..... Abang....."


Ilyas tertawa puas. "Abang pengen tahu dong rasa cinta kamu sedalam apa. Makasih ya? Ternyata rasa cintamu sangat amat besar"


"Mbuh!"


.


.


.


Like


Vote


Komen

__ADS_1


Tip


Maaf ya? Othor lagi sibuk drill soal cpns. Dan mungkin akan menghambat othor dalam up. Othor gak bisa janji. Pokoknya kalau ada waktu luang othor up


__ADS_2