Pelabuhan Hati Si Kembar 4

Pelabuhan Hati Si Kembar 4
Bab 93


__ADS_3

Masih episodenya Mas Zaf sama Mbak Zo dulu ya. Biar urut alurnya. 😁


Zafran duduk sendirian di teras rumah Archee. Ia mengutak-atik ponselnya. Lalu meletakkan ponselnya. Menyeruput teh yang sudah mulai mendingin. Archee datang membawa cemilan dari dalam.


Duduk di samping kakak sepupunya. Menatap jalan lurus ke depan. "Mas"


Zafran menoleh. Ia mengambil roti bakar berbalut selai nanas dan bluberry itu. Mengunyah makanan itu dan menunggu pertanyaan dari Archee. "Kamu serius kan sama Zoya??"


"Astaghfirullah..... kalian kenapa meragukan aku sih?" jawab Zafran heran. Semua keluarganya meragukan keseriusannya terhadap Zoya.


"Maksud aku, bukan karena rasa bersalah telah mencuri ciuman pertamanya kan?"


Zafran tersenyum kecut mendengar hal itu. "Kamu kenal Mas sejak kapan sih Chee? Sampai bisa bertanya seperti itu?"


Archee menyengir mendapatkan pertanyaan Zafran. Ia memang mengenal Zafran. Sedari kecil, Zafran bukanlah orang yang plin plan. Zafran adalah orang yang berprinsip. Jika ia menginginkan sesuatu, dia akan berusaha sekuat tenaganya agar ia mendapatkan kemauannya.


"Kenapa?? Lu takut gua mainin Zoya?? Ada rasa lu sama Zoya?"


"Astaghfirullah! Ih ngomongnya ih!" Zafran dan Archee sama-sama tertawa. "Aku jatuh cintanya sama Humai Mas, pernah ada di fase gak dianggap, gak dilirik, gak dipedulikan. Dan itu yang semakin membuatku jatuh cinta sama dia. Rasa penasaranku terhadapnya besar. Dan kamu percaya gak Mas? Dia itu bisa membuatku selalu jatuh cinta saat menatap matanya"


Zafran tersenyum mendengarkan cerita Archee. Ia ingat betul bagaimana keukeuhnya Archee menolak saat akan dikenalkan dengan rekan intelnya. Archee tetap pada prinsipnya. Ia akan terus menjaga perasaannya terhadap Humai.


"Sama sepertimu Chee, aku merasakan getaran saat mencium bibir Zoya. Ada perasaan seperti tersengat. Dilihat dari penampilannya, dia itu baik. Cuma kebaikannya itu terbungkus oleh amarahnya yang kadang masih suka meledak-ledak. Sumpah! Aku cinta dan sayang sama dia Chee. Aku, kalau disuruh milih ditempatkan di Jakarta atau Demak, aku lebih milih Jakarta. Tapi, pemikiranku mudah saja digoyahkan oleh cinta. Aku hanya ingin dekat dan terus berada di sampingnya. Selalu melihatnya tertawa, menangis, kesal, bosan. Aku selalu ketagihan untuk menatap wajahnya"


Archee tersenyum mendengar cerita sepupunya. Humai dari balik pintu, tersenyum mendengarkan percakapan dua orang lelaki itu. "Begitu dalam cintamu kepadaku Bang"


Humai tersenyum. Kembali ke kamarnya. Duduk di ranjang, sambil menulis sesuatu. Entah apa yang ditulisnya, hingga Archee masuk pun, ia tak mengetahuinya.


"Serius amat sih??"


Humai tersenyum pada suaminya. "Mas Zaf sudah pulang??" Archee mengangguk. Ia naik ke ranjang dan duduk di samping istrinya. Ia melirik tulisan yang ditulis oleh Humai.


Humai hanya tersenyum sambil menjauhkan buku miliknya dari jangkauan Archee. Membuat Archee semakin penasaran dibuatnya. Humai tak kuasa lagi menahan tawanya. Akhirnya ia tertawa terbahak-bahak.


"Ih! Abang kepo!" katanya melihat ekspresi wajah Archee yang sudah haus akan rasa ingin tahu.

__ADS_1


"Nulis apa sih??" Paksa Archee seraya merebut buku milik Humai. Ia membacanya. Lalu tertawa atas apa yang diketahuinya.


"Hahahaha, hanya karena bahan makanan yang kamu catat, sampai Abang gak boleh melihatnya? Bawang putih sekilo, bawang merah sekilo...."


Humai berdecak. Menghentikan ucapan Archee. Ia membalik kembali lembaran buku itu dan menunjukkannya kepada Archee. Archee membacanya.


*Archee Putra Wicaksana,


Seorang camat yang aku kira dulunya cuek dan dingin. Kami kenal, tapi bukan dekat. Dia adalah teman Mas ku, Mas Hilal. Kadang, mereka bertemu di rumah, kami hanya bertegur sapa. Sebatas say hello. Jujur, aku mengagumi sosoknya, penuh kharisma dan kewibawaan.


Setiap malam, aku selalu bermimpi tentangnya. Meski pun aku tak memikirkannya sekali pun. Itu yang membuatku ragu atas cintaku terhadap mantanku dulu. Ternyata benar adanya, dia memintaku kepada pemilik diriku.


Semakin hari, aku semakin jatuh cinta padanya. Dia selalu memperlakukanku dengan istimewa. Adu argumen pasti ada, tapi aku suka akan hal itu. Karena setelah itu, aku akan dimanjakan olehnya. Dia selalu saja mengalah padaku.


Terima kasih sudah mencintaiku sebesar itu. Dan Insyaallah, aku akan membalasnya dengan cinta yang lebih besar lagi untukmu. My hubby, Archee Putra Wicaksana.


Love you Abang*


Archee meletakkan buku itu. Membawa istrinya dalam pelukannya. Enggan melepaskan pelukan itu. Mendaratkan ciuman ke seluruh wajah istrinya.


"Abang juga selalu membuat Humai jatuh cinta dengan Abang. Tidur yuk!" Archee mengangguk. Mereka akhirnya tidur dengan perasaan bahagia.


.


Hari sabtu pun tiba, hari dimana semuanya sibuk berkumpul di rumah Archee. Karena malam nanti, Zafran akan melamar Zoya. Disaat yang lain sibuk mempersiapkan segala seserahan, Zafran malah seperti anak kecil.


"Bun, kalau ditolak gimana?" rengek Zafran pada Ibunya. Semua hanya diam tak menanggapinya.


"Bunda!"


"Ya Allah ini anak..... Ya kenapa minta dilamarkan kalau nanti ditolak??" jawab Ayah Agus geram. Membuat semuanya tertawa. Zafran memanyunkan bibirnya.


Malam pun menjelang, selepas maghrib mereka bertolak menuju rumah Zoya. Setelah menyusuri jalanan yang berliku itu, mereka sampai di rumah Zoya.


Ramai keluarga Zoya menyambut kedatangan keluarga Zafran. Mereka dipersilahkan masuk. Zafran semakin tegang. Acara berlangsung sebagaimana seperti biasanya.

__ADS_1


Zoya dihadirkan untuk memberikan jawaban pada Zafran. Aura kecantikan Zoya terpancar sempurna. Humai berbisik pada suaminya. "Sang Queen of Heart sudah menemukan cintanya dalam dunia nyata Zoya in real life"


Archee terkekeh mendengarnya. "Sekarang Mbak Zo si granat, sudah dijinakkan oleh ahlinya" bisikan mereka masih bisa didengar oleh Zafran.


Ia hanya tersenyum tipis. Zoya menjawab lamaran dari Zafran. "Bismillahirrahmanirrahim, Mas, malam ini saya akan langsung menjawab maksud dan tujuanmu datang ke rumah. Saya menerima pinanganmu Mas, cepat-cepatlah menentukan tanggal dengan keluarga kita. Karena aku sudah siap menjadi istrimu"


Semua mengucap hamdalah dan bertepuk tangan atas jawaban Zoya. Sekarang, baik Ayah Agus dan Bunda Yuna tahu, mengapa Zafran ngotot minta dilamarkan dengan gadis pilihannya. Selain karena cinta, memang.aura yang teroancar dari Zoya adalah kedewasaan.


Acara dilanjutkan dengan makan-makan dan rembug tanggal. Zafran mendekati calon istrinya itu. "Zo, kamu tahu kan Mas ini intel?"


Zoya mengangguk. "Iya aku paham Mas, aku juga punya teman yang suaminya juga sama sepertimu. Aku sudah menjelaskan kepada Bapak dan Ibu. Kalau hanya akan terjadi akad saja. Aku juga paham, bahwa tidak semuanya bisa aku ketahui. Dan Insyaallah aku percaya sama kamu"


"Kamu gak papa kan?"


"Ya gak papa lah! Malah enak dong, duitnya nanti bisa buat jalan-jalan"


"Mas takut kalau ada tetangga yang ngomongin kamu begina begini"


"Biarkan saja! Toh Zoya gak minta pendapat mereka kok Mas"


Zafran tersenyum senang mendengarnya. Ia memang membutuhkan sosok pendamping seperti Zoya. Yang mampu meletakkan pengertian pada posisi dan porsinya.


.


.


.


Like


Vote


Komen


Tip

__ADS_1


Habis ini nikahan Maris dan Damar dulu. Yang kangen sama Abang Ilyas dan Dek Adel, tunggu yak! 😜😜😜


__ADS_2