Pelabuhan Hati Si Kembar 4

Pelabuhan Hati Si Kembar 4
Bab 52


__ADS_3

"Maafin Mas Ay" Imam memohon dan memelas kepada Aylin. Aylin tetap diam saja. "Mas kan punya trauma Ay"


Aylin semakin geram dengan alasan Imam. "Kamu itu traumanya ke siapa? Kenapa aku yang harus kamu uji? Kenapa bukan orang yang membuatmu trauma yang kamu uji? Salah apa sih aku sama kamu? Sampai kamu nguji-nguji aku begitu? Kalau kamu bisa mikir, nih ya, dari awal aja deh, kalau aku matre, gak bakalan aku pilih abdi negara, noh pengusaha banyak yang mau ngedeketin aku. Kamu tahu gak alasan aku gak mau dideketin mereka? Aku juga sama kayak kamu, punya trauma, mantan ku yang dulu juga pengusaha, tapi apa itu menjadikanku alasan untuk mengujimu soal kesetiaan? Gak kan? Kecewa aku sama kamu Mas"


Imam hanya diam mendengarkan kekesalan Aylin. Azka dan Hilal masuk ke pos jaga dan tak sengaja melihat mereka bersitegang. Azka dan Hilal langsung keluar lagi dari pos jaga. Aylin menggunakan kesempatan itu untuk kaluar dari pos.


Imam mencekalnya. "Mau kemana Ay?"


"Jam istirahatku sudah habis, tolong lepaskan tanganku"


"Iya Mas lepaskan, maafin Mas ya?" Aylin menarik paksa tangannya. Membuat tangannya perih.


Aylin keluar dari pos jaga. Imam mengejarnya. Mereka menjadi pusat perhatian sebagian orang yang ada disana.


Hilal dan Azka juga melihat kejadian itu. Hilal menghentikan Imam. "Biarin dulu Aylin tenang"


"Tapi dia sedang marah karena aku" jelas Imam.


"Iya saya paham Bang, Aylin marah pasti ada sebabnya kan? Dan itu pasti satu hal, Abang berbohong kan?"


Imam menghela nafasnya dan berkacak pinggang. "Paham banget kamu tentang Aylin"


Hilal tersenyum kecut. "Bagaimana saya tidak paham? Kami kenal dari kecil, umur kami sepantaran, waktu kuliah kedokteran sering satu kelompok sama dia. Berpikirlah logis bang, jangan kalah oleh amarah"


Imam menghela nafasnya. Azka menyodorkan gado-gado itu pada Imam. "Nih makan dulu"


"Udah gak lapar Az"


"Gara-gara mikirin mbak Aylin marah?"


"Bukan!"


"Terus?"


"Habis makan Abang nih! Sekarang pengen makan orang!" Azka dan Hilal tertawa mendengarnya.


"Biarin Aylin tenang, nanti reda sendiri kok marahnya. Dia kalau lagi marah dan makin dikejar ya makin menjauh" terang Hilal.


Imam mengangguk. "Abang masuk dulu deh" Imam meninggalkan Azka dan Hilal.


"Nanti Mas telpon lagi deh" Azka mengangguk. Hilal berpamitan kepada Azka. Mengeluarkan dompetnya. Memberikan beberapa lembar uang 100 ribuan. "Apa nih?" tanya Azka terheran.


"Tabungin itu uang buat biaya tunangan kita. Catat tabungan kita, rinci semua kebutuhan yang kita perlukan hingga menikah. Mas akan kerja lebih giat untuk acara kita"


Azka mengangguk senang. "Jangan lupa istirahat juga dong. Jangan terlalu memforsir diri kamu. Aku juga bakalan nabung"

__ADS_1


Hilal mengangguk. "Mas balik ke rumah dulu ya? Nanti malam kalau memang bisa ijin, kita keluar sebentar"


"Oke!" Azka melambaikan tangan saat Hilal kembali menuju mobilnya. Hilal meninggalkan batalyon. Menghubungi sahabatnya. Ia memasang earphone agar lebih mudah berbicara dengan menyetir.


"Assalamualaikum" sapa Hilal.


Waalaikum salam. Maaf gak nyapa tadi. Lagi kesel sama orang!


Hilal tersenyum mendengar curahan hati Aylin. "Apa kabar lu? Lama gak nongol sekalinya ketemu malah gak nyapa! Sombong amat buk!"


Hahaha, gue kan udah bilang tadi.... gue lagi kesel banget sama orang! Eh, itu tadi pacarmu Lal?


"Enak aja pacar, lebih dong! Calon, namanya Azka, sepupu Maryam istrinya Habib"


Owwhhh.... lu sibuk gak?


"Sibuk lah! Spesialis gitu lhoh! Hahahahaha"


Hahahah, sombong amat pak! Beneran ini gue tanya, sibuk gak?


"Gak, kenapa? Mau curhat kan lu?"


Tahu aja semprul ini. Sebel gue, ya masa gue dikibulin suruh dorong motor eh tahunya itu motor bukan punya dia, ngakunya itu motor dia. Kan sebel gue. Mana alesannya buat ngetes gue matre apa nggak lagi


"Hmmm, udah sih maafin aja. Gantian balas dong!"


"Balas lah, kalau dia nguji lu tentang materi, gantian lu uji dia tentang kesetiaan. Nih, aku kasih tahu caranya. Lu ajak dia jalan. Pancing dia agar mengungkapkan rasa cintanya sama lu, sampai dia bilang beneran mau nikah sama lu. Prank ke dia, bahwa di belakang dia ada wanita yang lebih sholeha dari lu, lebih cantik dari lu. Lihat reaksinya. Kalau dia noleh, artinya dia gak beneran pengen milikin lu. Kalau dia tetep fokus sama lu, itu artinya dia benar-benar cinta sama lu. Karena, sejatinya laki-laki hanya akan memandang satu wanita yang amat berarti untuk dirinya. Gak ada alasan apapun. Fokus sama 1 perempuan"


Ajegile..... hahahahaha, di spesialis bedah diajarin begituan Lal? Pengen ambil spesialis deh


"Kampret! Hahahaha, aku diberitahu oleh seorang ustadzah, waktu itu ada temen gue juga galau tentang kesetiaan cowoknya. Lalu diberitahu itu. Coba aja sih Ay"


Mmmm,..... tapi gue takut Lal


"Takut kenapa?" tanya Hilal sambil memarkirkan mobilnya di garasi rumah.


Takut kalau dia noleh ke belakang


"Hahahaha, ketahuan lu Ay, lu udah jatuh hati ya sama dia? Cie...."


Hahahaha, diem mulut lu, jangan ember.... Iya. Eh, udah tahu belum kalau Humai perdarahan?


"Ha? Humai perdarahan? Emang dia lagi hamil?"


Iya, jadi singkat cerita tuh, dia gak tahu kalau udah telat mens. Si Abang kurang ajar, main di ranjang sampai beberapa episode. Sekarang disuruh bedrest di RS

__ADS_1


"Wih, mantap juga punya Archee... diasah pakai apaan langsung tokcer begitu? Episode, kayak sinetron aja. Hahaha... ya sudah, gue tanya orang rumah dulu deh. Lakuin tuh saran gue. Tapi nih ya, kalau gue lihat sih dia tipe setia Ay"


Gaya lu jadi dukun!


"Hahahaha, udah ah, terserah sih mau percaya apa gak. Buktiin aja dah. Udah dulu ya?"


Hemmm makasih ya Lal, lu emang temen orok paling ngerti gue deh. Selamat istirahat. Assalamualaikum


"Waalaikum salam"


Hilal tersenyum dan segera turun dari mobil. Rumah memang tampak sepi. Ia menanyakan kabar Humai pada Archee dan ternyata memang benar adanya.


Ia mengirim pesan pada Azka.


Me : Az, Mas udah sampai rumah ya... Mas bobok dulu. Nanti bangunin Mas ya, sayang? Gak ada orang di rumah


Azka : Baru ini dipanggil sayang ☺☺. Mau dibangunin jam berapa Mas?


Me : Iya dong! kalau kemarin kan PDKT, ini kan lebih 😀😀. Bangunin jam 3 sore ya?


Azka : Oukey. Met istirahat calon imamku 😘😘😘


Me : Aih..... merdunya sebutan itu.... mana dikasih kiss lagi.... 😘😘😘😘 tak kasih banyak buat kamu


Azka : 😄😄😄


Me : Ya udah, met kerja sayang


Azka : Met istirahat Mas


Hilal masuk menggunakan kunci cadangannya. Langsung menuju kamarnya dan merebahkan dirinya. "Hmmmm, nyamannya setelah tidurku tak tenang....."


Hilal memejamkan matanya dan mulai tertidur.


.


.


.


Like


Vote


Komen

__ADS_1


Tip


Maaf lama, belajarnya gak libur. Yang tanya kenapa othor sekarang cuma 1 bab, othor lagi sibuk dengan persiapan CASN. Sibuk belajar doain othor dilancarkan semuanya dan bisa nerima NIP tahun ini. Aamiin


__ADS_2