Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Mual


__ADS_3

Hari berganti hati dan begitu dengan bulan yang telah berganti, pagi ini A;ena bangun masih sangat pagi karena ia harus berangkat ke kantor pagi. Alena merasakan mual yang amat sangat lalu ia pergi ke kamar mandi dan memuntahkannya di closet, Alena hanya munta air entah kenapa kepalanya juga sangat pusing sekali.


Alena membasuh mukanya di wastafle dan mengambil minum terlebih dahulu, Alena menganggap bahwa dirinya hanya masuk angin biasa makanya ia memaksakan mandi dan harus berangkat ke kantor karena hari ini ada meeting di kantor dengan pemilik pereusahaan.


Alena masih merasakan pusing dan juga mual saat ia mau sarapan pagi saja nggak bisa karena saat sudah di isi perutnya pasti akan kembali lagi terpaksa dia hanya minum air putih saja. Alena mendudukan bokongnya di kursinya ia bersenderan dan memejamkan matanya.


Pintu terbuka dan menampakkan Aneta yang sudah rapi ia juga membawa beberapa map. Aneta melihat wajah Alena yang terlihat sangat pucat dan sedang terlihat tak baik-baik saja merasa khawatir.


“Alena ya ampun kamu kenapa ko muka kamu pucat kamu sakit ya,” ucap Aneta yang terlihat khawati sambil memeriksa jidat Alena panas atau tidak.


“Aku nggak apa-apa neta ya sudah ayo sekarang kita keruang meeting,” ajak Alena


“Tapi beneran kamu nggak apa-apa muka kamu pucat loh, tapi anehnya kamu nggak panas,” ucap Aneta sambil mengikuti jalan di belakang Alena.


“Ya makanya kamu nggak usah khawatir,” ucap Alena


Kini Alena dan Aneta sudah berada di ruang meetin dan yang lainnya juga sudah berkumpul, pintu terbuka menampakkan Devin dan juga Evan yang selalu ada di sampingnya.


Mereka membahas tentang keuangan perusahaan dan bagaimana pemasukkan tahun ini, meeting berjalan dengan lancar dan meeting pun telah usai.


Saat akan keluar dari ruangan meeting tiba-tiba semuanya gelap dan Alena pun pingsan tak sadarkan diri. Aneta yang menyadarinya teriak memanggil Alena yang terjatuh karena pingsan, Devin pun langsung berlari ke arah Alena dan segera menggendongnya membawa keruangannya.


Devin menyuruh Evan untuk segera menghubungi dokter keluarga Devin, Devin menempatkan Alena di kamar pribadi yang ada di ruangan Devin, Devin sangat khawatir dengan keadaan Alena. Bisa-bisanya Alena bekerja di saar ia sedang sakit bukannya istirahat malah kerja.

__ADS_1


 Devin benar-benar tak habis pikir dengan Alena, dokter pun datang dan Devin menyuruh segera dokternya untuk memeriksa Alena. Dokter pun lanngsung memeriksa Alena.


Dokter pun bilang bahwa Alena baik-baik saja dan dokter juga bilang bahwa Alena sedang hamil dan usia kandungannya sudah menginjak 2 bulan. Devin terkejut ternyata usahanya tidak sia-sia ia bisa membuat Alena hamil.


Dokter juga kasih resep vitamin penguat kandungan untuk di tebus di apotik dan Devin menyuruh Evan untuk menebus obatnya. Dokter pun berpamitan untuk segera pergi dan Devin mengantarkan sampai depan ruangan kantor dan selanjutnya Evan yang menemani dokter itu sampai lobby sekalian Evan mau ke apotik.


Devin menunggu Alena siuman ia sangat bahagia Devin juga sudah tak sabar akan memberitahu Alena bahwa dirinya sedang hamil anaknya dan Devin juga akan segera menikahi Alena.


Alena mengerjap-ngerjapkan matanya ia melihat sekelilingnya dan ia bertanya-tanya sedang ada di mana dirinya, Devin yang menyadari Alena sudah sadar ia pun mendekati Alena dan membantunya duduk dan bersandar Devin juga kasih Alena segelas air putih dan menyuruh Alena meminumnya.


Alena meminum habis air yang ada di gelas lalu Devin menggambilnya dari tangan Alena dan meletakan gelas itu kembali di nakas samping tempat tidur. Lalu Devin duduk di tepi ranjang dan memegang tangan Alena.


“Sayang aku bahagia banget hari ini, makasih ya,” ucap Devin


“Karena kamu sedang menggandung anak aku,” ucap Devin dengan sangat bahagia.


“Dev kamu jangan bercanada ya, kamu kalau ngomong jangan ngaco kenapa,” ucap Alena kepada Devin kok bisa-bisanya Devin berkata seperti itu.


“Aku nggak bercanda ataupun ngaco sayang, aku bilang yang benar tadi dokter bilang kamu sedang hamil dan usia kandungan kamu berjalan sudah 2 minggu,” ucap Devin


Alena pun tersadar bahwa ia bulan ini juga belum datang bulan dan ia juga sudah telat 2 minggu, ini pasti tidak mungkinkan dan apa yang di takuti Alena terjadi ia hamil anaknya Devin padahal di dalam hatinya ia tak menyukai Devin sama sekali dan sekarang Alena harus bagaimana.


Alena benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi ia beanr-benar syok dengan berita kehamilannya.

__ADS_1


“Sayang kamu kenapa kok ngelamun sih?” tanya Devin sambil mengelus pipi Alena dengan lembut.


“Aku masih nggak percaya Dev kalau aku hamil anak kamu dan aku harus bagaimana Dev aku nggak mau hamil aku masih menikmati hidup kesendirianku tanpa seorang anak dan aku pun belum kepikiran untuk menikah,” ucap Alena


“Sayang dengerin aku kamu hamil itu anugerah dari Tuhan kamu jangan ngomong seperti itu lagi, aku juga janji aku akan mempersiapkan pernikahan kita dengan waktu dekat ini,” ucap Devin


“Tapi Dev aku nggak ada perasaan sama kamu dan aku nggak mau menikah dengan kamu,” ucap Alena yang sudah mengeluarkan air matanya.


“Sayang cinta bisa datang kapan saja dan aku juga nggak mau anak kita lahir tanpa seorang bapak aku tak mau itu terjadi, jadi kita harus merawatnya bersama-sama,” ucap Devin


“Maaf Dev aku masih butuh waktu untuk memikirkannya dan soal anak aku juga bisa menjaganya dan merawatnya bahkan aku juga bisa menjadi seorang ayah selain menjadi ibunya,” ucap Alena


Alena pun berdiri dari tempat tidur dan keluar ruangan Devin, Evan yang baru saja masuk ruangan ia di buat bingung pasalnya ia melihat Alena keluar ruang menangis dan pak Devin mengejarnya. Terpaksalah Evan ikut mengejarnya dan ia juga kan mengasihkan obat ini ke Alena.


Semua karyawan pun tertuju pada Alena yang berlari sedangkan di kejar Devin dan juga Evan ini sungguh akan menjadi berita yang sangat panas di perusahaannya. Biasalah karyawan –karyawan yang nggak suka dengan Alena pasti mereka akan membuat gosip tak sedap tentang Alena.


Alena masuk ke dalam ruangannya dengan di ikuti Devin dan Evan.


“Sayang kenapa kamu lari kamu nggak kasian dengan kandungan kamu bagaimana nanti kalau kamu keguguran,” ucap Devin dengan nada sangat marah kepada Alena.


“Pergi kamu Dev aku tidak mau melihat mu ada di ruangan ini,” ucap Alena tanpa melihat Devin. Devin pun mengambil vitamin tadi dari tangan Evan dan menaruhnya di atas meja.


“Baik aku pergi dan ini vitamin penguat kandungan jangan lupa kamu minum agar anak kita kuat di dalam perut kamu dan jangan lupa makan, aku juga akan membelikan susu hamil untuk ibu hamil untuk di kirim ke Apartemen nanti kamu juga jangan lupa minum,” ucap Devin, lalu DEvin mengajak Evan keluar ruangan.

__ADS_1


__ADS_2