Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Devin dan Alena


__ADS_3

Devin mengajak Alena untuk keluar sebentar mencari udara segar, Devin juga menyuruh Evan merubah villanya menjafi tempat yang romantis.


“Kita mau kemana?” tanya Alena menoleh ke Devin.


“Hanya mencari udara segar, apa kamu mau makan sesuatu di depan sana ada restoran,” ucap Devin.


“Tidak, aku masih kenyang,” ucap Alena sambil mengedarkan pandangannya ke arah lain.


“Kalau begitu ayo kita ke suatu tempat,” ajak Devin sambil mengandeng tangan Alena, Devin hanya ingin berdua saja dengan Alena menghabiskan waktu bersama.


Devin membawa Alena ke tempat pemandian air panas dan tempat itu sudah di booking oleh Devin jadi tidak ada orang di dalamnya dan hanya mereka berdua saja.


“Kenapa kamu mengajakku ke sini Dev?” tanya Alena bingung.


Devin tersenyum, lalu memegang ke dua bahu Alena,” nggak apa – apa kan? Ayo kita berendam di air hangat untuk menyegarkan pikiran kita,” ucapnya.


Alena hanya mengangguk dan segera menuju tempat berganti pakaian begitu dengan Devin. Setelah itu Alena keluar dengan mengenakan bikini dan Devin hanya mengenakan boxer.


Mereka mulai masuk ke dalam pemandian air hangat yang di buat seperti kolam renang.


“Sayang,” ucap Devin sambil menoleh ke Alena.


“Nee,” ucapnya singkat dan menatap Devin.


“Apa kamu benar – benar tak merindukanku?” tanya Devin.

__ADS_1


Alena mengalihkan pandangannya ke arah lain dan menghembuskan nafasnya secara kasar.


“Sama sekali tidak,” ucap Alena yang terlihat dingin.


“Kenapa? Bahkan aku sangat merindukanmu sayang, dan kenapa kamu harus pergi meninggalkanku setelah kita melakukan hubungan?” tanya Devin menoleh ke Alena.


“Entahlah, aku hanya ingin pergi saja dari mu, tapi kenyataan saat jauh darimu anak yang aku kandung sangat menginginkanmu berada di sampingku dan itu sangat menyiksaku,” ucap Alena menatap Devin yang ada di sampingnya.


“Lalu? Kenapa kamu tak pernah menghubungiku?” tanya Devin kembali.


Hanya gelengan kepala yang Alena berikan sambil menatap jauh entah apa yang Alena pikirkan.


“Aku hanya ingin berusaha mencoba melupakanmu,” ucapnya tanpa menoleh ke Devin.


“Why? Apa sebegitu tak aku berarti buat kamu Alena?” tanya Devin sedikit marah.


“Tapi aku ayah kandung Kaendra, apa kamu berniat memisahkanku dengan anak kita?” tanya Devin kembali.


“Tidak juga, aku akan membiarkan Kaendra bertemu denganmu bila nantinya sudah besar, namun kenyataannya tak begitu,” ucap Alena tersenyum kecut sambil memikir sesuatu yang masih saja mengelayuti pikirannya.


Devin tak menyahut lagi hanya keheningan saja yang tercipta, Alena menoleh sebentar ke Devin dan kembali memandang ke depan, Alena tahu mungkin saat ini Devin sedang marah.


Sekitar setengah jam mereka berendam dengan hanya keheningan saja tanpa ada pembicaraan lagi, Alena lalu berdiri berniat ingin menyudahi berendamnya.


Tiba – tiba tangannya di pegang oleh Devin,” mau kemana kamu?” tanya Devin mendongakkan wajahnya.

__ADS_1


Alena menoleh ke Devin dan tersenyum,” aku ingin menyudahi berendamnya,” ucap Alena.


Devin mengeleng,” tidak, kamu tidak boleh pergi dari sini, temeni aku sebentar lagi,” ucap Devin memohon.


Mau tak mau Alena menuruti perkataan Devin dengan kembali duduk lagi di samping Devin. Devin melingkarkan tangannya di pinggang dan membawa Alena lebih dekat dengannya.


“Sayang, kali ini aku benar – benar tak akan melepaskanmu kembali, jika kamu mencoba lari dariku kembali kamu akan dapaf imbasnya,” ucap Devin sekali lagi memperingati Alena.


Alena hanya mendengus kesal mendengar Devin yang mengacamnya, tapi itu bukan hanya sekedar ancaman saja, itu akan menjadi kenyataan jika Alena nekat melakukannya.


Hari telah menjelang sore Devin mengajak Alena menyudahi berendamnya dan menyuruh segera membilas badannya, Devin juga sudah menyiapkan gaun untuk Alena.


Gaun berwarna merah maroon yang terlihat sangat anggun di pakai oleh Alena, gaun selutut di padukan dengan high heels merah dengab hiasan glitter yang menyala.


Alena merasa heran mengapa Devin menyuruhnya memakai gaun begini. Tak lupa juga Alena memoles mukanya dengan bedak tipis – tipis dan lipstik yang terlihat natural.


“Selesai,” ucapnya lalu Alena berjalan keluar kamar mandi dengan membawa tas serta paper bag yang berisi bajunya yang tadi dirinya pakai.


Ternyata Devin sudah menunggunya di depan kamar mandi, Devin tersenyum ke Alena,” cantik,” ucap Devin yang keluar dari mulutnya sambil masih memandang Alena.


“Ayo kita keluar,” ajak Alena.


Devin mengangguk sambil meraih tangan Alena untuk di gandeng tak lupa juga Devin membawakan paper bag yang berisi bajunya.


Mereka berjalan keluar menuju di mana mobil Devin sudah terparkir saja, padahal tadi mereka hanya jalan kaki saja. Devin segaja memilih villa yang agak jauh dari villa pertama yang Devin dan Alena singahi.

__ADS_1


“Kita mau kemana?” tanya Alena menoleh ke Devin.


“Nanti kamu juga akan tahu sendiri kalau kita sudah sampai,” ucapnya, Devin menjalankan mobilnya meninggalkan tempat pemandian air panas.


__ADS_2