Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Alice dan Evan


__ADS_3

Pagi yang cerah, begitu juga untuk Alice. Di mana pagi ini dia akan pergi bersama dengan Evan, mereka hanya akan pergi jalan-jalan saja sebenarnya namun bagi Alice sangat menyenangkan, apa lagi kini dengan hubungan yang berbeda. Alice meminum secangkir kopi yang dia buat tadi, saat ini dia sedang duduk santai di pinggir kolam. Lagi pula ini juga masih terlalu pagi dan lebih baik nanti saja bersiapnya, dengan di temani sandwich buatannya, Alice memakannya dengan penuh senyum dan bahagia dalam hatinya.


“Apa aku enggak salah lihat? Kamu senyum-senyum sendiri seperti orang gila,” ucap Alena yang baru saja datang dengan membawa segelas susu untuk ibu hamil.


Alice hanya tersenyum. “Eonie, bikin kaget saja. Aku masih sehat eonie, enggak gila. Bagaimana keadaan janin eonie?” tanya Alice.


Alena duduk di samping Alice sambil meletakkan susunya di meja. “Baik, tidak ada masalah dan dokter juga menyuruh eonie makan-makanan yang sehat,” ucap Alena.


“Syukurlah eonie, aku senang mendengarkannya,” ucap Alice, lalu memasukkan suapan sandwich terakhir ke dalam mulutnya.


“Hm ... apa yang membuatmu pagi-pagi tersenyum sendirian?” tanya Alena yang masih penasaran dengan Alice.


“Hari ini aku dan Evan akan pergi jalan-jalan eonie, kami juga sudah menjadi pasangan kekasih,” ucap Alice dengan bahagia.

__ADS_1


Alena mengerutkan keningnya sambil menatap Alice yang berada di sampingnya. “Benarkah? Apa eonie tidak salah dengar? Secepat itu. Apa kamu yakin Alice jika Evan melakukan itu semua,” ucap Alena.


Lagi-lagi Alice hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. “Aku tidak berbohobg eonie, jika eonie atau oppa nanti tidak percaya maka bisa bertanya langsung dengan Evan,” ucapnya.


“Mungkinkah? Kenapa tiba-tiba,” ucap Alena dalam hati, jujur saja Alena juga masih penasaran dengan manta kekasih Katty, karena namanya sangat mirip dengan Evan.


Akan tetapi mau bagaimana juga Alena akan tetap mendukung apa yang akan dilakukan Alice selanjutnya, karena dia juga sudah dewasa dan dia juga berhak dengan pilihannya. Aku juga yakin jika Evan tidak akan pernah melakukan hal kejam itu, pasti dia akan mencintai dan menjaga Alice dengan baik. Mungkin jika nanti Evan menyakitinya maka dia akan jadi orang pertama akan melindungi Alice.


Saat ini Alice dan Evan sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan yang ada di Seoul, karena ini weekend jadi banyak pengunjung atau pasangan muda-mudi hanya untuk sekedar menghilangkan rasa penat, banyak mereka yang membeli makanan dan yang lainnya. Mereka bergandengan tangan seperti pasangan yang lain, bahkan Alice yang mengajak Evan untuk membeli es krim kesukaannya, selain itu Evan juga menuruti apa yang diminta oleh Alice dan dia juga sama sekali tidak keberatan.


Alice pun mengangguk, lalu dia mengajak Evan masuk ke dalam salah satu restoran. Alice mengajak Evan makan di restoran favoritnya. “Di sini banyak makanan enak, pasti kamu akan menyukainya,” ucap Alice.


“Oh, iya. Bahkan aku sama sekali belum pernah makan di sini,” ucap Evan tersenyum.

__ADS_1


“Aku tahu, jika kamu terlalu sibuk dengan pekerjaanmu. Bahkan jika pun makan pasti kamu ke tempat yang mahal,” ucap Alice.


Evan hanya tersenyum lalu dia juga mencubit hidung Alice pelan. “Itu karena selama ini aku banyak kerja dan aku juga banyak uang. Maka aku juga harus makan yang enak dan kamu tahu sendiri baby menyenangkan diri sendiri itu penting,” ucap Evan.


Alice hanya mengangguk, lalu dia melambaikan tangannya pada pelayan. Lalu Alice memesan makanan yang menjadi makanan favorite dan banyak di pesan di restoran ini. Walau restoran ini terlihat kecil dan terlalu di sederhana namun makanannya tidak perlu diragukan lagi, pasti orang yang baru mencoba makan di sini besoknya akan kembali ke sini lagi begitu juga seterusnya. Tidak lama makanan yang mereka pesan sudah sampai dan mereka berdua langsung menyantap makanannya.


Baik Alice dan Evan terlihat sangat bahagia, bisa di lihat dari wajah mereka berdua. Entahlah apa yang membuat Alice jatuh cinta pada Evan, jika di lihat sebenarnya Evan terlalu cuek dan dingin namun saat Alice bersama dengannya Evan berubah dari mode awalnya. Sejak pertemuannya dari awal Alice menganggap Evan hanya biasa saja namun lama kelamaan menjadi dekat.


“Baby, thank you untuk hari ini,” ucap Evan.


“Buat?”


“Karena hari ini kamu bisa meluangkan waktu dan kita bisa pergi bersama-sama,” ucap Evan.

__ADS_1


“Ya, aku juga sangat happy untuk hari ini,” ucap Alice tersenyum begitu juga dengan Evan.


Kali ini Alice mengajak masuk Evan ke sebuah toko baju, sudah lama Alice tidak membelinya. Selama ini baju yang dia pakai adalah pemberian dari Alena. Wajar saja eonie’nya memiliki banyak baju dan terkadang suka membelinya namun selalu saja di berikan padaku. Dan ukuran badanku dengan eonie sama jadi aku menerimanya, lagi pula juga sayang kalau tidak di pakai dan akhirnya nanti hanya di buang, maklum saja aku terlahir dari keluarga yang sederhana dan hingga akhirnya aku bertemu dengan keluarga eonie dan kini mereka sudah menganggap aku sebagai keluarganya.


__ADS_2