Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Berusaha merayu


__ADS_3

Sore ini Devin masih ada di ruangannya, dia masih mengerjakan pekerjaannya yang sebentar lagi selesai. Sebenarnya jam sudah menunjukkan waktunya pulang namun Devin belum ingin kembali pulang karena menurutnya lebih dulu menyelesaikan pekerjaannya. Sampai akhirnya dia pun selesai dengan pekerjaannya, Devin meregangkan tubuhnya.


“Arrggh, akhirnya aku bisa kembali pulang lebih cepat,” ucapnya, Devin pun mulai membereskan mejanya dan dia juga memasukkan berkas-berkas penting ke dalam tasnya.


Namun saat dia sedang membereskan mejanya tiba-tiba saja pintunya di ketuk oleh seseorang dan saat itu juga Devin menyuruhnya masuk. Sampai akhirnya pintu terbuka dan menampilkan Sandra sang sekretaris. Dengan senyumannya Sandra berjalan pelan mendekati Devin.


“Ada apa? Kenapa kamu belum kembali pulang?” tanya Devin, namun tatapan Devin tidak tertuju pada Sandra dan lebih fokus membereskan berkas-berkas tadi.


“Saya menunggu tuan, karena mungkin nanti tuan akan membutuhkan saya,” ucap Sandra.


Devin pun menatap Sandra dengan satu alisnya naik ke atas. “Bukannya saya sudah pernah bilang jika waktunya jam pulang, kamu pulang saja dan kalau pun saya butuh kamu maka saya bisa meneleponmu,” ucap Devin ketus.


Namun tetap saja Sandra hanya bisa tersenyum dan mengangguk, dia melakukan ini karena memang di sengaja agar dia bisa lebih lama bersama dengan tuannya dan tentunya bisa menggodanya, apa lagi ini sudah waktunya jam pulang kantor dan di ruangan ini hanya ada mereka berdua.

__ADS_1


“Maaf tuan, kalau begitu saya permisi,” ucap Sandra, dan dia pun langsung membalikkan tubuhnya dan berjalan keluar ruangan, namun saat dia baru melangkahkan kakinya, dia sengaja menjatuhkan tubuhnya agar di tolong oleh Devin.


“Arggh, sakiit,” ucap Sandra.


Saat itu juga Devin langsung berlari ke arah Sandra dan berusaha membantu Sandra. “Are you ok?” tanya Devin.


“Kaki saya sakit tuan,” ucap Sandra sambil meringis kesakitan, namun itu semua hanya pura-pura saja.


“Ck! Lain kali kalau jalan hati-hati dan besok-besok kalau menggunakan heels jangan terlalu tinggi,” ucap Devin, dia berusaha membantu Sandra berdiri dan saat itu juga Sandra mengalungkan tangannya ke leher Devin, bahkan Sandra juga mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir Devin akan tetapi dengan segera Devin menjauh dan tidak jadi membatu Sandra berdiri.


“Kenapa tuan? Apa saya kurang menarik untuk tuan sehingga tuan tidak melirik saya sedikit pun,” ucap Sandra.


Dengan tatapan tajamnya Devin mendekat ke telinga Sandra. “Harusnya kamu yang sadar diri Sandra, kamu kira kamu siapa? Berani sekali kamu menggodaku hm? Apa kamu tidak tahu atau bahkan kamu pura-pura tidak tahu kalau saya sudah menikah. Oh, atau kamu memang sengaja melakukannya agar aku tertarik padamu? Itu hanya di mimpi kamu Sandra,” ucap Devin, lalu kembali menegakkan tubuhnya.

__ADS_1


Sandra pun langsung berdiri dan menatap dingin tuannya, entah keberanian dari mana dengan terang-terangan dia berusaha untuk menggoda Devin. “Baik kita lihat saja tuan, siapa yang akan menjadi pemenangnya,” ucap Sandra dengan penuh percaya diri, bahkan kini dia keluar ruangan Devin dan menutup pintu dengan sangat keras.


Devin menghela nafas panjang dengan masih menatap pintu ruangannya yang sudah tertutup dengan rapat. “Kurang ajar, dia kira dia siapa berani sekali. Dasar ****** tidak tahu diri, kalau begini jadinya aku tidak akan pernah menerimanya bekerja sebagai sekretarisku,” ucap Devin.


Sandra yang saat ini masih berada di basemant, dia sedang marah-marah di dalam mobilnya, dia tidak terima atas perlakuan Devin kepadanya. Karena bagaimana juga dia akan terus berusaha untuk mendapatkan Devin, dia ingin hidup enak dengan cara mendapatkan Devin, kalau bisa menjadi istri Devin. Sampai akhirnya Sandra di kagetkan dengan ketukan kaca mobilnya, Sandra pun melihat siapa yang mengetuk mobilnya dan ternyata itu adalah Evan.


“T-tuan,” ucap Sandra terbata-bata.


“Apa yang kamu lakukan di sini? Kenapa belum kembali pulang?” tanya Evan.


“Aaa, i-iya tuan. Ini saya baru akan kembali pulang. Lalu? Apa yang tuan lakukan di sini? Apa tuan mencari tuan Devin?” tanya Sandra.


“Iya, karena ada urusan penting yang akan saya bahas dengannya,” ucap Evan.

__ADS_1


Sandra hanya mengangguk. “Kalau begitu saya kembali pulang lebih dulu tuan,” ucap Sandra, dan saat itu juga Sandra menaikkan kaca mobilnya dan segera melajukan mobilnya.


Sedangkan Evan hanya menghendikan kedua bahunya seakan tidak tahu apa yang terjadi, Evan pun melanjutkan jalannya masuk ke dalam lift untuk menuju ke ruangan Devin, dimana dia sudah menunggunya.


__ADS_2