
Setelah menempuh perjalanan jauh, kini akhirnya mereka telah sampai di bandara Incheon Seoul Korea Selatan, mereka sampai di Korea sudah malam. Alena yang sedang mengendong Kaendra dengan satu tangannya membawa satu koper.
Alice membawa semua barang – barang mereka dengan menggunakan troli khusus untuk mengangkut barang, mereka berjalan keluar dari bandara untuk memcari taksi. Mungkin Alena sangat beruntung, kebetulan di luar ada beberapa taksi yang masih kosong, Alena segera mendekati mereka dan menaiki salah satu dari mereka.
Alice di bantu oleh supir taksi untuk memasukkan barang belanjaannya ke dalam bagasi mobil.
“Terima kasih,” ucap Alice sambil menundukkan kepalanya dan tersenyum.
Sopir itu mengangguk dan setelah itu Alice masuk ke dalam mobil, Alena menyuruh sopir taksi itu menuju ke perumahan elite yang berada di Seoul.
Alena senantiasa memangku Kaendra sambil memelukkya karena Kaendra kembali tertidur lagi.
“Sabar ya sayang, kita sebentar lagi sampai di rumah nenek dan kakek,” ucap Alena sambil mengelus rambut Kaendra.
Alice yang berada di sampingnya tersenyum kecil melihat Alena yang begitu sayang kepada anaknya, dan bisa membesarkan anaknya sendirian tanpa suami, Alice sangat kagum dengan Alena bisa membagi waktunya walaupun tidak setiap hari namun Alena masih bisa mengurus anaknya.
Kini mereka sudah masuk ke dalam rumah keluarga Lee, ya, Alena baru saja sampai dan kini Alice dengan di bantu oleh sopir menurunkan barang – barang dari bagasi. Butuh sekitar satu jam dari bandara ke rumah Alena, Alena segera memencet bel yang ada di samping pintu, tak berapa lama ada orang yang membukakan pintu.
“Nona Alena,” ucap Bibi.
__ADS_1
“Iya, saya Alena bi, apa boleh Alena masuk,” ucapnya.
“Tentu saja nona boleh masuk,” ucap Bibi dengan memarmerkan senyum senangnya karena nona dari keluarga Lee kembali setelah lama pergi dan menghilang.
“Makasih bi, oh iya, bi tolong bantu Alice membawa barang – barangnya masuk ya,” ucap Alena, lalu setelah itu Alena masuk ke dalam dengan di antarkan oleh bibi yang lainnya.
“Bi, apa emma sama appa ada di rumah?”
“Ada nona, mereka sudah tidur,” ucapnya.
“Baiklah, kalau gitu tak usah di bangunkan, biar menjadi kejutan saja, kalau gitu bantu saya membawa ini ke kamar dan nanti tolong tunjukkan kamar untuk Alice ya,” ucap Alena.
“Baik nona,” ucapnya, lalu mengantarkan Alena ke dalam kamarnya.
Di rumah ini tak ada yang berubah semuanya masih sama, sudah lama Alena meninggalkan rumah ini, dengan guyuran air hangat dari shower membuat Alena kembali menjafi segar rasa lelahnya sedikit berkurang.
Alena menyudahi mandinya dan keluar kamar dengan menggunakan bathrobe dan satu handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya. Alena duduk di depan meja rias untuk mengeringkan rambutnyq lalu memakai skincare sebelum tidur.
Malam ini di Seoul udaranya agak dingin jadi Alena mengenakan baju tidur yang agak tebal dan ikut membaringkan badannya di ranjang samping Kaendra.
__ADS_1
“Akhirnya aku bisa kembali ke rumah ini,” ucap Alena lirih.
Jam sudah menunjukkan 12.00 kst, Alena belum juga tidur dirinya masih membuka matanya dan tak bisa tidur, lalu Alena bangun dan bersender di ranjang, Alena meraih hpnya yang berada di nakas lalu membukanya dan mengaktifkan kembali nomor lamanya.
Banyak pesan masuk dari Devin, di sana Devin banyak mengirimkan pesan bahkan mencoba menelponnya berkali – kali.
“Maafkan aku Dev,” ucap Alena dengan lirih, lagi dan lagi Alena hanya mengucapkan kata maaf yang entah sudah berapa kali.
Alena meletakkan kembali hpnya di samping nakas dan berbaring kembali untuk segera istirahat, Alena memejamkan matanya lalu tertidur.
**
Pagi hari sekitar pukul 09.00 kst Alena baru bangun, sedangkan yang lain sudah berada di meja makan untuk sarapan, Alice yang sudah ikut bergabung dengan yang lainnya di ruang makan.
“Jadi, kamu siapa?”
“Saya Alice nyonya, pengasuh tuan kecil Kaendra anak nona Alena,” ucap Alice dengan sopan.
“Kalian sampai di sini jam berapa?” Sahira kembali bertanya lagi.
__ADS_1
“Sudah larut malam nyonya, Alice tak tahu jam berapanya,” ucapnya.
Sahira hanya mengangguk, dan menatap suaminya yang dari tadi hanya diam saja, Sahira sangat senang Alena kembali ke rumah dengan membawa cucu mereka.