Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Pergi Belanja


__ADS_3

Pagi ini Alena berniat untuk pergi jalan-jalan ke mall sambil mencari udara segar, lagian dia juga bisan di rumah terus, apa lagi jika nanti perutnya sudah membesar ia tidak bisa pergi kemana-mana. Alena melajukan mobilnya meninggalkan perkarangan rumahnya, ya Alena membaqa mobil sendiri tadinya eomma sama appanya tidak mengizinkan namun Alena terus merengek memohon dan akhirnya di perbolehkan.


Di sepanjang perjalanan Alena bersenandung bahagia, entah kenapa ia hari Ini sangat bahagia, Alena juga besemangat. Alena sampai di pusat perbelanjaan ia masuk ke dalam untuk melihat-lihat atau mungkin nanti ada yang mau dibeli Alena hanya berniat berjalan-jalan saja.


Alena menyusuri setiap toko sampai didepan sebuah toko sepatu yang menurutnya sangat bagus dan ingin sekali ia membelinya akhirnya Alena masuk ke dalam dan langsung membeli sepatu itu. Alena kembali berjalan dan tiba-tiba “brukkkkk … aduh sorry-sorry gua nggak sengaja,”ucap Suho yang menabrak Alena.


“Iya nggak apa-apa,”ucap Alena sambil mengambil belanjaanya yang terjatuh.


“Tapi kamu nggak apa-apakan? Nggak ada yang terluka?”tanya Suho


“Iya gue nggak apa-apa, nggak ada yang terluka,” ucap Alena menoleh ke orang yang di tabraknya.


“Ehh tunggu kamu cewek yang di taman waktu itu kan, nggak nyangka kita bisa bertemu kembali di sini,” ucap Suho


“Ya, kalau gitu gue duluan ya,” ucap Alena berlalu meninggalkan Suho yang masih terdiam di tempat, Suho tersadar lalu ia mengejar Alena namun Suho kehilangan jejak Alena.


Padahal ia tadi berniat mau kenalan dan ingin menjadi sahabatnya, entah kenapa Suho ingin sekali dekat dengan Alena padahal ia baru bertemu dengan Alena waktu di taman dan sekarang. Lalu Suho berjalan kembali ke pintu keluar Mall ia buru-buru karena ada pekerjaan yang sangat mendadak.

__ADS_1


Alena berada di restoran ia sedang menikmati makanan yang ia pesan tadi karena merasakan perutnya yang sangat lapar, memang akhir-akhir ini Alena mudah merasa lapar. Alena menikmati jalan-jalan hari ini karena ia sudah lama tak pulang ke Korean.


Kini Alena sedang di toko baju ia sedang memilih banyak baju dan ia coba, setelah Alena menemukan baju yang cocok Alena pergi ke kasir dan membayarnya. Alena keluar dari toko baju lalu ia memakai lift untuk turun ke bawah, Alena sudah merasa capek ia memutuskan untuk segera pulang.


Siang ini Devin berada di ruangannya dia sedang duduk di kursinya sambil memejamkan matanya, Devin ingin segera pulang namun pekerjaannya juga belun selesai ia harus bersabar untuk segera bertemu dengan Alena.


Devin membuka matanya dan ia membuka laptopnya untuk segera menyelesaikan pekerjaannya, Devin kembali fokus ke pekerjaannya namun ia tak bisa ia terus memikirkan Alena, Devin tak bisa menahannya Devin harus segera kembali ke Hamburg pekerjaannya yang ada di sini bisa di handle oleh Evan terlebih dahulu.


Devin langsung menghubungi Evan agar segera ke ruanganya secepatnya.


Tokkk tokkk tokkk


“Evan pesankan saya tiket untuk penerbagan ke Hamburg, kalau bisa yang sore nanti. Untuk itu kamu handle dulu pekerjaan saya yang di sini saya akan pergi ke Hamburg sendirian, saya nggak akan lama dan akan cepat kembali,” ucap Devin


“Baik tuan saya akan pesankan, kalau sudah tidak ada perlu lagi saya permisi keluar,”ucap Evan


“Silahkan,” ucap Devin lalu Evan pun berjalan ke arah pintu keluar, ia juga tak lupa menutup pintunya kembali.

__ADS_1


Rasanya Devin sudah tak sabar untuk bertemu dengan Alena, Di sini Devin tak mengetahui bahwa Alena telah keluar dari kantor dan tak tinggal lagi di Hamburg.


Alena sampai di rumahnya ia langsung duduk di sofa yang berada di ruang tamu.


“Hah rasanya capek sekali ya,” ucap Alena, Alena merasa haus dan ia pun memanggil bibi untuk membawakan segelas air dingin untuknya.


“Alena baru balik?” tanya Sahira yang baru saja keluar dari dalam kamarnya.


“Eomma, ia ma habis Alena sudah lama nggak jalan-jalan selama ini di Hamburg juga jarang sekali Alena menghabiskan waktu untuk bekerja, dan kalau libur Alena hanya tiduran di Apartemen,” ucap Alena


“Eomma mengerti apa lagi nanti kalau kandungan kamu sudah membesar kamu tidak lagi bisa keluar rumah nanti pasti kamu akan merasa bosan”ucap Sahira


Bibi kembali dengan membawa satu gelas air jeruk dingin dan Alena pun mengambilnya lalu meminumnya dengan hanya sekali teguk langsung habis. Alena menyuruh bibi kembali mengambil air dingin untuknya lagi karena merasa masih haus.


“Sayang jangan banyak-banyak minum air dingin nggak baik untuk ibu hamil kalau banyak minum air dingin,”ucap Sahira


“Iya ma Alena janji nggak bakal minum air dingin lagi kali ini aja ya ma pkease,” mohon Alena

__ADS_1


“Iya-ya,”ucap Sahira mereka berduapun akhirnya asyik mengobrol di ruang tamu.


__ADS_2