Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Austin


__ADS_3

Setelah menunggu sekitar satu jam kini orang yang telah di tunggu oleh Devin pun datang dan kini tepat berada di hadapan Snadra. Dimana seorang lelaki yang menatapnya dengan penuh kemarahan dan yang pasti penuh gairah dan Sandra juga tidak akan bisa membayangkan bagaimana nansibnya nanti.


“Bagaimana? Kamu pasti bahagia bukan? Aku menyiapkannya untukmu Sandra,” ucap Devin tersenyum, begitu juga orang yang berada di samping Devin.


“Aku memberimu hadiah Austin, jadi nanti kamu harus memberiku sesuatu,” ucap Devin.


Ya, lelaki itu adalah Austin mantan bos Sandra dulu, dan dia juga pernah melakukan hubungan ingtim beberapa kali. Devin tahu semua ini karena dia memang menyelidiki sekretaris liciknya ini, karena Sandra akan melakukan segala hal untuk mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik, namun sialnya kali ini Sandra salah orang dan dia juga akan jatuh kembali ke tangan Austin.


“Bahkan aku juga sangat senang bekerjasama dengan kamu Devin,” ucap Austin tersenyum, begitu juga dengan Devin sambil mengangguk-anggukan kepalanya.

__ADS_1


Saat ini Sandra yang hanya bisa menundukkan wajahnya, dia tidak sanggup menatap lagi kedua laki-laki yang saat ini ada di hadapannya. Karena jujur saja dia merasa jatuh keperangkapnya sendiri, dia saat ini benar-benar sial dan tidak bisa berbuat banyak hal.


“Ayo baby, sebaiknya kembali pulang dan mulai sekarang kamu tidak usah bekerja lagi. Aku tidak mau kamu bekerja atau bahkan kamu menggoda lelaki lain selain aku,” ucap Austin yang saat ini sudah beranjak dari duduknya dan bahkan dia juga mengulurkan tanganya pada Sandra, namun sayangnya Sandra langsung beranjak dari duduknya dan langsung pergi begitu saja tanpa menerima uluran tangan dari Austin.


“Dev, terima kasih. Sebaiknya aku kembali lebih dulu dan lain kali kita bertemu lagi,” ucap Austin.


“Ok,” ucap Devin.


“Baby, kamu marah?” tanya Austin, kini mereka berdua berada di dalam lift menuju lantai basemant.

__ADS_1


Sandra hanya diam saja tidak berbicara sama sekali, bahkan tatapannya hanya lurus dan tidak menoleh sama sekali ke arah Austin. Sedangkan Austin hanya tersenyum kecut, entah wanita yang ada di sampingnya ini wanita seperti apa? Bahkan dia sendiri belum mengenal Sandra terlalu jauh, yang dia tahu selama ini adalah Sandra bekerja sebagai sekretaris dan sering terlibat dengan sang bos, bahkan Sandra juga sering melayani nafsu sang bos. Sama saat seperti saat Sandra masih menjadi sekretarisnya, dimana Sandra selalu menghangatkan ranjangnya setiap malamnya, bercinta dengan Sandra benar-benar membuatnya puas dan membuat bercintanya sedikit berbeda dari biasanya.


“Baby, please. Aku mohon kamu jangan marah, aku minta maaf jika aku jahat padamu tapi aku mohon San jangan lakukan ini kembali,” ucap Austin.


Saat itu pintu lift terbuka dan Sandra langsung berjalan keluar, namun dia berhenti dan menoleh ke Austin dengan tatapan tajamnya. “Apa hak kamu melakukan ini semua? Kamu siapa? Dan aku siapa, bahkan kita tidak ada hubungannya sama sekali, jadi? Jangan pernah sesekali kamu mencampuri urusanku Austin,” ucap Sandra.


Sandra langsung melangkahkan kakinya kembali, akan tetapi Austin langsung mencekalnya. “Tolong San, beri aku kesempatan. Aku akan menunjukkan bahwa aku sangat mencintaimu,” ucap Austin memohon, akan tetapi sepertinya Sandra tidak peduli dengan ucapan Austin dia lebih melepaskan cekalan tangan Austin dan kembali berjalan dengan cepat masuk ke dalam mobilnya.


Sedangkan Austin masih berdiri di tempatnya sambil menatap mobil Sandra yang sudah berjalan meninggalkannya sendirian di basemant. Austin menghela nafasnya sambil mengusap wajahnya dengan kasar lalu dia segera berlari ke arah mobilnya. Austin tidak mau Sandra kenapa-kenapa nantinya karena keadaan Sandra saat ini sedang tidak baik-baik saja, Austin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk mengejar mobil Sandra.

__ADS_1


“Sampai kapan San? Kamu akan percaya denganku,” ucap Austin dengan pelan.


Austin bahkan tidak henti-hentinya memikirkan Sandra, selama ini Austin sudah beberapa kali mencobanya namun selalu saja gagal dan gagal karena Sandra yang selalu menolaknya dan selalu mencoba menghindariku hingga aku harus jauh-jauh pergi ke Seoul untuk bertemu dengannya.


__ADS_2