Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Cemburu


__ADS_3

Seperti biasa Alice yang selalu mengajak makan siang Evan di restoran, siang ini Evan tidak datang sendiri namun dia datang bersama dengan Katty mantan kekasihnya. Entah apa yang ada di pikiran Evan dengan membawa Katty ke sini, bahkan suasana makan siang pun seperti akan ada bom yang meledak sebentar lagi, namun Katty yang mengerti akan suasana seperti ini mencairkan suasana yang semakin panas ini.


“Mmm ... maaf, apa lebih baik aku pergi saja,” ucap Katty dengan pelan.


Saat itu Alice menoleh ke arah Katty sambil tersenyum manis. “Jangan, lagi pula makanannya sebentar lagi akan datang,” ucap Alice.


Katty hanya bisa menganggukkan kepalanya, bahkan sesekali dia juga melirik ke arah Evan dan menatapnya tajam. Bisa-bisanya dia mengajaknya ke sini saat dia akan makan siang dengan kekasihnya. “Apa dia tahu jika aku mantan kekasih Evan?” tanya Katty dalam hati, namun bahkan dia juga tidak berani bertanya pada Alice. Dia takut jika dia nantinya akan marah dan membuat tahu semua orang yang ada di restoran ini.


“Dasar Evan brengsek,” umpat Katty dalam hati, dengan kedua tangannya mengepal.


Mereka pun akhirnya makan siang bersama dengan hening, bahkan baik Evan, Katty, dan Alice tidak ada yang berbicara sepanjang mereka makan siang. Hingga akhirnya mereka di kagetkan dengan suara dering hp Katty, dia pun segera mengangkat telepon dari Jenny sahabatnya. Saat itu juga Katty juga berpamitan pada Evan dan Alice bahwa dia juga tidak bisa melanjutkan makan siang bersama dengan mereka karena ada urusan penting yang harus Katty selesaikan.


Kini tinggal Evan dan Alice yang masih sama-sama diam, bahkan Alice yang biasa cerewet hari ini lebih memilih diam dan tidak ingin memulai pembicaraan. Setelah selesai makan siang Alice juga langsung memanggil pelayan dan langsung membayar pesanan makanannya namun detik itu juga Evan langsung memberikan kartu pada pelayan sehingga Alice terdiam menatap Evan. Selesai membayar baik Evan dan Alice keluar restoran, Alice berjalan dengan cepat agar Evan tidak bisa mengikutinya namun tetap saja langkahnya terlalu kecil sehingga Evan bisa mengejarnya.


“Alice,” panggil Evan, namun Alice tidak memperdulikan itu, dia lebih memilih berjalan saja.


Hingga Evan dapat menghentikannya. “Kamu kenapa hm?” tanya Evan.

__ADS_1


Namun sayangnya Alice sama sekali tidak menjawab pertanyaan Evan dan lebih memilih jalan lagi, akan tetapi pergelangan tangannya di cekal oleh Evan.


“Alice, aku bicara padamu. Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku?” tanya Evan, yang kali ini sangat ketus.


Alice pun menoleh ke arah Evan dan tersenyum kecut, lalu tatapannya turun pada tangan Evan yang mencekal tangannya. “Lepaskan,” ucap Alice dingin, dan saat itu juga Evan melepaskannya.


“Alice, kamu kenapa? Apa aku melakukan kesalahan?” tanya Evan lagi.


“Tidak, hanya saja aku tidak suka saat aku mengajakmu makan siang bersama akan tetapi kamu membawa wanita lain,” ucap Alice ketus dan saat itu juga Alice langsung meninggalkan Evan, akan tetapi Evan terus mengejarnya.


“Why? Apa kamu cemburu?” tanya Evan.


“Arggh, sialan!” teriak Alice.


Apa sih yang ada di pikiran Alice? Harusnya dia bersikap biasa saja dan tidak usah berlebihan lagi pula dirinya dan Evan belum ada kejelasan hubungan yang entah seperti apa? Alice benar-benar ingin menghilang saja dari muka bumi, bahkan kalau bisa dia tidak akan pernah lagi bertemu dengan Evan. Sungguh dia malu untuk bertemu dengan Evan, apa lagi menyatakan perasaanku yang sesungguhnya.


“Baiklah, Alice. Kamu harus tenang, dan melupakan apa yang telah terjadi,” ucapnya.

__ADS_1


Alice keluar dari dalam mobilnya, dia menuju lift untuk sampai di ruangannya karena hari ini Alena sudah menunggu di ruangannya. Sudah biasa Alena datang ke kantor karena ada beberapa yang Alice belum mengerti dan dengan sabar Alena akan memberi tahunya.


“Eonni,” ucap Alice yang baru saja masuk.


Alena tersenyum saat Alice masuk. “Habis pergi makan siang bersama dengan Evan?” tanya Alena.


Alice hanya bisa mengangguk dan tersenyum malu. “Hah, kenapa? Kenapa pipimu memerah seperti tomat? Apa dia menyatakan perasaannya kepadamu?” tanya Alena.


Lagi-lagi Alice menggelengkan kepalanya. “Tidak eonni, dia tadi membawa wanita cantik saat kami makan siang,” ucap Alice menundukkan kepalanya dan dia juga langsung menjatuhkan badannya ke sofa.


“Aku cemburu eonni,” ucap Alice kembali.


Alena pun beranjak dari duduknya, dia berjalan ke arah Alice lalu duduk di sampingnya. “Sabarlah Alice karena semuanya butuh pengorbanan,” ucap Alena.


“Benar eonni, lalu sampai kapan?” tanya Alice, menoleh ke arah Alena.


Bagaimana juga Alice tidak suka jika Evan bersama dengan wanita lain. Alice mau jika Evan itu bersamanya, bolehkan dia egois? Karena bagaimana juga Evan juga belum menikah, bahkan walau pun dia memiliki hubungan dengan wanita lain juga belum ada kejelasan. Mungkin Evan cinta pertama Alice dimana seorang Alice belum sama sekali pernah berpacaran, dan dia juga tidak mengerti seperti apa nantinya jika dia memiliki kekasih, apa mereka akan jalan, makan bersama atau yang lainnya?

__ADS_1


Memikirkan saja sudah membuat Alice senang, apa lagi jika kekasihnya adalah Evan. Mungkin di dunia ini bukan hanya Evan saja tapi masih banyak lelaki di luaran sana yang jauh lebih baik dari Evan namun dia tetap mengingkan Evan bagaimana juga caranya, namun jika dia dan Evan tidak berjodoh mau bagaimana caranya dia berusaha tetap saja tidak akan pernah bersama walau pun terjadi pasti akan selalu ada masalah yang selalu menghampiri mereka nantinya.


__ADS_2