Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Alena dan Devin


__ADS_3

Aku membiarkan Devin berbuat sesuka hatinya sedangkan aku kembali memejamkan mataku dan aku pun kembali tertidur begitu juga dengan Devin yang ikut tidur dengan memelukku dari belakang. Hingga aku kembali terbangun dan waktu sudah menunjukkan pukul 05.30kst sore, aku menoleh ke samping dan Devin masih tertidur dengan pulas, aku tersenyum kecil lalu dengan pelan-pelan aku melepaskan pelukan Devin. Aku beranjak dari ranjang dan menuju kamar mandi untuk membersihkan badanku, setelah selesai aku juga menuju kamar Kaendra untuk melihatnya dia sudah bangun atau masih tertidur dan ternyata dia baru saja di habis mandi dengan di bantu oleh Alice.


“Anak mama baru selesai mandi ya?” tanyaku, sambil berjalan pelan mendekati Kaendra dan Alice yang memakaikan baju Kaendra.


“Nona, juga baru selesai mandi?” tanya Alice sedangkan aku hanya mengangguk dan setelah itu aku mengambil alih Kaendra.


Aku membawa Kaendra ke kamarku dan bahkan dia juga sangat terlihat senang saat tahu papanya berada di sini namun aku melarangnya untuk tidak menganggu papanya yang masih tertidur dengan pulas, aku tahu jika Devin sangat kelelahan jadi aku enggak ada niat untuk membangunkannya. Aku kembali mengajak Kaendra turun ke bawah untuk makan malam, dan tentunya aku enggak ikut dan di sana sudah ada banyak makanan dan semuanya yang membawa adalah Devin, aku pun segera mengambilkan makan untuk Kaendra dan menyuapinya.


“Ajumma, apa benar ini semua yang membawa Devin?” tanyaku kembali.


“Benar nona, tuan yang membawa semua ini,” ucapnya, sedangkan aku hanya mengangguk dan tersenyum pada ajumma.


Aku juga tidak tahu maksud Devin apa? Kenapa dia harus repot-repot membeli makanan sebanyak ini. Padahal aku juga bisa memasakan makanan untuknya jika memang dia ingin makan malam di sini, aku menghela nafas panjang dan kembali fokus menyuapi Kaendra. Setelah selesai menyuapi Kaendra aku menyuruh Kaendra bermain dengan Alice sedangkan aku jalan ke halaman belakang, ingin membangunkan Devin untuk makan malam tapi aku masih enggak tega, hingga akhirnya di sinilah aku duduk di taman halaman belakang sendirian.


“Kenapa di sini sendiria? Apa kamu sedang memikirkan sesuatu?” tanya Devin, yang entah sejak kapan dia sudah berada di sini.


“Devin, kamu membuatku kaget saja,” ucapku menoleh kea rah Devin namun dia hanya tersenyum dan berjalan mendekatiku dan dia juga duduk di sampingku. Dia memeluk tubuhku dan aku tahu jika Devin belum mandi dia pasti bangun tidur langsung mencariku karena takut aku tinggal kembali.

__ADS_1


“Apa kamu lapar, jika lapar ayo kita makan malam bersama,” ajak Devin.


“Belum, aku belum lapar. Aku masih mau di sini bersama dengan kamu sayang, bagaimana dengan Kaendra dimana dia?” tanya Devin.


“Hm, baiklah kalau begitu. Kaendra bersama dengan Alice, mungkin mereka sedang bermain,” ucapku, sedangkan Devin hanya mengangguk dan dia juga mencium pipiku dengan tiba-tiba. Aku memukul dada Devin dengan pelan namun dia hanya tersenyum dan memeluk tubuhku dengan sangat erat, beginikah kisah percintaanku dengan Devin dimana harus banyak lika-liku yang kami lalu. Berawal dari aku tahu jika aku hamil anak Devin dan bahkan aku juga sama sekali tak mencintainya, aku juga beberapa kali kabur dari Devin.


Entah kenapa aku merasa bahagia saat ini dan saat dekat dengannya saja aku tak ingin berpisah darinya walau hanya sebentar. Bahkan mungkin hubungan kami saat ini cukup berbeda dengan awalnya, bahkan aku dan Devin sudah memiliki anak tapi sepertinya kemi berdua seperti anak remaja yang baru saja merasakan jatuh cinta.


Devin memegang wajahku dan menyuruhku menatapnya hingga kami saling bertatapan satu sama lain dan saat itu juga Devin mendekatkan wajahnya dan ya, Devin mencium bibirku dengan lembut. Aku juga membalas ciuman Devin, cukup lama kami saling berciuman satu sama lain dan bahkan tangan Devin yang sudah mulai nakal, dan menemukan mainan kesukaannya.


Ya, kami makan malam bersama namun hanya aku dan Devin, sesekali aku juga menyuapi Devin begitu juga dengan Devin. Setelah itu aku juga menyuruh Devin untuk segera mandi sedangkan aku menyiapkan baju untuknya, aku duduk di tepi ranjang sambil memainkan hpku menunggu Devin selesai mandi. Tak lama kemudian Devin keluar kamar mandi menggunakan bathrobe dan aku juga beranjak dari dudukku dan menyerahkan baju untuk Devin, aku juga berjalan keluar kamar namu Devin lebih dulu mencekal tanganku dan tersenyum padaku.


“Aku ingin melanjutkan yang tadi sanyang,” bisik Devin, dan bahkan dia juga mengigit telingaku hingga membuatku terasa geli namun aku juga menginginkan lebih.


Devin memelukku erat dari belakang dan tangannya Devin yang selalu nakal, bahkan mungkin dalam pikiran hanya mesum.


“Aku ingin melakukannya sampai pagi sayang,” bisik Devin.

__ADS_1


“A-apa k-kamu gila Dev, aku bahkan setiap hari selalu melayani kamu,” ucapku dengan terbata-bata.


Namun sepertinya Devin juga tak akan mendengarkan perkataanku bahkan kini aku di tuntun untuk duduk di pangkuan Devin dan aku pun menurutinya, Devin juga sudah membuangny ke bawah dan kini dia asik bermain dengan mainan yang telah dia dapatkan, sedangkan aku mengalungkan tanganku ke lehernya.


Setelah itu Devin menyuruhku untuk turun dan aku pun menurutinya, Devin melepaskan kainku, aku pun yang mengerti akan maksud Devin langsung melakukan apa dia inginkan.


“Yeah, sayang ini sangat nikmat,” ucapnya dengan suara berat.


Aku melakukannya selama beberapa menit, Devin menyuruhku untuk berdiri dan dia kembali mencium bibirku sehingga membuatku kuawalahan mengimbangi ciuman Devin dimana kami berdua sudah di penuhi oleh kabut gairah.


Kini Devin membawa tubuhku ke atas ranjang dan dia juga melepaskan kain yang tersisa di badanku dan membuangnya, Devin berjongkok dan dia kembali bermain dengan mainannya yang selalu membuatnya berlama-lama di sana


“Ini sangat nikmat untukmu sayang,” ucap Devin hingga melanjutkan kegiatannya kembali aku juga menjambak rambut Devin dengan kasar.


“Aaah, ssstts, Dev,” ucapku.


“Yeah, sayang,?” ucapnya lalu kembali melakukannya.

__ADS_1


“Tolong jangan menyiksaku seperti ini Dev, cepat masukan saja aku sudah enggak tahan lagi,” ucapku, sedangkan Devin hanya tersenyum lalu bersiap memposisikan dirinya, dan ya, suara ******* yang keluar dari mulut kami berdua memenuhi ruangan kamar kami, dimana baik aku dan Devin saling mengejar kenikmatan.


__ADS_2