Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Alena dan Devin


__ADS_3

Siang ini Devin mengajak makan siang bersama di restoran kesukaan Alena, Devin sangat senang jika melihat Alena yang begitu bernafsu. Namun dia juga tetap memesan makanan sehat dan bukan sembarangan karena bagaimana juga asupan untuk Alena dan janin di dalam perut Alena harus makanan yang sehat dan bergizi. Devin yang sedari tadi hanya melihat Alena makan tanpa sadar dia hanya mengaduk-aduk makanannya sedari tadi bahkan dia belum memakannya sama sekali dan dia lebih asik melihat istrinya makan banyak, saat itu juga Alena tersadar bahwa sedari suaminya itu hanya memperhatikannya saja.


“Sayang,” panggil Alena.


Hingga lamunan Devin tersadar, dan berkata, “Ya, honey. Kenapa? Apa masih ada yang ingin di pesan?” tanya Devin.


Alena menggelengkan kepalanya dan menatap Devin sebentar, “Kenapa kamu tidak makan kamu sayang, apa makanan di sini tidak enak?” tanya Alena balik.


Devin tersenyum sambil berkata, “Enak honey, hanya saja aku sangat suka melihat makan kamu banyak,” ucapnya.


Sesekali mereka memang terlihat sangat romantis di depan umum, dan itu terkadang selalu membuat orang yang melihatnya sangat iri. Devin yang sangat bucin dengan Alena, dimana dia tidak ingin ditinggal sama sekali oleh Alena, dia tidak mau menunggu lama seperti waktu dulu. Seorang Devin harus meyakinkan seorang Alena yang keras kepala dan egois, selalu menuruti apa yang dia katakan bukan perkataan orang lain yang memberikannya nasehat.


“Kalau begitu di makan jangan cuma diaduk-aduk saja, apa mau aku suapin hm?”


Devin kembali tersenyum, “Tidak honey, aku bisa makan sendiri dan lebih baik kamu segera habiskan makan kamu, jika nanti kamu ingin pesan untuk di bawa pulang juga boleh,” ucap Devin.


“Aniyo, karena nantinya juga tidak akan dimakan di rumah sayang, kamu tahu sendiri jika anak kamu itu susah makan sekalinya mau dia ingin masakan aku,” ucap Alena.


“Hm, begitu-begitu Kaendra juga anak kamu honey, dia juga terkadang sangat menyebalkan. Terkadang dia lebih memilih apa yang dia suka dan tidak memikirkan sekitarnya,” ucap Devin.

__ADS_1


Alena hanya menghendikan kedua bahunya, lagi pula memang sangat mirip dengan Devin bukan? Kaendra copyan dari Devin. Namun Alena sangat bangga dengan Kaendra, dimana dia selalu menjadi anak penurut selain itu Kaendra juga sangatlah cerdas, bahkan dia juga sekolah dengan sangat cepat karena kecerdasannya.


Selesai makan siang Devin berniat mengantarkan Alena untuk kembali pulang, baru setelah itu Devin akan kembali ke kantornya karena masih ada beberapa yang masih dia kerjakan. Akan tetapi Alena tidak mau, dia ingin ikut Devin ke kantor saja dan menunggunya sampai dia kembali, dia juga ingin bertemu dengan Katty sahabatnya, dia ingin bertanya kepada Katty, apa dia senang bekerja di perusahaan Devin.


“Honey, seharusnya aku antarkan saja pulang dan istirahat di rumah,” ucap Devin, dimana dia berusaha membujuk istrinya itu, karena dia tidak mau nanti jika Alena kelelahannya. Kehamilan Alena yang sudah membesar membuatnya cepat sekali kelelahan.


Namun tetap saja Alena tidak mau dan kekeh ingin ikut ke kantornya, dan akhirnya Devin hanya bisa mengalah saja, dia tidak ingin membuat Alena marah atau menangis karena efek dari kehamilannya membuat Devin harus bersabar jika sedang berdebat dengan sang istri. Hanya butuh waktu setengah jam untuk sampai di kantor Devin, kini mereka berdua berjalan bergandengan masuk ke dalam lift khusus. Sampai di lantai paling atas Devin mengajak masuk Alena ke dalam ruangannya namun Alena ingin berbicara sebentar pada Katty, sampai akhirnya Devin memilih masuk ke dalam lebih dulu.


“Hai, Katt. Bagaimana? Apa kamu senang kerja di sini?” tanya Alena.


“Tentu saja, karena di sini aku juga mendapatkan gaji besar,” ucapnya, bahkan Katty juga menyuruh Alena untuk duduk di kursinya, dia tidak ingin melihat sahabatnya itu nanti kenapa-kenapa.


Alena tersenyum, “Apa mantan yang kamu maksud itu adalah Evan yang bersama Devin?” tanya Alena dengan tiba-tiba, entah kenapa dia masih penasaran dengan mantan Katty.


“Entahlah, aku hanya menebak saja. Aku juga tidak percaya jika kamu kekasih Evan? Apa kamu sudah move on darinya Katt?”


Katty menghela nafas panjangnya dan menatap Alena sejenak, bahkan dia juga berpikir dia harus memberi jawaban apa pada Alena. “Entahlah, aku juga tidak yakin Ale. Sejujurnya belum bisa move on sepenuhnya namun aku mencobanya karena memang ini sudah menjadi keputusan kami bersama bukan? Memang aku dan Evan tidaklah berjodoh dan aku harap Evan akan mendapatkan wanita yang lebih baik dariku.”


Alena mengangguk, dia tersenyum pada Katty. Dia masih belum bisa memberi tahu pada Katty sahabatnya, bahwa mungkin sebentar lagi Evan akan bertunangan dengan Alice, bagaimana juga Alice juga adiknya walau pun bukan kandung dia juga sangat sayang pada Alice, dan posisi Katty adalah sahabatnya. Alena merasa jadi tidak enak, namun suatu saat nanti Katty juga akan mengerti akan sendirinya.

__ADS_1


“Aku harap kamu juga akan menemukan lelaki yang jauh lebih baik Katt, dan tentunya dia juga sangat sayang padamu, selain itu dia juga akan menerima kamu apa adanya,” ucap Alena.


“Ya, dan kamu tahu Ale. Aku sempat bertemu dengan lelaki yang aku kenal di aplikasi dating dan lelaki itu juga sangat kaya raya sama seperti dirimua dan Devin, sungguh aku sangat iri pada kalian berdua dimana kalian sangat goodlooking semuanya,” ucap Katty dengan kedua tangannya di taruh di depan dada.


Alena menggelengkankepalanya, “Sungguh, sudah berapa kali kamu bertemu dengannya? Dia bekerja dimana?” tanya Alena dengan antusias.


“Kami baru bertemu satu kali saja, bahkan sampai saat ini saja dia belum menghubungiku lagi. Mungkin dia sangat sibuk karena sebelumnya dia pernah berkata akan menghubungiku lagi,” ucapnya.


“Sungguh, aku harap dia akan menjadi jodohmu Katt,” ucap Alena.


Setelah itu Alena berpamitan pada Katty jika dia akan masuk ke ruangan Devin, Alena juga tidak mau waktu kerja Katty jadi terbengkalai karena Katty asik mengobrol dengannya. Alena masuk ke dalam ruangan Devin, dengan langkah kecilnya dan hati-hati dia mendudukkan bokongnya di sofa.


“Honey,” ucap Devin.


Hanya deheman yang keluar dari mulut Alena, dan dia juga hanya menoleh ke arah suaminya yang saat ini mengenakan kacamata dan sangat terlihat lebih tampan.


“Kamu tahu tidak keponakan aku tadi telepon aku jika dia berada di Seoul,” ucap Devin.


Alena mengerutkan keningnya dan sedikit berpikir, “Maksud kamu Gladwin Anderson?”

__ADS_1


Saat itu juga Devin langsung menganggukan kepalanya dan berkata, “Ya, dan dia juga akan menetap di sini, mungkin lusa dia juga akan datang ke rumah untuk makan malam bersama, kamu mau dan tidak keberetan bukan?” tanya Devin.


“Tentu saja tidak sayang, lagi pula dia juga keluarga kita,” ucap Alena, sampai akhirnya Devin beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Alena. Devin juga mencium kening Alena dengan lembut.


__ADS_2