Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Alena


__ADS_3

Alena terbangun dari tidurnya sudah menunjukkan pukul 11.00 kst, dan Kaendra masih tertidur di sampingnya dan tersenyum ternyata anaknya ini juga tukang tidur padahal kemarin di pesawat tidur sampai tiba di bandara, Alena mengelus pipi Kaendra sambil memanggil anaknya itu agar segera bangun.


“Sayang, hei, Ken ayo bangun, sudah siang ini,” bisik Alena tepat samping kuping Kaendra.


Kaendra yang terusik pun mengerjab – ngerjabkan matanya dan melihat sang mama yang tersenyum kepadanya.


“Ma, Ken masih ngantuk tahu,” ucapnya.


“Hei, nggak boleh kebanyakan tidur sayang, nggak baik juga, ayo bangun mandi lalu kita makan ke bawah,” ajak Alena.


Mau tidak mau Kaendra harus bangun dan segera mandi, Alena membantu Kaendra mandi dan memakai bajunya. Setelah Ken sudah rapi kini giliran Alena membersihkan dirinya agar kembali fress.


Alena dan Kaendra turun ke bawah untuk makan, karena semalam mereka juga tak makan malam dan perutnya kini minta di isi. Alena mengajak Kaendra ke ruang makan dan di sana ada eomma, Alice dan bibi yang sedang sibuk memasak untuk makan siang.


“Eomma,” panggil Alena, Sahira yang merasa di panggil dirinya menghentikan memotong sayurnya dan menoleh ke Alena, lalu berjalan mendekati Alena anaknya itu.


“Alena, eomma kangen sama kamu,” ucap Sahira sambil memeluk Alena.


“Aku juga eomma,” ucapnya, dengan masih memeluk eommanya dengan erat.


“Ma, appa kemana?”


“Appa kamu ke kantor,” ucap Sahira sambil melepaskan pelukkannya dan gantian menoleh ke Kaendra yang menatap mereka berdua.

__ADS_1


“Hei, ini pasti cucu nenek yang paling tampan,” ucap Sahira, mendekati Kaendra yang masih diam saja, hanya mengangguk.


Sahira mengendong cucunya itu sambil mencium pipinya yang agak gembul dan mengemaskan,”cucu aku ganteng banget sih,” ucapnya sambil masih memamerkan senyumnya kepada cucu tercintanya itu.


“Eomma mau masak apa?” Alena bertanya kepada Sahira, karena perutnya yang sudah lapar dan ingin segera di kasih makan.


“Eomma baru mau masak makanan kesukaan kamu Na,” ucapnya.


“Alena udah laper banget eomma, apa nggak ada makanan lagi?”


“Ada, makanan sisa tadi pagi, nasi goreng campur kimchi, ada daging juga di masak pedas kamu mau?”


“Nggak ada sup ma, buat Ken,” ucapnya.


“Ma, di mana papa?”


Alena yang mendengar Ken mengatakan di mana papanya hanya tertegun, ternyata Kaendra bakal menyanyakan keberadaan papanya.


“Sabar ya sayang, nanti pasti bertemu dengan papa,” ucap Alena.


“Beneran?” Terlihat muka Ken yang sangat senang dan serius, Alena jadi merasa kasihan kepada anaknya karena telah membohonginya.


“Iya sayang,” ucap Alena kembali sambil mengelus rambut Kaendra dengan lembut.

__ADS_1


Alena mengeluarkan nafasnya dengan kasar, Alena bingung harus berbohong apa lagu jika nanti anaknya bertanya tentang papanya. Alena masih belum benar – benar siap dengan semuanya, apa lagi jika nanti mereka bertemu, bisa jadi Devin merebut Kaendra darinya.


Yang Alena takutkan hanya itu, Alena tak bisa hidup jika tanpa Kaendra karena selama ini lah Kaendra yang menguatkannya.


“Nona ini makanannya,” ucap salah satu bibi.


“Makasih ya bi,” ucap Alena sambil tersenyum.


“Sudah kamu makan yang banyak Na, kamu kelihatan kurus tahu, biar eomma yang suapin Kaendra,” ucap Sahira yang mengambil duduk di samping Kaendra dan bersiap menyuapin cucunya itu.


“Iya ma,” jawab Alena, sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


Alena dan Kaendra makan siang terlebih dahulu sedangkan yang lainnya masih memasak untuk makan siang nanti.


“Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya Na?”


Alena menoleh ke eommanya dan menatapnya dengan serius,”aku juga nggak tahu eomma, mungkin nanti Alena akan mencari kerja,” ucapnya.


“Lebih baik kamu kerja di perusahaan appa Na, kamu mengantikan posisi appa kamu, biar eomma dan appa nanti yang menjaga Kaendra,” ucap Sahira.


“Tapi ma, Alena bahkan belum siap dan Alena juga nggak tahu apa yang harus Alena lakukan,” ucapnya.


“Kamu nggak perlu cemaskan itu Na, karena emma dan appa sudah sepakat dengan keputusan ini, nanti akan ada yang mengajari kamu, kamu juga bisa bertanya kepada appa,” ucap Sahira.

__ADS_1


Alena hanya mengangguk mengerti, dirinya tak bisa menolak lagi dan apa yang sudah menjadi keputusan orang tuanya harus dia lakukan.


__ADS_2