
Kami masih saling mengejar kenikmatan di atas sofa ruang kerja Devin, Devin terus melakukannya tanpa berhenti. Aku rasa Devin tidak lelah bahkan dia terus menggodaku agar aku kembali menginginkannya. Beruntung saja ruangan kerja Devin ini kedap suara jadi tidak ada yang bisa mendengarkannya sama sekali.
“Dev, apa kamu tidak lelah?” tanyaku pelan, karena jujur saja tubuhku sudah lemas karena aku sudah keluar berkali sedangkan Devin baru beberapa kali namun dia masih kuat saja.
“Why? Apa kamu lelah sayang? Kalau begitu kita pindah saja ke kamar,” ucap Devin.
Devin lalu menggendongku ala bridel style ke kamar kita berdua dalam keadaan sama-sama bugil, beruntung saja semua penghuni rumah ini sudah pada tidur. Devin merebahkan tubuhku di ranjang dan dia juga merebahkan tubuhnya di sampingku.
“Tidurlah sayang, kita istirahat sebentar. Nanti kita lanjutkan lagi, karena aku masih menginginkan dan aku akan membuatmu di kamar seharian,” ucap Devin, lalu dia mencium keningku dengan lembut dan memelukku. Aku memejamkan mataku karena memang aku sudah merasa lelah dan mengantuk.
Aku membuka mataku dan melihat ke arah jendela dan sudah menunjukkan waktu siang bahkan saat aku menoleh ke samping saja Devin sudah tidak berada di sampingku lagi bahkan sampai mengedarkan pandanganku ke pintu kamar mandi yang aku yakini juga jika Devin tidak ada di dalam. Aku segera beranjak dari ranjang dengan selimut yang membalut tubuhku berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri lebih dulu.
Tidak perlu waktu lama kini aku sudah berpakaian rapi dan keluar dari kamar untuk mencari keberadaan Devin dan saat itu juga aku melihat Alice.
__ADS_1
“Alice, apa kamu melihat Devin?” tanyaku.
“Tuan, tadi pergi untuk keluar sebentar nona dijemput oleh Evan katanya ada urusan sebentar,” ucap Alice.
Aku hanya mengangguk. “Lalu dimana Kaendra?” tanyaku lagi.
“Di bawah nona, dia sedang bermain. Ini aku akan membuatkan Kaendra susu. Oh, iya. Nona mau makan apa? Biar nanti Alice buatkan,” tawar Alice.
Aku kembali masuk ke dalam kamar dan meraih hpku, ternyata Devin mengirimkan pesan padaku. Devin tidak berani membangunkan aku karena aku tidur terlalu pulas, dan dia juga mengatakan jika sebentar lagi akan kembali pulang dan makan siang bersama. Aku tersenyum kecil, lalu kembali meletakkan hpku dan keluar kamar menuju dapur untuk memasak makan siang untuk kita.
Kami makan siang seperti biasa bersama-sama bahkan aku sambil menyuapi Kaendra, sebenarnya Kaendra sudah bisa makan sendiri tapi aku masih suka saja menyuapinya walau terkadang anaknya tidak mau. Selesai makan aku dan Devin duduk di halaman belakang sedangkan Kaendra, anak itu lebih suka berada di kamarnya dan membaca buku atau melakukan hal yang lain.
“Tadi kamu pergi ke kantor?” tanyaku.
__ADS_1
Devin pun menoleh ke arahku tersenyum dan menganggukkan kepalanya. “Ya, sayang. Dan sepertinya aku harus mencari sekretaris baru kalau Evan sepertinya aku sudah terlalu memberikan dia banyak pekerjaan,” ucap Devin.
“Hm, kalau begitu aku bisa membantu kamu mencarikan sekretaris baru Dev,” ucapku dan Devin mengangguk.
Devin memelukku dengan erat. “Maaf tadi aku meninggalkan kamu, padahal hari ini aku ingin bersenang-senang denganmu,” ucapnya.
Kebersamaanku dengan Devin setiap harinya membuatku bahagia, akan tetapi masih banyak yang harus kami selesaikan dan aku juga sangat mengerti akan keadaan Devin saat ini yang sedang sibuk jadi aku tidak akan membuatnya terbebani lagi. Aku senang jika aku dan Devin saling melengkapi dan aku juga salut akan perjuangan Devin untuk mendapatkan aku dan bahkan kami bisa hidup bahagia seperti saat ini dan aku harap kedepannya akan seperti ini terus.
“Sayang, aku janji setelah ini kita akan pergi honeymoon,” ucap Devin.
“Iya, aku akan setia menunggunya,” ucapku.
Aku mengira jika pernikahanku bersama dengan Devin akan menjadi masalah antara aku dan Devin yang sibuk dengan pekerjaan kita, tapi ternyata indah dan semuanya menjadi baik-baik saja.
__ADS_1