Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Devin dan Alena


__ADS_3

Mereka sungguh bahagia dengan kelahiran anak kedua mereka, dimana anak mereka terlihat sangat sehat dan menggemaskan, bahkan Kaendra sering berantem dengan Devin karena ingin menggendong adiknya. Kaendra adalah tipe anak yang cuek dan lebih menghabiskan waktunya dengan kesendiriannya, namun saat kelahiran adiknya dia lebih memilih menghabiskan waktu bersama dengan adiknya, sudah dua hari ini Kaendra selalu menemani adiknya dan ujung-ujungnya berantem dengan Devin. Alena hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak dan papanya, kalau sudah berantem tidak bisa di pisahkan.Alena sudah kembali ke rumahnya, saat ini rumahnya ramai dengan orang tua dan mertuanya, mereka sedang berkumpul untuk melihat cucu mereka.


“Sayang, aku mau makan masakan kamu, kamu mau masakin buat aku,” ucap Alena.Devin sedari tadi yang sedang bermain dengan anaknya kini pun dia segera beranjak dan berjalan mendekati Alena,


“Kamu mau makan apa honey?”“Hm, bagaimana kalau ramyeon, aku ingin sekali makan ramyeon,” ucapku.


Devin langsung menggelengkan kepalanya dan berkata, “Aniyo, kamu harus makan-makanan yang sehat dan buah, yang lain saja maka aku akan memasakannya untukmu,” ucap Devin.


“Padahal aku ingin, kalau begitu aku ingin makan soup daging saja,” ucap Alena dengan cemberut, akan tetapi itu membuatnya sangat mengemaskan di mata Devin.Devin pun mendekat lagi ke Alena dan berbisik, “Honey jangan seperti itu atau aku akan memakanmu saat ini.”

__ADS_1


Alena memukul dada Devin dengan sedikit keras, “Dasar mesum, aku baru saja melahirkan Dev, akan tetapi kamu sudah mesum saja. Ingat sudah tua juga, sudah memiliki anak dua masih saja,” ucap Alena sedikit kesal.


Lalu Devin beranjak untuk segera memasakkan soup untuk istri tercintanya, “Tapi memang begitu honey, kau begitu menggoda.”Devin segera berlari untuk keluar kamar sebelum dirinya di lempar bantal oleh Alena, bahkan sampai di luar kamar Devin pun tertawa tanpa melihat sekelilingnya dimana orang tuanya dan mertuanya sedang memperhatikan keluan anak dan menantunya.


“Kamu kenapa Dev?” tanya mama Devin.Saat itu juga Devin menghentikan tawanya, bahkan dia juga mengaruk pelipisnya yang tidak gatal itu, “Ah, tidak ada apa-apa ma, kalau begitu Devin pergi ke dapur dulu.”


“Tentu saja aku mamanya Dev, lihat saja Kaendra dia juga sangat mirip denganmu, bahkan kelakuannya juga Cuma sebelas dua belas denganmu. Aku tidak tahu nantinya jika dewasa maka akan seperti dirimu atau mungkin tidak, aku hanya tidak ingin dia mesum seperti dirimu Dev,” ucap Alena.


“Honey, kenapa kamu begitu kejam, lagi pula aku mesum hanya dengan dirimu saja bukan yang lainnya. Honey, bagaimana jika nanti anak kita sudah bisa di ajak jalan-jalan kita pergi ke Jepang, kita liburan di sana nantinya,” ucap Devin.

__ADS_1


“Boleh saja, nanti aku juga akan membawa Alice, Katty, siapa tahu mereka mau dan mengajak Evan dan Gladwin juga,” ucap Alena,


Devin menatap istrinya itu dengan serius, “Kamu yakin akan mengajak mereka, dan aku yakin jika kamu mengajak mereka pasti itu hanya kesempatan mereka untuk bersenang-senang dan menghabiskan waktu mereka di kamar hotel.”


Alena mencubit lengan suaminya itu dengan keras sehingga Devin merasakan kesakitan karena cubitan Alena. “Aww, honey sakit tahu. Kenapa kamu cubit aku, padahal aku bicara dengan benar,” ucap Devin sambil mengusap lengannya.


“Habisnya kamu juga harus bilang begitu, kamu tidak ngaca dengan dirimu sayang jika kamu itu juga mesum, kamu tidak ingat bagaimana dulu saat kita bertemu kembali sampai kamu melarangku untuk kembali sehingga meninggalkan Kaendra bersama dengan Alice saja,” ucap Alena.


Sedangkan Devin hanya tersenyum kikuk, dimana waktu itu dirinya seperti kemasukan setan dan bahkan selalu mengajak Alena untuk berhubungan intim sampai mengurung Alena di dalam kamar.

__ADS_1


__ADS_2