
Alena kembali pulang ke apartemen dengan di jemput oleh Nathan, kini mereka sedang berada di dalam mobil yang berhenti karena lampu merah. Nathan yang sedari tadi hanya diam membuat Alena bingung mau berbicara apa.
“Nat,” ucap Alena dengan pelan, dan membuat Nathan menoleh kepada Alena, kini mereka sedang bertatapan sejenak dan terbuyar ada klakson dari mobil belakang karena lampu sudah hijau.
Nathan lalu melajukan mobilnya dan kembali fokus kedepan, dan tak berapa laman Nathan meminggirkan mobilnya. Nathan terdiam dan menoleh ke Alena kembali.
“Na.” ucapnya.
Alena menunggu Nathan melanjutkan bicaranya, memicingkan matanya.
“Na, maaf sekali lagi, apa kamu benar – benat tak bisa membukakan hati kamu untuk ku?”
Alena hanya mengeleng dengan masih menatap Nathan, melihat wajah Nathan yang sangat serius dengan keberaniannya mengucapkan perasaannya yang maasih mencintai Alena.
“Maaf Nathan, aku benar – benar nggak bisa, maafkan aku,” ucap Alena dengan menundukkan wajahnya.
Nathan membenarkan duduknya dengan bersandar dan mengelus mukanya dengan kasar, dan memejamkan matanya.
“Lupakan saja Na pembicaraanku tadi, aku benar – benar minta maaf,” ucap Nathan sekali lagi.
“Nggak apa – apa Nathan, aku tahu, aku yakin kamu bisa melupakan perasaan cintamu kepadaku, dan aku yakin kamu bisa mendapatkan yang lebih baik,” ucap Alena sambil meraih tangan Nathan untuk menenangkan Nathan.
Nathan hanya mengangguk dan kembali menghidupkan kembali mobilnya, melajukan mobilnya ke apartemen Jenny.
__ADS_1
Sampai di apartemen seperti biasa Nathan selalu ikut naik ke atas untuk menemui Kaendra dan bermain sebentar dengan Kaendra.
“Kalian baru sampai,” ucap Jenny yang baru saja keluar dari kamarnya.
Alena hanya mengangguk dan mendudukkan pantatnya di sofa di susul dengan Nathan, Jenny ikut bergabung dengan mereka dan melihat mereka berdua ada yang aneh.
“Kalian kenapa?” Jenny penasaran.
Alena hanya mengelengkan kepalanya.”Tak ada apa – apa, hanya capek saja,” ucap Alena berbohong.
Jenny memicingkan matanya, dan tak percaya dengan jawaban Alena, saat menatap ke arah Nathan, Nathan hanya mengendikkan bahunya acuk.
“Ini mereka berdua kenapa sih,” batin Jenny.
“Kaendra tertidur,” ucap Jennya.
“Hemm, ya sudah kalau begitu aku pulang saja, dan nanti salam buat Kaendra,” ucap Nathan lalu berdiri dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya.
Alena hanya mengangguk dan mengucapkan terima kasih, tak lupa mengucapkan hati – hati di jalan untuk Nathan.
“Tunggu Nat, ada yang aku bicarain sama kamu, kita bisa jalan sampai di basemat,” ucap Jenny menyusul Nathan.
Nathan mengangguk dan kini mereka berdua berjalan beriringan menuju lift, mereka masih diam saja, sedangkan Nathan masih menunggu Jenny berbicara apa yang akan bicarakan dengannya.
__ADS_1
“Nat, apa kamu sedang ada masalah dengan Alena,” Jenny akhirnya membuka suaranya.
“Kenapa kamu sangat ingin tahu Jen?” Nathan menatap Jenny.
“Hanya ingin tahu, karena nggak biasanya kalian kaya tadi, apa aku salah bertanya seperti ini Nat,” ucap Jenny.
Nathan mengeleng,”tidak Jen, kamu tidak salah, hanya saja aku mengungkapkan perasaanku kedua kalinya untuk Alena, namun hanya penolakan yang kudapatka,” ucap Nathan dengan lirik menadakan kesedihan di sana.
“Apa dia bilang kalau dia tak bisa melupakan laki – laki itu?”
“Ya, jawaban kamu benar Jen,” ucap Nathan, pintu lift terbuka dan mereka keluar dan menuju di mana mobil Nathan terparkir.
“Kamu yang sabar ya Nat, aku yakin masih ada wanita yang baik untuk kamu selain Alena,” ucap Jenny menepuk pundak Nathan dengan pelan.
“Ya,” ucap Nathan sambil tersenyum tipis lalu Nathan memeluk Jenny membagi kesedihannya dengan temannya sejak kecil. Jenny hanya mengelus punggung lebar Nathan agar lebih baik.
“Nat, sudah jangan sedih gitu kamu sudah kaya wanita saja,” ledek Jenny, dan itu membuat Nathan langsung melepaskan pelukkannya.
“Sialan kamu Jen, bilang aku kaya wanita,” ucapnya, dan Jenny hanya tertawa saja.
“Ya sudah aku mau pulang, kasian mama sendirian,” ucapnya sambil berlari masuk ke mobil.
“Hati - hati,” ucap Jenny sambil melambaikan tangannya saat mobil Nathan melaju.
__ADS_1