Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Bertemu Sandra lagi


__ADS_3

Setelah mengantarkan Kaendra ke tempat les, Alena bergegas untuk pergi ke kantor Devin karena hari juga masih siang. Alena juga sengaja tidak memberi tahu Devin, saat ini Alena sedang membeli kopi dan kue kesukaan Devin. Kini Alena kembali ke dalam mobilnya dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sebenarnya dia tidak diperbolehkan untuk membawa mobil sendiri namun dia tetap saja Alena ingin membawa mobil sendiri tanpa sopir.


Kini Alena sudah memasuki lobby kantor Devin, dan banyak karyawan yang menyambutnya dengan sopan. Alena memasuki lift khusus untuk menuju ruangan Devin, saat lift terbuka Alena langsung berjalan dengan cepat dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Devin, seperti biasa Alena akan langsung masuk ke dalam ruangan Devin tanpa mengetuknya.


“Sayang,” panggil Alena, yang saat itu membuka pintu. Saat Alena masuk ke dalam dia melihat Devin dan Sandra sedang duduk, sepertinya mereka sedang mengerjakan sesuatu namun Alena tetap berjalan untuk menghampiri Devin.


Devin tersenyum saat sang istri datang, dan dia juga langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri Alena untuk memeluknya. “Honey, kenapa kamu tidak memberi tahu aku kalau kamu akan datang ke kantor?” tanya Devin.


Alena melepaskan pelukannya dan tersenyum kepada suaminya. “Tentu saja aku ingin memberimu kejutan sayang,” ucap Alena sambil melihatkan apa yang dia bawakan untuk Devin. Sedangkan di sisi lain Sandra yang masih ada di dekat mereka hanya diam dan dalam hatinya dia mengumpat berkali-kali, dia tidak suka Alena berada di sini, dia hanya ingin bersama dengan Devin namun datang penganggu.


Kini Devin mengajak Alena untuk duduk di sofa, dan saat itu juga Alena menatap ke arah Sandra. “Maaf apa bisa kamu keluar ruangan lebih dulu, sudah tidak ada lagi yang dikerjakan,” ucap Alena dingin.

__ADS_1


“B-baik bu,” ucap Sandra, dan dia pun langsung beranjak dari duduknya dan segera pergi dari ruangan Devin.


Alena tersenyum puas, sungguh dia memang tidak suka dengan adanya Sandra untuk menjadi sekretaris Devin, namun sayangnya dia juga belum menemukan pengganti untuk Sandra begitu juga Devin. Memang mencari sekretaris tidaklah mudah, apa lagi untuk mencari yang benar-benar rajin dan tentunya dalam segala hal bisa yang berhubungan dengan pekerjaannya tanpa harus di kasih tahu, jika pun perlu itu hanya poin-poin penting.


“Honey, kenapa kamu ke sini?” tanya Devin.


“Ingin saja, tadi aku habis antar Kaendra jadi aku kepikiran untuk datang ke kantor,” ucap Alena tersenyum.


Sedangkan Sandra yang berada di tempat duduknya sambil sesekali melihat tuannya itu menjadi kesal dan ingin rasanya dia mengacaukan kemesraan mereka berdua. “Awas saja, lihat siapa yang akan menjadi pemenangnya,” ucap Sandra, dengan satu tangannya mengepal. Setelah itu Sandra kembali fokus pada laptop yang ada di depannya, namun tetap saja pikiran dia tetap tertuju pada mereka berdua.


“Arghh! Sial, kenapa tidak bisa fokus,” ucap Sandra, lalu dia beranjak dari duduknya, dia membawa gelas untuk membuat kopi di pantry.

__ADS_1


Dia masuk ke dalam lift dengan menghentakkan kakinya, andai saja Alena tidak datang atau dia memiliki keberanian untuk melawan Alena. Apa mungkin dia berani mengusir Alena, yang paling bagusnya dia bisa menguasai Devin maka dengan bebas dia bisa memperlakukan Alena sesuka dia. Sampai di pantry Sandra langsung membuat kopi kesukaannya dengan mesin kopi.


“Hai, Sandra,” sapa Evan yang baru saja datang.


“Tuan, baru kelihatan,” ucap Sandra tersenyum.


Evan pun tersenyum lalu menganggukan kepalanya. “Iya, biasa lagi banyak pekerjaan yang diberikan oleh tuan,” ucap Evan.


“Hm, apa tuan mau aku buatkan kopi?” tanya Sandra.


“Boleh saja, kopi hitam saja,” ucap Evan.

__ADS_1


Mereka berdua sambil mengobrol seputar pekerjaan di pantry, dan Sandra juga belum ingin ada niatan untuk kembali ke ruangannya karena tidak ingin melihat kemesraan suami istri yang jelas membuatnya sangat cemburu.


__ADS_2