
Sampai di Busan Alena dan yang lainnya langsung masuk ke dalam villa. Hari juga sudah mulai siang, Alena juga menyuruh seorang pelayan yang ada di villa untuk memasakkan makan siang.
“Kaendra sama Alice masuk kamar, mama mau masuk ke kamar dulu karena ada beberapa kerjaan yang mama harus kirimkan ke klien, nanti kalau habis makan siang kita jalan – jalan,” ucap Alena.
Kaendra hanya mengangguk dan tersenyum kepada mamanya, Kaendra selalu mengerti akan kesibukkan mamanya jadi Kaendra tak akan menyusahkan mamanya.
“Ayo tuan kecil kita masuk ke dalam kamar untuk istrirahat,” ajak Alice mengandeng tangan kecil Kaendra.
Alena langsung menaruh tas dan melepaskan heelsnya, Alena duduk di meja belajar lalu membuka laptopnya untuk mengirimkan beberapa file penting ke kliennya.
Membutuhkan waktu sekitar satu jam Alena berada di depan laptopnya. Alena sudah selesai dengan pekerjaannya lalu berjalan keluar untuk menemui anaknya.
“Nona maaf, masakannya sudah siap,” ucap pelayan.
“Baik, terima kasih,” ucap Alena sambil memerkan senyumnya.
Pelayan itu pun membalas senyuman Alena dan mengangguk, pelayan itu menundukkan badannya sebentar lalu meninggalkan Alena.
“Ken, kamu dimana sayang,” teriak Alena karena Kaendra dan Alice tak ada di kamarnya.
“Di belakang nona Alena,” teriak balik Alice.
__ADS_1
Alena pun menyusul mereka ke belakang untuk mengajak mereka makan siang terlebih dahulu.
“Kaendra, Alice kalian ngapain di sini?” tanya Alena menghampiri mereka berdua yang sedang asik berpose.
“Nona, kita berdua sedang berfoto, apa nona mau ikut?” tanya Alice dengan senyumannya yang manis.
“Tidak Alice, lebih baik kita masuk dan makan siang terlebih dahulu,” ucap Alena mengajak mereka segera masuk ke dalam rumah.
Mereka menikmati makan siang yang di masak oleh pelayan villa yang mereka sewa. Mereka berbicara ringan sambil menyuapkan makanan kedalam mulut.
“Kaendra sayang, besok kamu jalan – jalannya sama Alice ya, besok mama harus bertemu dengan klien mama,” ucap Alena dengan pelan – pelan takut Kaendra marah.
“Maaf sayang tapi nanti mama Cuma sebentar, nggak apa – apa kan sayang,” ucap Alena mengelus rambut Kaendran dengan sayang.
Kaendra hanya mengangguk dan banyak bicara lagi, lagi – lagi Kaendra tahu tentang keadaan mamanya yang sibuk dan harus mengerti akan hal itu.
Setelah seleai makan siang Alena mengajak Kaendra dan Alice untuk jalan – jalan di dekat villa di tempat mereka menginap. Alena mengandeng tangan Kaendra yang kecil itu mereka berjalan dengan santai.
“Gimana Ken suka?” tanya Alena kepada anaknya.
“Suka ma, tapi kapan kita bisa jalan bersama dengan ayah?” tanya Kaendra sambil mendongakkan wajahnya agar bisa melihat wajah sang mama.
__ADS_1
“Sabar sayang, ayah masih sibuk dengan kerjaannya,” ucap Alena sambil berjongkok agar bisa sejajar dengan anaknya.
“Kau yakin jika aku hanya sibuk bekerja dan tak memikirkan kamu dan anak kita,” ucap Devin yang sudah ada di samping Alena.
Alena kaget melihat Devin yang sudah berada di sampingnya dan kenapa Devin bisa ada di sini dan tahu jika dirinya ada di sini.
“Kamu tahu sayang, aku sangat merindukanmu dan juga anak kita,” ucap Devin yang masih tenang, sedangkan Kaendra hanya bisa menatap laki – laki yanga ada di samping mamanya.
“Ma, apa dia ayah?” tanya Kaendra menatap Alena dengan serius.
“Ya, benar sayang ini ayah kamu, apa kamu tak mau memeluk ayah?” tanya Devin sambil tersenyum kepada anak laki – lakinya.
Kaendra masih diam di tempat dan menunggu jawaban dari sang mama. Alena hanya bisa mengangguk dan air matanya pun terjatuh tak bisa di tahan lagi.
Kaendra pun berlari ke arah Devin dan Devin pun merentangkan tangannya bersiap untuk mengendong Kaendra. Devin lalu mencium anaknya yanh baru dia tahu sekarang ini dan tak tahu saat masih bayi.
“Ayah kemana saja?” tanya Kaendra dengan polos.
“Maafkan ayah karena selama ini tak menemui Kaendra,” ucapnya.
Kaendra hanya mengangguk dan tersenyum kepada Devin lalu memeluknya Devin dengan tangan kecilnya itu melingkari leher Devin.
__ADS_1