
Malam ini Sandra sedang duduk sendirian, dia sedang berada di club malam. Sandra sudah menghabiskan satu botol wine dengan kadar alkohol yang cukup tinggi, dirinya sedang memikirkan banyak cara untuk mendapatkan Devin jatuh ke pelukannya. Namun itu sepertinya hanya sia-sia saja karena kini dirinya sedang di awasi oleh Austin, dimana dia tidak bisa bergerak dengan bebas. Sungguh, Sandra saat ini pikirannya sedang banyak, sampai-sampai dirinya tidak bisa berpikir dengan jernih sama sekali.
“Sialan!” umpat Sandra, andai saja Austin tidak mengacaukan rencananya pasti dirinya masih bekerja dengan Devin. Namun saat ini dirinya sudah di pecat dan kecil kemungkinan untuk melakukan semuanya.
“Arrgghh! Aku benci Austin!” teriak Sandra.
Sambil mengacak-acak rambutnya yang kini berantakan, bahkan penampilan Sandra yang sudah tidak rapi lagi. Di mana malam ini Sandra mengenakan rok pendek dan baju crop dengan tali kecil di lengannya, bahkan lekuk tubuhnya yang terlihat sangat jelas bisa menggundang laki-laki para hidung belang. Akan tetapi Sandra bahkan tidak peduli dengan hal itu, karena dirinya juga sudah biasa tidur dengan lelaki yang tidak dia kenal karena menurutnya itu sebagai hiburan.
Sandra meraih gelasnya kembali dan menuangkan wine ke dalam gelasnya lagi, lalu menenggaknya hingga tandas tanpa tersisa.
“Apa yang kamu lakukan di sini Sandra?” tanya seorang laki-laki yang baru saja datang.
__ADS_1
Saat itu juga Sandra menoleh ke arah sumber suara itu, lalu dia tersenyum kecut dan lebih melanjutkan kembali memesan wine lagi. Sandra bahkan tidak peduli dengan kedatangan laki-laki yang ada di sampingnya saat ini, dia bahkan mendiam laki-laki itu.
“Jawab aku Sandra,” ucap Austin dingin, namun lagi-lagi Sandra hanya tersenyum kecut. Saat Sandra ingin menuangkan wine kembali namun dengan cepat Austin segera meraih wine itu agar Sandra tidak kembali minum, bahkan keadaan Sandra yang saat ini yang tidak meyakinkan.
“Why? Apa urusannya dengan kamu?” tanya Sandra, bahkan Sandra mendekatkan wajahnya pada Austin. Jarak mereka yang begitu dekat, sehingga Sandra membisikkan sesuatu pada Austin, “Lebih baik kamu pergi dari sini dan jangan ikut campur dengan hidupku, kamu enggak berhak mengaturku.”
“Please San, jangan seperti ini. Aku sangat tulus mencintaimu dan aku akan membuktikannya sampai kamu benar-benar menerimanya, sebaiknya kita kembali pulang,” ajak Austin.
Tangan Sandra di tarik oleh Austin dengan sangat erat, bahkan dia saat memberontak untuk di lepaskan hanya sia-sia karena jujur saja dia sudah tidak memiliki tenaga lagi. Austin membukakan pintu mobilnya untuk Sandra, bahkan Austin juga memberikan hoodienya untuk menutupi tubuh Sandra. Austin memasuki mobilnya dia segera menyalakan mobilnya dan segera meninggalkan club malam, Austin melajukan mobilnya ke arah rumahnya. Malam ini Austin mengajak Sandra ke rumahnya, tidak masalah dia hanya tinggal sendirian karena Austin memang tinggal di rumah miliknya sendiri bukan milik orang tuanya.
Akan tetapi Austin tidak menjawab pertanyaan dari Sandra sama sekali, dia lebih memilih keluar dari mobil. Austin juga membukakan pintu untuk Sandra, bahkan Austin kembali menarik tangan Sandra untuk masuk ke dalam rumahnya, Sandra yang merasakan kesakitan mencoba menarik tangannya. “Lepaskan aku Austin! Kamu menyakitiku!” teriaknya, bahkan air mata Sandra sudah keluar dari pelupuk matanya. Saat itu juga Austin menghentikan jalannya, bahkan dia juga melepaskan cekalannya dan saat itu juga Austin langsung memeluk tubuh Sandra dengan sangat erat dan berkata, “Maafkan aku baby, aku benar-benar tidak sengaja melakukannya. Aku hanya tidak ingin kamu melakukan ini Sandra, aku sungguh mencintaimu dan mari kita menikah.”
__ADS_1
Sandra langsung melepaskan pelukan Austin saat itu juga, Sandra juga menatap Austin dengan dalam sambil menggelengkan kepalanya. “Bahkan aku tidak mencintamu, dan lebih baik lupakan saja semuanya. Jika kamu memerluhkan aku untuk memuaskan kamu maka dengan senang hati aku akan melayani kamu,” ucap Sandra.
“Aku tidak mau, aku ingin menikah dengan kamu dan aku juga akan membuat dirimu jatuh cinta kepadaku San, karena kamu hanya milikku bukan milik orang lain,” ucap Austin.
Austin kembali mengajak Sandra untuk masuk ke dalam kamarnya, bahkan Austin juga mendorong tubuh Sandra ke atas ranjang yang berukuran king size. Austin berjalan mendekat dan dia juga menindih tubuh Sandra lalu mencium bibir Sandra dengan lembut, beberapa detik berciuman, Austin menyudahinya dan dia juga tersenyum lalu mengusap bibir Sandra dengan ibu jarinya.
“Semuanya yang ada didirimu hanya milikku dan aku yang boleh memakainya,” ucap Austin, dan Austin kembali mencium bibir Sandra dengan penuhi gairah sedari tadi melihat tubuh Sandra. Kini mereka melakukan olahraga malam, dengan suara ******* yang keluar dari mulut mereka berdua, bahkan Austin yang tidak bisa berhenti untuk memasuki tubuh Sandra. Austin benar-benar membuat Sandra kelelahan dan mungkin bisa di pastikan jika besok pagi Sandra tidak bisa berjalan karena merasakan sakit di area intimnya.
Malam dimana mereka melakukan kembali aktivitas panas yang sudah lama mereka tidak lakukan dan malam ini kembali pergulatan panas dimana mereka saling memuaskan satu sama lain, dan entah sudah berapa kali Sandra keluar lebih dulu.
“Ahh, sstt,” desah mereka berdua, dimana mereka keluar bersama, dan mereka pun istirahat, tidak lupa Austin mencium kening Sandra dan menyuruhnya untuk segera tidur.
__ADS_1
Pagi harinya Austin bangun lebih dulu, dia tersenyum saat melihat Sandra masih ada di sampingnya, bahkan Sandra masih tidur. Karena tidak ingin mengganggu Austin beranjak dari ranjangnya dengan hati-hati, dia berjalan menuju toilet untuk membersihkan diri.
Selesai membersihkan diri Austin turun ke bawah menyuruh pelayan untuk memasak untuknya dan Sandra. Austin lalu kembali naik ke atas dan melihat Sandra namun Sandra masih tertidur dan dia pun pergi ke ruang kerjanya lebih dulu, dia akan menyelesaikan beberapa pekerjaannya sambil menunggu Sandra bangun.