
Saat ini Katty bersama dengan Gladwin sedang
duduk di taman melihat banyak orang yang sedang melakukan aktivitas weekend mereka
dengan olahraga atau hanya berjalan kaki bersama dengan keluarga atau pasangan
mereka. Begitu juga yang dilakukan oleh Katty dan Gladwin, mereka saat ini
sedang beristirahat di tempat duduk yang sudah di sediakan di taman.
“Terima kasih sudah mau menemaniku,” ucap
Gladwin menoleh kea rah Katty, sedanglkan Katty hanya tersenyum tanpa menoleh kearah
Gladwin. Tatapan lurus ke depan melihat sepasang kekasih yang sedang
bergandengan tangan dan sesekali mereka melakukan ciuman dan itu terlihat
sangat romantis sekali.
“Aku baru kali ini dekat dengan wanita yang
bahkan bisa aku ajak kemana saja, karena biasanya aku hanya menggunakan mereka
menemaniku di atas ranjang. Aku lelaki brengsek bukan?” tanya Gladwin pada
Katty.
Katty segera menggelengkan kepalanya dan di
berkata, “Aniyo, bukankah itu sudah hal wajar Glad, nanti kalau lelaki sudah mendapatkan
wanita yang di cintainya maka dia juga akan berubah begitu juga dengan dirimu
bukan?”
Gladwin menganggukan kepalanya dan kembali
tersenyum pada Katty, “Ya, jika nanti aku menemukan wanita yang aku cintai maka
aku tidak akan pernah melakukan itu kembali dan aku akan setia pada wanitaku. Katty
apa kamu mau menjadi wanitaku untuk selamanya?” tanya Gladwin.
“M-maksud kamu apa Glad? Apa kamu sedang salah
bicara,” ucap Katty menatap Gladwin dengan serius.
“Tidak, dan aku ingin kamu menjadi kekasihku
atau bahkan kita segera menikah dan menjadi ibu dari anak-anakku, bagaimana apa
kamu mau Katt,” ucap Gladwin menunggu jawaban dari Katty.
Katty menghela nafas panjangnya dan tatapan
kini menatap ke atas, langit yang cerah di pagi hari, “Apa aku pantas
bersanding denganmu Glad? Aku hanya wanita biasa dan bahkan aku tidak sebanding
dengan dirimu, kamu bahkan bisa mencari wanita yang lebih baik dan sepantasnya
bersanding dengan dirimu.”
“Kenapa kamu berkata seperti itu Katt, aku
memilihmu karena kamu wanita yang baik dan pantas menjadi ibu dari anak-anakku.
Kamu salah Katt jika kamu berpikiran seperti itu, bahkan keluargaku tidak
pernah mengajarkan diriku membedakan orang yang hidup di dunia ini karena
kenyataannya kita sama di mata tuhan dan tidak ada perbedaan diantara kami
__ADS_1
semua,” ucap Gladwin.
Katty hanya bisa tersenyum dan kembali menatap
Gladwin, apa yang dikatakan Glad tadi membuatnya sedikit senang namun apa dia
akan menerima sepenuhnya dengan apa yang telah terjadi di masa lalu dan bahkan
dia juga wanita kotor dimana dia sering berganti-ganti pasangan seperti
Gladwin. “Apa kamu yakin? Apa kamu akan menerimaku apa adanya? Apa kamu akan
menerima apa yang telah terjadi pada diriku Glad?”
Tangan Glad terulur mengusap wajah Katty dengan
lembut dan dia juga menggelengkan kepalanya, “Masa lalu adalah masa lalu Katt,
karena selanjutnya yang ada hanyalah masa depan dan bukan bayangan masa lalu
atau apalah dan aku menerima kamu adanya, aku berjanji akan membuktikan
semuanya padamu jika aku sangat tulus denganmu Katt, atau mungkin besok kita
segera mengurus pernikahan saja.”
“Tidak, kamu belum mengenalkan aku dengan
keluarga kamu Glad, bagaimana nanti dengan mereka,” ucap Katty menatap Glad
yang masih tersenyum manis padanya.
Gladwin segera beranjak dari duduknya dan
menarik tangan Katty untuk segera pergi dari taman dan segera menuju ke
rumahnya karena orang tua Glad saat ini sedang berada di Seoul dan mereka baru
dan papa,” ucapnya.
“T-tapi a-aku belum siap, aku takut jika mereka
tidak menyukaiku dan akan mengusirku dari rumah kamu Glad,” ucap Katty lirik
yang masih dengan posisi duduknya.
“Hai, percayalah padaku Katt, karena mereka
tidak sejahat itu. Ayo lebih baik kita segera pergi,” ajak Gladwin, sedangkan
Katty hanya menuruti apa yang dikatakan oleh Gladwin dan perasaannya saat ini
campur aduk, bahkan dia juga merasa gugup, nanti apa yang akan dikatakan pada
orang tua Gladwin, sungguh dia sangat gelisah.
Gladwin yang mengemudikan mobilnya dan
menyadari Katty yang terlihat gelisah, tangannya meraih tangan Katty dan
mencium punggung tangannya, “Kamu tidak usah taku baby, karena semuanya akan
berjalan dengan baik.”
Katty hanya mengangguk dan diam, dia menatap
kearah luar jendela dan berharap memang orang tua Gladwin baik dan mau
menerimanya dengan baik. Gladwin menghentikan mobilnya di depan rumah, dia
segera keluar dari mobil dan tidak lupa membukakan pintu mobil untuk Katty. Katty
segera keluar dari mobil Gladwin, tangannya diraih oleh Glad dan diajak Gladwin
__ADS_1
untuk masuk ke dalam rumah untuk bertemu dengan orang tuanya.
Gladwin membawa Katty ke ruang makan dimana
orang tuanya sedang berada di sana, “pagi Mom, Dad,” ucap Gladwin.
“Pagi juga Glad, kamu habis dari mana?” tanya
mmomy Gladwin.
“Ah, aku tadi ke taman mom. Oh, iya Mom, Dad. Perkenalkan
ini Katty pacar Gladwin,” ucap Gladwin memperkenalkan Katty pada kedua orang
tuanya.
“Pagi om, tante,” ucap Katty dengan sopan.
Orang tua Gladwin tersenyum ramah dan mereka
juga menyambut Katty dengan baik, “Pagi juga cantik,” ucap daddy Gladwin.
“Lebih baik ayo kita sarapa bersama baru nanti
kita lanjut mengobrolnya,” ucap mommy Gladwin.
Mereka berdua pun mengangguk dan segera duduk
di meja makan dengan Katty duduk di dekat Gladwin. Bahkan mommy Gladwin
mengambilkan Katty banyak makanan di piringnya, dan sesekali mereka bercanda
dan keluarga Gladwin sangat hangat dan humoris. Selesai sarapan pagi Katty
diajak mommy Gladwin untuk mengobrol di halaman belakang sambal menyiram bunga.
“Sudah lama kenal dengan Glad?” tanya Amara.
“Belum tan,mungkin baru beberapa bulan,” ucap
Katty.
Amara hanya tersenyum menatap Katty, “Apa
Gladwin bersikap baik denganmu Katt? Jika anak itu menyakitimu maka kamu bisa
adukan ke tante atau om. Anak itu terkadang sangat pemarah dan terkadang baik,
sikapnya yang berubah-ubah.”
Katty menggelengkan kepalanya dan berkata, “Selama
ini Glad bersikap baik denganku tante, dia sangat mempelakukan aku seperti
ratu, bahkan dia selalu memberikan apa yang aku tidak inginkan dan selama ini
Gladwin tidak pernah bersikap kasar pada Katty.”
“Syukurlah kalau begitu, tante bahagia
mendengarnya Katty. Oh, iya. Mulai sekarang lebih baik kamu panggil kami mommy
dan daddy saja seperti Gladwin,” ucap Amara, sedangkan Katty hanya mengangguk
dan memanggilnya dengan apa yang barusan tadi di katakana. Mungkin ini hal
terbaik dari apa yang telah dia alami selama ini, mungkin dia tidak berjodoh
dengan Evan namun dia bisa bertemu dengan Gladwin dan bahkan kini dia sudah
menjadi kekasih dari seorang Gladwin. Katty tidak pernah membayangkan semuanya
jika dia akan mendapatkan lelaki yang benar-benar menerima dia apa adanya.
__ADS_1