Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Katty dan Gladwin


__ADS_3

Saat ini Katty bersama dengan Gladwin sedang


duduk di taman melihat banyak orang yang sedang melakukan aktivitas weekend mereka


dengan olahraga atau hanya berjalan kaki bersama dengan keluarga atau pasangan


mereka. Begitu juga yang dilakukan oleh Katty dan Gladwin, mereka saat ini


sedang beristirahat di tempat duduk yang sudah di sediakan di taman.


“Terima kasih sudah mau menemaniku,” ucap


Gladwin menoleh kea rah Katty, sedanglkan Katty hanya tersenyum tanpa menoleh kearah


Gladwin. Tatapan lurus ke depan melihat sepasang kekasih yang sedang


bergandengan tangan dan sesekali mereka melakukan ciuman dan itu terlihat


sangat romantis sekali.


“Aku baru kali ini dekat dengan wanita yang


bahkan bisa aku ajak kemana saja, karena biasanya aku hanya menggunakan mereka


menemaniku di atas ranjang. Aku lelaki brengsek bukan?” tanya Gladwin pada


Katty.


Katty segera menggelengkan kepalanya dan di


berkata, “Aniyo, bukankah itu sudah hal wajar Glad, nanti kalau lelaki sudah mendapatkan


wanita yang di cintainya maka dia juga akan berubah begitu juga dengan dirimu


bukan?”


Gladwin menganggukan kepalanya dan kembali


tersenyum pada Katty, “Ya, jika nanti aku menemukan wanita yang aku cintai maka


aku tidak akan pernah melakukan itu kembali dan aku akan setia pada wanitaku. Katty


apa kamu mau menjadi wanitaku untuk selamanya?” tanya Gladwin.


“M-maksud kamu apa Glad? Apa kamu sedang salah


bicara,” ucap Katty menatap Gladwin dengan serius.


“Tidak, dan aku ingin kamu menjadi kekasihku


atau bahkan kita segera menikah dan menjadi ibu dari anak-anakku, bagaimana apa


kamu mau Katt,” ucap Gladwin menunggu jawaban dari Katty.


Katty menghela nafas panjangnya dan tatapan


kini menatap ke atas, langit yang cerah di pagi hari, “Apa aku pantas


bersanding denganmu Glad? Aku hanya wanita biasa dan bahkan aku tidak sebanding


dengan dirimu, kamu bahkan bisa mencari wanita yang lebih baik dan sepantasnya


bersanding dengan dirimu.”


“Kenapa kamu berkata seperti itu Katt, aku


memilihmu karena kamu wanita yang baik dan pantas menjadi ibu dari anak-anakku.


Kamu salah Katt jika kamu berpikiran seperti itu, bahkan keluargaku tidak


pernah mengajarkan diriku membedakan orang yang hidup di dunia ini karena


kenyataannya kita sama di mata tuhan dan tidak ada perbedaan diantara kami

__ADS_1


semua,” ucap Gladwin.


Katty hanya bisa tersenyum dan kembali menatap


Gladwin, apa yang dikatakan Glad tadi membuatnya sedikit senang namun apa dia


akan menerima sepenuhnya dengan apa yang telah terjadi di masa lalu dan bahkan


dia juga wanita kotor dimana dia sering berganti-ganti pasangan seperti


Gladwin. “Apa kamu yakin? Apa kamu akan menerimaku apa adanya? Apa kamu akan


menerima apa yang telah terjadi pada diriku Glad?”


Tangan Glad terulur mengusap wajah Katty dengan


lembut dan dia juga menggelengkan kepalanya, “Masa lalu adalah masa lalu Katt,


karena selanjutnya yang ada hanyalah masa depan dan bukan bayangan masa lalu


atau apalah dan aku menerima kamu adanya, aku berjanji akan membuktikan


semuanya padamu jika aku sangat tulus denganmu Katt, atau mungkin besok kita


segera mengurus pernikahan saja.”


“Tidak, kamu belum mengenalkan aku dengan


keluarga kamu Glad, bagaimana nanti dengan mereka,” ucap Katty menatap Glad


yang masih tersenyum manis padanya.


Gladwin segera beranjak dari duduknya dan


menarik tangan Katty untuk segera pergi dari taman dan segera menuju ke


rumahnya karena orang tua Glad saat ini sedang berada di Seoul dan mereka baru


dan papa,” ucapnya.


“T-tapi a-aku belum siap, aku takut jika mereka


tidak menyukaiku dan akan mengusirku dari rumah kamu Glad,” ucap Katty lirik


yang masih dengan posisi duduknya.


“Hai, percayalah padaku Katt, karena mereka


tidak sejahat itu. Ayo lebih baik kita segera pergi,” ajak Gladwin, sedangkan


Katty hanya menuruti apa yang dikatakan oleh Gladwin dan perasaannya saat ini


campur aduk, bahkan dia juga merasa gugup, nanti apa yang akan dikatakan pada


orang tua Gladwin, sungguh dia sangat gelisah.


Gladwin yang mengemudikan mobilnya dan


menyadari Katty yang terlihat gelisah, tangannya meraih tangan Katty dan


mencium punggung tangannya, “Kamu tidak usah taku baby, karena semuanya akan


berjalan dengan baik.”


Katty hanya mengangguk dan diam, dia menatap


kearah luar jendela dan berharap memang orang tua Gladwin baik dan mau


menerimanya dengan baik. Gladwin menghentikan mobilnya di depan rumah, dia


segera keluar dari mobil dan tidak lupa membukakan pintu mobil untuk Katty. Katty


segera keluar dari mobil Gladwin, tangannya diraih oleh Glad dan diajak Gladwin

__ADS_1


untuk masuk ke dalam rumah untuk bertemu dengan orang tuanya.


Gladwin membawa Katty ke ruang makan dimana


orang tuanya sedang berada di sana, “pagi Mom, Dad,” ucap Gladwin.


“Pagi juga Glad, kamu habis dari mana?” tanya


mmomy Gladwin.


“Ah, aku tadi ke taman mom. Oh, iya Mom, Dad. Perkenalkan


ini Katty pacar Gladwin,” ucap Gladwin memperkenalkan Katty pada kedua orang


tuanya.


“Pagi om, tante,” ucap Katty dengan sopan.


Orang tua Gladwin tersenyum ramah dan mereka


juga menyambut Katty dengan baik, “Pagi juga cantik,” ucap daddy Gladwin.


“Lebih baik ayo kita sarapa bersama baru nanti


kita lanjut mengobrolnya,” ucap mommy Gladwin.


Mereka berdua pun mengangguk dan segera duduk


di meja makan dengan Katty duduk di dekat Gladwin. Bahkan mommy Gladwin


mengambilkan Katty banyak makanan di piringnya, dan sesekali mereka bercanda


dan keluarga Gladwin sangat hangat dan humoris. Selesai sarapan pagi Katty


diajak mommy Gladwin untuk mengobrol di halaman belakang sambal menyiram bunga.


“Sudah lama kenal dengan Glad?” tanya Amara.


“Belum tan,mungkin baru beberapa bulan,” ucap


Katty.


Amara hanya tersenyum menatap Katty, “Apa


Gladwin bersikap baik denganmu Katt? Jika anak itu menyakitimu maka kamu bisa


adukan ke tante atau om. Anak itu terkadang sangat pemarah dan terkadang baik,


sikapnya yang berubah-ubah.”


Katty menggelengkan kepalanya dan berkata, “Selama


ini Glad bersikap baik denganku tante, dia sangat mempelakukan aku seperti


ratu, bahkan dia selalu memberikan apa yang aku tidak inginkan dan selama ini


Gladwin tidak pernah bersikap kasar pada Katty.”


“Syukurlah kalau begitu, tante bahagia


mendengarnya Katty. Oh, iya. Mulai sekarang lebih baik kamu panggil kami mommy


dan daddy saja seperti Gladwin,” ucap Amara, sedangkan Katty hanya mengangguk


dan memanggilnya dengan apa yang barusan tadi di katakana. Mungkin ini hal


terbaik dari apa yang telah dia alami selama ini, mungkin dia tidak berjodoh


dengan Evan namun dia bisa bertemu dengan Gladwin dan bahkan kini dia sudah


menjadi kekasih dari seorang Gladwin. Katty tidak pernah membayangkan semuanya


jika dia akan mendapatkan lelaki yang benar-benar menerima dia apa adanya.

__ADS_1


__ADS_2