Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Katty dan Evan


__ADS_3

Pagi ini Evan sudah tiba di hotel dimana Katty menginap, Evan mengetuk pintu kamar hotel Katty, dia sengaja melakukan ini karena ingin memperjelas hubungan mereka selama ini. Memeang mereka berdua sudah putus dan Evan juga akan meminta maaf pada Katty dengan kejadian beberapa hari yang lalu dimana dia memaksa Katty untuk berhubungan intim, sudah ada lima menit Evan menunggu di depan pintu kamar Katty namun belum juga ada tanda-tanda Katty akan membukakan pintunya, saat Evan mau mengetuk kembali pintu pun terbuka dan menampilkan Katty dengan wajah bantalnya, bahkan Katty yang hanya mengenakan lingerie dan Evan pun bisa melihat tubuh Katty dengan jelas. Evan pun menyelusup masuk dan bahkan dia juga menggambil selimut lalu di pakaikannya pada Katty.


Katty yang masih belum sadar, karena dia baru saja bangun tidur dan dikejutkan dengan ketukan pintu yang menurutnya sangat berisik di telinganya dan mau tidak mau Katty pun harus bangun dan membuka pintunya. Akan tetap yang dia lihat sosok mantan pacarnya Evan, Katty berjalan mendekati Evan dan dia juga duduk di pinggiran ranjang.


“Ada apa pagi-pagi begini datang ke sini? Mengganggu orang tidur saja, apa kamu tidak punya pekerjaan lain selain tidak menggangguku,” ucap Katty menatap Evan dengan tatapan tidak sukanya karena jujur saja dia datang ke sini untuk bersenang-senang dan tidak ingin bertemu dengan mantan pacarnya itu.


“Maafkan aku, dan ini untuk yang terakhirnya. Ok, kemarin aku salah dan aku ke sini datang baik-baik untuk minta maaf padamu dan setelah ini aku harap kita akan tetap menjadi sahabat,” ucap Evan.


Katty memicingkan satu matanya, dia masih tidak percaya dengan apa yang Evan katakan. “Apa kamu serius? Jika itu hanya bualan maka jangan pernah katakan itu,” ucap Katty.

__ADS_1


“No, bahkan aku sangat serius dan aku harap kamu akan memaafkan aku. Oh, iya. Ini aku juga membawakan kamu sarapan pagi dan sekali lagi aku minta maaf telah mengganggu tidur kamu,” ucap Evan, bahkan Evan juga beranjak dari duduknya dia berjalan ingin keluar dari kamar hotel Katty.


“Evan, tunggu,” ucap Katty pelan.


Saat itu juga Evan menghentikan jalannya dan kembali menoleh kebelakang, bahkan dia juga tersenyum manis seperti dulu saat dia bersamanya. “Ya, kenapa Katty?” tanya Evan.


“Hm ... a-aku sudah memaafkan kamu dan aku harap kamu bisa menemukan wanita yang jauh lebih baik dariku,” ucap Katty tersenyum.


Katty tersenyum, dia mengusap wajahnya. Entah apa yang dia pikirkan karena memang hubungannya dengan Evan sudah tidak bisa bersama kembali dan mereka sudah di takdirkan untuk menjalani kehidupannya masing-masing. “Aku harap setelah ini aku akan bahagia,” ucapnya dengan pelan. Katty kembali merebahkan badannya di atas ranjang empuknya itu, mungkin memang kali ini dia harus bersenang-senang agar segera melupakan Evan, mungkin berkencan dengan lelaki di luaran sana?

__ADS_1


Di sisi lain saat Jenny ingin keluar dari kamarnya, dia melihat Evan yang baru saja keluar, dia ingin menyapanya namun dia urungkan dan dia kembali menutup pintu kamarnya agar tidak ketahuan oleh Evan, saat dia memastikan Evan sudah masuk lift, Jenny pun langsung masuk ke dalam kamar Katty dimana dia melihat Katty sedang berbaring.


“Cie, Evan tadi datang ke sini? Ada apa?” tanya Jenny.


“Arrgh! Kamu bikin aku kaget saja,” ucap Katty.


Katty bangun dari tidurnya dan menatap ke Jenny. “Kok kamu tahu Evan ke sini?” tanya Katty penasaran.


“Tahu dong, tadi saat aku mau ke kamar kamu tapi tiba-tiba saja Evan keluar,” ucapnya dengan tersenyum.

__ADS_1


Sedangkan Katty menghela nafas panjang, apa sih yang tidak di ketahui oleh Jenny, bahkan rahasia Katty saja Jenny bisa tahu. Tapi Jenny lah yang selalu menghiburnya dan selalu membuat dirinya melupakan masalahnya sejenak walau Jenny terkadang mengajaknya belanja banyak dan menghabiskan uangnya hanya untuk membelikan baju atau yang lainnya dan entah kapan aku akan mengenakan, namun aku bersyukur bisa bertemu dengan Jenny dan Alena. Mereka adalah sahabat terbaik yang aku miliki selama ini bahkan mereka berdua sudah aku anggap seperti saudara sendiri.


__ADS_2