
Devin melepaskan ciumannya dan tersenyum kepada Alena,” bagaimana?” tanya Devin dengan menaik turunkan alisnya.
Alena masih diam sambil mengatur nafasnya kembali normal, namun lagi – lagi Devin kembali mencium bibir Alena yang menurutnya sangat mengoda dan manis.
Tak sampai di situ saja tangan Devin juga tak tinggal diam, tangan Devin terus bermain-main di tubuh Alena dan kini jemari Devin memainkan bagian favoritnya.
“Aaaa … Devin lep ____\,” belum juga selesai Alena berbicara Devin membungkamnya kembali dengan ciumannya.
Devin berusaha melepaskan baju Alena dan berhasil, Devin melempaskan ke sembarang arah dan Devin juga melepaskan dalam Alena lalu membuangnya.
Devin sangat mengagumi apa yang ada di Alena, ada yang berubah di milik Alena yang kini semakin berisi dan besar Devin lalu menciumnya dan Devin kembali memulainya, Alena ingin mengakhiri ini tapi tubuh Alena tak bisa bohong dirinya menikmati apa yang di lakukan oleh Devin.
Alena meremas rambut Devin dengan kasar, lalu tangan Alena melepaskan jas yang di pakai oleh Devin, lalu setelah itu membuka kancing atas kemeja Devin hingga sampai akhirnya kini Devin telah telanjang.
Dimana Alena telah lihat sebelumnya tak ada yang berubah.
Devin mendongak agar bisa menatap Alena, "apa aku boleh meneruskannya?” tanya Devin yang sudah di penuhi oleh kabut gairah.
“Ya,” ucap Alena dengan lirik, Alena juga sudah di penuhi gairah dan tak bisa menolaknya saat Devin meminta izin.
Devin melepaskan kain yang di pakai oleh Alena. Devin berdiri lalu merebahkan tubuh Alena di sofa.
__ADS_1
Devin lagi-lagi mengaguminya, sangat indah itulah yang ada di pikiran Devin.
Devin mulai mendekatkan wajahnya dan kembali bermain di bagian favoritnya.
“Aaaa … Dev, apa yang k-kamu l-lakukan?” tanya dengan terbata – bata, tangan Alena juga menjambak rambut Devin dengan kuat.
Devin kain yang dia kenakan dan mereka kembali melakukan aktivitas panas itu kembali.
Devin membawa Alena ke kamar, dirinya tak mau jika nanti tiba – tiba ada yang masuk dan melihat mereka yang tak memakai apapun.
Devin merebahkan tubuh Alena di ranjang ukuran king size, kini posisi Devin berada di atas Alena. Devin kembali mencium bibir Alena, lalu turun ke lehernya dan membuat kissmark dimana – mana.
**
Alena terbangun dari tidurnya, ya, ia tertidur setelah Devin berhenti karena lelah. Devin masih tertidur di sampingnya dengan lelap, tubuh mereka hanya di tutupi oleh selimut tebal saja.
Alena menoleh ke arah jendela yang menunjukkan waktu sudah memasuki malam, Alena mengedarkan pandangannya untuk mencari jam, dan benar saja jam sudah menunjukkan pukul 07.00 malam.
Alena bangkit dari ranjangnya berjalan ke kamar mandi, Alena ingin membersihkan dirinya gerlebih dahulu karena merasa badannya lengket oleh keringat karena pergulatan panasnya dengan Devin.
Alena menengelamkan tubuhnya di bathub, ya, Alena berendam di bathub dengan menggunakan air hangat untuk menghilangkan rasa lelahnya.
__ADS_1
Alena keluar kamar mandi menggunakan bathrobe dan handuk yang ada di kepalanya untuk mengeringkan rambutnya yang basah.
Alena berjalan keluar kamar untuk mengambil pakaiannya dan pakaian milik Devin yang masih berserakkan di dekat sofa, Alena memungutinya lalu membawanya ke dalam kamar, saat mau membuka pintu tiba – tiba hp Devin berbunyi dan Alena pun mengeceknya siapa yang menelpon Devin.
Saat mengetahui Evan yang menelpon Devin, Alena mengangkatnya siapa tahu penting.
“Hallo, ini aku Alena, Devinnya sedang tidur,” ucap Alena mendekatkan hpnya ke telinga.
“Oh iya, nona, apa ada yang bisa aku bantu?” tanya Evan dari sebrang telepon.
“Tidak, apa Kaendra tidak rewel?” tanya Alena.
“Tidak nona, Kaendra baik – baik saja dan tidak rewel,” ucap Evan.
“Baiklah, aku titip dia jagain dulu baik – baik dengan Alice, apa ada yang mau di sampaikan ke Devin atau nanti kamu telepon kembali Devin?” tanya Alena.
“Baik nona, ah tidak nona, aku hanya memastikan saja, nanti jika ada apa – apa aku akan menelpon tuan kembali,” ucapnya.
“Baiklah,” ucap Alena.
Alena mengakhiri panggilannya sepihak, lalu kembali ke dalam kamar. Alena menaruh baju Devin di sofa sedangkan dirinya kembali ke kamar mandi untuk berganti pakaian.
__ADS_1