
Saat Alena sedang duduk sendiri tiba-tiba ada orang yang duduk di sampingnya seorang laki-laki, laki-laki itu menyapa Alena dan Alena hanya terdiam saja tak menjawabnya.
Lelaki it uterus mengajak Alena bicara padahal tak kenal sudah mengajak bicara saja, Alena hanya diam dan hanya mendengarkan omongan laki-laki itu saja.
“Hay kok diam saja? O ya kenalin nama gue Suho nama loe siapa?”tanya Suho sambil mengulurkan tangannya ke Alena, namun Alena tak membalas uluran tangan Suho.
“Kamu lagi banyak masalah ya?”tanya Suho lagi. Namun lagi-lagi Alena hanya terdiam saja, Alena pun berdiri dan berjalan meninggalkan laki-laki yang mengajaknya berbicara.
Alena berjalan kea rah mobilnya di mana mobilnya di parkirkan, lalu Alena masuk kedalam mobilnya setelah itu Alena melajukan mobilnya meninggalkan taman.
“Dasar memang siapa dia sok kenal banget pakai ngajak ngobrol segala,”lirih Alena sambil mengemudikan mobilnya menuju ke rumahnya pasti orang di rumahnya sedang mencarinya karena tadi pas pergi tidak bilang ke orang rumah.
Alena melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena jalanan yang mulai agak ramai ia tak mau terjadi sesuatu nantinya.
Alenapun sampai di rumahnya, ia memarkirkan mobilnya di depan rumah dan Alenapun langsung masuk ke dalam rumah.
“Pagi appa, eomma,” ucap Alena sambil berjalan kearah meja makan lalu ia menggeser kursi dan duduk di sebelah appanya.
“Kamu dari mana saja Ale pagi-pagi sudah ngilang saja?”tanya Sahira sambil mengolesi roti dengan selai coklat kesukaan suaminya.
“Alena tadi bangun pagi terus jalan-jalan ma, udah lama Alena ninggalin Korea ternyata ada sedikit perubahan di luar sana,” ucap Alena sambil menyuapkan roti yang sudah ia olesi dengan selai strowberry.
“Lain kali bilang dulu sama eomma atau yang ada di rumah bikin panik saja,”ucap Sahira
__ADS_1
“Iya eomma,”ucap Alena
Setelah selesai makan Alena kembali ke kamarnya untuk segera mandi. Setelah selesai dengan aktivitas mandinya Alena merebahkan badannya di kasur. Alena terbangun dan duduk lalu ia membuka Hpnya di sana ada notifikasi pesan dari Aneta.
Alena membalas pesan Aneta dan tak ada satupun notifikasi dari Devin, sebenarnya Devin kemana kok nggak ada kabar sama sekali. Disini Alena belum tahu kalau Devin pergi ke Jepang yang Alena tahu Devin pergi dari ruanganya saat Alena marah.
Alena meletakkan kembali Hpnya di atas nakas samping tempat tidur, Alena bersenderan di tempat tidur ia harus memikirkan bagaimana berkata jujur kepada kedua orang tuanya sungguh Alena benar-benar dilanda rasa takut.
Alena memejamkan matanya sesekali ia pusing memikirkan jalan keluarnya ia tak mungkin pergi meninggalkan Korea lagi. Satu-satunya jalan ya secepatnya Alena harus bicara kepada eomma dan appanya.
Malam harinya Alena duduk di samping kolam sendirian, ia sedang melamunkan sesuatu. Tiba-tiba eomma dan appanya datang dan duduk di samping Alena.
“Apa yang sedang kamu pikirkan Alena, semenjak kamu kembali kamu banyak melamun kaya memikirkan sesuatu?”tanya Lee
“Kenapa kamu menangis Alena, apa yang terjadi ceritakan sama eomma dan appa,”ucap Sahira sambil mengelus punggung Alena.
“Maafkan Alena sekali lagi eomma, appa Alena nggak bisa jaga kepercayaan kalian,”ucap Alena sambil menangis meraung-raung.
“Maksud kamu apa Alena kita tidak mengerti?”tanya Lee yang masih binggung dengan perkataan anaknya, apa yang terjadi pada anaknya sebenarnya.
“Iya Alena eomma nggak mengerti dengan maksud kamu,”ucap Sahira yang dari tadi berusaha menenangkan anaknya.
“Alena hamil eomma,appa,”lirih Alena yang takut sekali bila tiba-tiba appanya marah.
__ADS_1
“Ha … ham … hamil anak siapa Alena?”tanya Sahira dengan terbata-bata, ia begitu kaget dengan pengakuan anaknya, Sahira hanya bisa meneteskan air matanya kenapa anak satu-satunya bisa hamil di luar nikah dan ayah dari anak yang di kandungnya siapa Sahira hanya bisa menangis.
“Alena apa yang kamu katakan tadi itu sungguh-sungguh, appa tidak salah dengar,”ucap Lee dengan menahan amarahnya yang masih bisa di tahan.
“Nee appa Alena hamil, maafkan Alena appa mianhe,”ucap Alena memohon maaf kepada appanya.
“Kenapa bisa Alena, gimana nanti kata orang luar sana terhadap keluarga kita kamu hamil di luar nikah appa benar-benar kecewa sama kamu Alena,”ucap Lee lalu berdiri dan berjalan masuk kedalam rumah sungguh Alena hanya bisa menangis dengan di temani eommanya yang berusaha menenangkannya.
“Mianhe eomma,”ucap Alena kembali kepada eommanya yang dari tadi hanya diam dan menangis.
“eomma kecewa sama kamu Alena tapi mau gimana lagi semuanya sudah terjadi dan tidak bisa ditolaknya, sekarang kamu harus jujur sama eomma siapa laki-laki yang telah menghamili kamu?”tanya Sahira
“Devin ma, dia bos di kantor tempat aku bekerja,”ucap Alena
“Apa Devin tahu kamu hamil anaknya?”tanya Sahira
“Tahu ma tapi aku nggak suka dengan Devin dan kita melakukannya karena kecelakaan dan sekarang Devin juga nggak ada kabarnya entah kemana dia sejak Alena marah dengannya. Devin sebenarnya ingin tanggung jawab kepada Alena ma namun Alena belum siap eomma,”ucap Alena
“Apa Devin tahu kamu kembali ke Korea?”tanya Sahira
“Nggak eomma Devin tidak tahu semuanya dari Alena mengundurkan diri sampai kembali ke Korea, eomma Alena mohon jika suatu hari ada yang mencari Alena katakan Alena tidak ada disini Alena nggak mau jika nanti Devin merebut anak ini dari Alena,”ucap Alena
Sahira sendiri tak habis pikir dengan anaknya ini ada laki-laki yang tulus untuk bertanggung jawab tapi tidak mau, Sahira hanya bisa mengiyakan apa yang diminta oleh anaknya.
__ADS_1