Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Katty dan Gladwin


__ADS_3

Saat ini Katty sedang menunggu kedatangan Gladwin, karena hari ini Gladwin sudah berjanji akan menjemputnya dan setelah itu mereka akan pergi berlibur menghabiskan akhir pekan. Entah kenapa berdekatan dengan Gladwin sedikit demi sedikit Katty bisa melupakan Evan, dimana laki-laki itu sudah bertunangan dengan adik Alena yang bahkan itu sangat membuat syok Katty, namu Katty segera melupakan segalanya, bagaimana juga dia sangat berterima kasih dengan Alena dan Devin yang sudah membantunya.


“Hai, Katt. Kamu belum pulang juga?” tanya Devin yang baru saja datang, dan aku rasa dia melihatku tadi makanya dia menghampiriku.


“Dev, i-iya. Aku masih menunggu sahabatku katanya dia akan menjemputku,” ucapku.


Devin menganggukan kepalanya dan berkata, “Baiklah, kalqu begitu aku pulang duluan Katt, aku sudah tidak sabar ingin bertemu istriku,” ucap Devin, dan saat itu juga Devin langsung meninggalkanku.


Aku hanya bisa menggelengkan kepalaku yang terkadang melihat Devin bertingkah seperti anak kecil, padahal Alena dan Devin tinggal bersama, sedangkan Devin baru meninggalkan Alena berapa jam saja, dan beberapa saat kemudian Gladwin datang, aku pun segera masuk ke dalam mobil.


Gladwin langsung melajukan mobilnya meninggalkan kantor. “Hai, apa kamu sedang tidak sibuk karena tidak biasanya kamu akan menjemputku,” ucapku.


“Tidak, bahkan aku sangat bahagia bisa menjemputmu dan mengajakmu menghabiskan liburan akhir pekan,” ucap Gladwin.


“Thanks, aku juga senang. Bahkan sebelumnya tidak ada yang pernah mengajakku bahkan mantanku, dulu kami di sibukkan dengan pekerjaan kita masing-masing,” ucapku, aku tersenyum kecut jika mengingat masa laluku bersama dengan Evan, dulu aku pernah berpikir jika hubungan kita selamanya akan baik-baik saja namun ternyata aku salah besar sampai aku benar-benar jatuh cinta sedalam-dalamnya pada Evan.


“Katt, are you ok? Aku harap kamu secepatnya melupakan masa lalu itu, aku tidak ingin melihatmu sedih,” ucap Gladwin.


Aku menganggukan kepalaku dan tersenyum, “I am fine Glad, sekali lagi aku sangat berterima kasih denganmu, bahkan aku juga tidak pernah menyangka bisa berkenalan denganmu.”


Gladwin meraih satu tanganku dan menciumnya dengan lembut, “Bahkan aku sangat bersyukur bisa bertemu dengan kamu Katt, entah kenapa kamu satu-satunya wanita yang membuatku sedikit berubah. Tentunya sedikit banyak kamu tahu akan diriku bukan? Aku menghabiskan waktuku dengan bekerja dan jika aku merasa penat maka sekretarisku atau orang kepercayaanku akan mencarikan wanita untukku bersenang-senang tapi kamu tenang saja Katt karena aku bermain dengan bersih dan bahkan tidak akan ada satu wanita pun yang akan menuntutku untuk bertanggung jawab atau sebagainnya, karena aku tidak ingin keluargaku tahu akan hal kotor yang selama ini aku lakukan.”

__ADS_1


Membutuhkan tiga jam perjalanan untuk sampai di villa milik Gladwin. Aku tidak tahu sebenarnya siapa Gladwin dan keluarganya seberapa kaya namun ini sangatlah mewah dan aku baru tahu jika villa orang kaya itu semewah ini. Aku diajak masuk ke dalam oleh Gladwin, bahkan saat ini dia memegang tanganku dengan sangat erat.


“Apa ini benar-benar milikmu Glad?” tanyaku.


“Tentu saja, dan kapan pun kamu mau ke sini bebas, aku juga bersedia menjadi sopir kamu atau mungkin bodyguardmu,” ucapnya.


Lagi-lagi aku hanya bisa menggelengkan kepalaku, bagaimana bisa Glad akan menemaniku setiap saat, bahkan dia saja terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Aku merebahkan tubuhku di atas ranjang, rasanya sangat nyaman, akhirnya aku bisa istirahat dari kantor ke villa sangatlah jauh.


“Kamu bisa membersihkan diri dulu Katt, dan setelah itu kita bisa makan malam bersama,” ucap Gladwin.


“Hm, bolehkan aku istirahat sebentar?” tanyaku pada Gladwin, dan dia hanya mengangguk sambil tersenyum manis.


“Baiklah, kalau begitu aku tinggal dulu, jika kamu butuh apa-apa maka kamu bisa ke ruangan sebelah,” ucap Gladwin, setelah itu Glad langsung pergi meninggalkan aku.


Kini aku sudah rapi, aku berjalan keluar kamar namun aku juga belum menemukan Gladwin, aku tidak tahu dia berada dimana. Aku terus berjalan menelusuri setiap sudut ruangan untuk mencari keberadaan Gladwin, sampai akhirnya aku menemukannya di halaman belakang, dia sedang duduk sambil menghisap rokok, dan aku juga dapat melihat di meja ada gelas yang berisikan wine. Apa dia sering minum? Apa dia melupakan sejenak masalah pekerjaannya dengan minum.


Aku berjalan menghampiri Gladwin, aku memelukknya dari belakang dan berkata, “Apa yang sedang kamu lakukan di sini?”


Gladwin memegang tanganku dan bahkan dia juga langsung merubah posisinya yang saat ini kami saling berhadapan. “Kamu sudah bangun, ternyata baju pilihan aku sangat pas untukmu,” ucapnya.


Aku mengangguk dan menatap Glad sebentar, “Apa kamu sedang ada masalah?”

__ADS_1


“Aniyo, hanya saja aku ingin,” ucapnya, dan dia langsung memeluk tubuhku.


“Aku lapar, aku ingin makan,” ucapku.


“Kalau begitu ayo kita makan, aku sudah menyiapkan semuanya,” ajak Gladwin.


Aku kembali di kagetkan, dimana di meja makan begitu banyak makanan yang sudah tersaji, padahal kita hanya makan berdua saja namun Glad menyiapkan begitu banyak dan tidak mungkin kita berdua akan menghabiskannya.


“Kenapa banyak sekali, apa kamu yakin kita bisa menghabiskan semua makanan ini?” tanyaku.


“Kalau tidak habis maka tinggalkan saja Katt,” ucap Glad sambil menarikkan tempat duduk untukku.


“Buang-buang makanan saja Glad,” ucapnya. Akan tetapi Glad hanya tersenyum dan kami akhirnya menikmati makan malam ini hanya berdua saja. Makanan yang di sajikan di meja ini sangatlah enak akan tetapi aku tidak bisa menghabiskannya karena hanya akan membuat badanku naik dan aku tidak ingin terjadi.


Selesai makan malam Glad mengajakku untuk duduk di halaman belakang, bahkan Gladwin juga sudah menyiapkan wine dan camilan ringan. “Apa ini juga kamu yang mempersiapkannya juga?” tanyaku.


“Tentu saja, karena kita pergi ke sini untuk bersenang-senang bukan? Tapi jika kamu keberatan maka tidak jadi saja,” ucapnya.


“No, bukan maksud aku begitu Glad, hanya saja apa ini tidak terlalu berlebihan,” ucapku.


Gladwin menggelengkan kepala dan berkata, “Tentu saja tidak Katt, justru aku sangat ingin melakukan bersama denganmu seperti saat pertama kali kita bertemu,” ucapnya.

__ADS_1


Aku pun segera mengambil gelasnya dan mebuka botol wine, aku menuangkannya dan memberikannya pada Gladwin. Ya, kami kembali minum bersama dan bahkan kita juga melakukan dansa bersama, bahkan aku juga tidak menyangka jika Glad sangat romantis namun sayangnya aku bukan siapa-siapa yang berharap lebih untuk mendapatkan hatinya, aku hanyalah Katty yang dikenal oleh Glad dari sosial media dating online.


__ADS_2