Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Pagi yang cerah


__ADS_3

Alena berangkat bekerja sendirian seperti biasa dan kali ini Alena juga akan bilang kepada atasannya bahwa dirinya juga akan mengundurkan diri. Alena masuk ke dalam sepermarket dan menyambut teman yang lainnya, Katty yang sudah di tempatnya tersenyum melihat Alena.


“Pagi,” ucap Katty dengan suaranya yang agak memekik.


“Pagi juga Katty,” ucapnya, lalu Alena meletakkan tasnya di laci.


“Gimana cutinya kemarin?” Alena menoleh ke Katty yang berada di sampingnya.


“Menyenangkan,” ucapnya.


Alena mengangguk dan tersenyum kembali, sambil membersihkan meja kerjanya.


“Apa kekasih kamu berada di sini lama?”


“Tidak, hari ini dia sudah kembali karena pekerjaan lagi dan lagi,” ucap Katty dengan muka sedihnya karena harus berpisah kembali.


“Sabar Kat, aku tahu nanti akan ada hari bahagia dimana kamu akan ada selalu berada di samping kekasih kamu,” ucap Alena sambil menepuk pundak Katty dengan pelan.


Katty hanya menganguk dan tersenyum tipis, tak lama kemudian ada customer yang ingin membayar pesanan mereka, dan kini mereka sibuk dengan pekerjaannya masing – masing.


**

__ADS_1


Di sini sekarang Devin berada, di sebuah restoran mewah bersama dengan Evan, mereka sedang menikmati sarapan pagi, Devin mengajak Evan ke sini untuk menemaninya sarapan pagi karena tadi pagi Devin langsung berangkat ke kantor dan tak sempat ikut sarapan bersama dengan papa dan mamanya.


“Jadi gimana tuan, apa tuan masih mencari nona Alena?”


“Tentu Evan, oh iya, gimana perjalanan kamu di Swiss?”


“Baik tuan, semua berjalan dengan baik, dan tuan apa tak datang ke Swiss untuk menemui tuan Nathan, dia bertanya tentang tuan kapan berkunjung,” ucapnya sambil menoleh ke Devin.


Devin hanya mengangguk dan tersenyum tipis kepada Evan.


“Mungkin bukan sekarang Van, dan aku masih mengandalkan kamu untuk masalah pekerjaan di Swiss, dan kamu juga bisa liburan juga kan di sana, aku tahu jika kamu mempunyai kekasih di Swiss,” sambil menepuk pundak Evan dengan pelan.


“Aku percaya padamu Evan, jadi nanti gaji kamu juga naik,” ucapnya kembali, lalu berdiri mengajak Evan kembali ke kantor karena mereka masih banyak pekerjaan yang menunggu, Devin menyuruh Evan membawa mobilnya sedangkan Devin duduk di belakang sambil membuka ipadnya.


Setiba di kantor Devin langsung keluar dari mobilnya dengan di ikuti Evan di belakangnya, mereka memasuki lift pribadi dan langsung menuju ke ruang Devin dan Evan di mana mereka di lantai yang paling atas.


Devin langsung masuk ke dalam ruangannya, mendudukkan pantatnya di kursi kebesarannya, Devin merogoh kantong saku celananya mengambil hp. Devin membuka galeri foto di hpnya melihat foto Alena.


“Aku merindukanmu Alena,” batin Devin.


Devin mengusap wajah Alena yang cantik itu, Devin tersenyum tipis, memikirkan Alena yang bisa membuatnya jatuh cinta, bahkan pertemuan mereka hingga menjadi dekat saja awal yang buruk dengan memaki satu sama lain dan lihat sekarang betapa Devin sangat merindukannya bahkan Alena juga mempunyai anak darinya.

__ADS_1


Ngomong – ngomong soal anak Devin jadi kepikiran gimana kabar Alena dan juga kandungannya yang pasti Alena sudah melahirkan, Devin jadi penasaran tentang anaknya laki – laki atau perempuan, andai saja Devin bisa tahu keberadaan Alena pasti sekarang Devin sudah bisa menemui anaknya.


**


Jam makan siang tiba kini saatnya Alena dan Katty beristirahat bergantian dengan teman yang lain, mereka kini makan di tempat makan sederhana yang biasa menjadi langganan mereka berdua.


“Katty, maaf mungkin dua atau tiga hari lagi kita nggak akan bertemu kembali,” ucapnya dengan nada sedih.


“Jadi? Alena kamu jadi mengundurkan diri dan pulang ke Korea?” Katty berbicara dengan agak sedikit keras dan membuat pelanggan lain menoleh ke Katty dan Katty hanya tersenyum dan meminta maaf kepada mereka.


Alena hanya mengangguk dan menatap Katty, meraih tangan Katty dan mengusapnya dengan pelan.


“Maafkan aku Kat, kita harus berpisah,” ucapnya.


“Aku sangat sedih Na, kamu akan ninggalin aku, tapi mau gimana lagi kamu juga harus kembali ke orang tua kamu dan memperkenalkan anak kamu kepada appa dan eomma mu,” ucapnya.


“Makasih Kat, kamu memang sahabat aku yang baik, aku yakin suatu saat kita bakal bertemu kembali,” ucap Alena lalu langsung memeluk Katty.


Mereka saling berpelukkan karena sebentar lagi akan berpisah, Katty sudah menganggap Alena lebih dari sahabatnya, karena kedekatan mereka yang saling berbagi keluh kesah. Seperti Alena dan Jenny yang sudah seperti adik kakak karena mereka juga saling berkeluh kesah dan terbuka satu sama lain.


Acara berpelukkannya kini selesai dan kini mereka makan siang segera karena makanannya sudah di antarkan pelayan, dan jam istirahat meraka juga tak lama karena bergantian dengan yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2