
Setelah selesai bertemu dengan Jenny dan Katty, Alena langsung menuju kantor Devin. Kali ini Alena akan menjemput suaminya karena Devin tadi pagi menyuruh Alena mengantarkannya, lagi pula Devin juga sedang tidak enak badan namun tetap saja dia memaksakan untuk masuk bekerja dan bertemu dengan kliennya, Alena melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Beruntung saja jalanan sore ini tidak terlalu padat jadi dia bisa cepat sampai di kantor.
Alena memarkirkan mobilnya di lobby depan, dia langsung keluar dari dalam mobil dan langsung masuk ke dalam, saat itu juga Devin baru saja keluar dari lift bersama dengan Evan dan Sandra.
“Sayang,” panggilku, sambil melambaikan tanganku. Saat itu juga Devin tersenyum saat menatapku, aku pun berjalan dengan sedikit berlari lalu memeluk Devin.
“Honey,” ucap Devin, dia membalas pelukanku dengan sangat erat. Namun pelukan kami hanya sebentar saja.
“Bagaimana? Apa kamu sudah baikkan? Jika belum lebih baik kita ke dokter,” ajakku, namun Devin menggelengkan kepalanya, dia juga mencubit hidungku dengan pelan.
“No, aku ingin segera pulang, dan aku sudah baikkan honey,” ucap Devin.
Akan tetapi aku memastikan lagi suhu badan Devin, memang sudah tidak panas lagi badannya seperti tadi pagi, tapi aku masih tidak percaya jika Devin sudah sembuh. Aku hanya takut jika dia akan berbohong padaku. “Apa kamu yakin sayang?” tanyaku memastikan kembali.
__ADS_1
“Aku sangat yakin honey, lagi pula kapan aku berbohong kepadamu? Lebih baik kita kembali pulang ke rumah dan makan malam bersama,” ajak Devin, dan saat itu aku langsung menganggukkan kepala lalu berjalan ke luar lobby dan masuk ke dalam mobil. Evan dan Sandra, mereka masih berdiri di depan lobby saat kami melajukan mobil kami.
Entah kenapa aku lebih tenang jika Evan berada di sisi Devin, namun terkadang Evan juga di sibukkan dengan pekerjaannya dan jauh dari Devin. Saat itu juga Sandra bisa kapan saja mendekati Devin, bahkan kesempatan Sandra lebih besar. Entahlah, kenapa aku bisa berpikir sejauh itu namun aku merasa jika Sandra bukanlah wanita baik-baik, namun aku juga tidak akan menuduh Devin sembarangan apa lagi dengan tiba-tiba menyuruh Sandra memecat begitu saja, lagi pula sebelumnya juga sudah pernah di bahas.
Kini kami pun sampai di rumah, aku dan Devin langsung masuk ke dalam kamar. Aku menyuruh Devin untuk membersihkan diri lebih dulu, sedangkan aku menyiapkan baju yang akan dikenakan oleh Devin nantinya, sembari menunggu Devin selesai mandi aku membuka hp dan mendapatkan chat grup dari Jenny dan Katty. Mereka sedang membahas tempat liburan yang menyenangkan dan yang pasti mereka mendapatkan makanan enak di lidah mereka.
“Honey,” panggil Devin.
“Ya,” ucapku, lalu memberikan pakaian pada Devin.
“Jagoan papa, bagaimana sekolahnya hari ini?” tanya Devin.
“Menyenangkan pa, dan seperti biasa Kaendra selalu mendapatkan nilai terbaik,” ucapnya dengan penuh kebanggaan.
__ADS_1
Devin pun tersenyum, dan satu tangannya mengelus puncak kepala Kaendra dengan lembut. “Itu baru jagoan papa yang hebat dan pintar, tetap menjadi terbaik dan jangan pernah kecewakan mama dan papa, dan ingat tetap menjadi anak baik dan jangan pernah sekali pun sombong,” ucap Devin.
“Siap pa,” ucapnya.
Rasanya aku sangat bahagia memiliki mereka, dan aku tidak ingin hal buruk terjadi pada keluargaku. Aku ingin seperti ini terus sampai selamanya dan tidak akan pernah ada orang ketiga yang akan mengganggu keluarga kita nantinya. Selesai makan malam aku menyuruh Kaendra untuk segera pergi ke kamarnya dan menyiapkan semuanya untuk besok, sedangkan Devin pergi ke ruang keluarga. Aku pun setelah membereskan semuanya menghampiri Devin yang duduk sendirian sambil melihat acara tv, aku duduk di samping Devin dan ikut fokus melihat apa yang ditayangkan di tv.
“Dev,” ucapku pelan.
“Hmm.” Hanya deheman yang terucap dari Devin, aku pun menoleh ke arah Devin, aku sedikit mendongak agar bisa melihat wajah Devin.
Devin pun tersenyum lalu dia mencium bibirku sebentar. “Kenapa honey?” tanyanya.
“Apa kamu sudah dapa pengganti Sandra?” tanyaku, namun Devin menggelengkan kepalanya. Aku menghela nafas panjang, begitu juga dengan diriku, bahkan tidak ada yang memenuhi kualitas yang dia cari.
__ADS_1
“Percaya sama aku honey, aku akan menjaga hati ini hanya untuk kamu,” ucap Devin.
Namun tetap saja Alena merasa tidak nyaman atau bahkan dia sangat takut jika Sandra benar-benar melakukannya dengan sangat terang-terangan. Bagaimana juga Alena harus mendapatkan sekretaris baru untuk Devin agar dia lebih merasa tenang, walau pun wanita tapi Alena ingin wanita yang baik dan benar-benar bekerja bukan bekerja sambil menggoda suami orang, walau sebenarnya Alena juga belum tahu dengan mata kepala sendiri Sandra melakukan itu tapi tetap saja itu jangan sampai terjadi.